Home / Seputar Madina / Petani Kecam Pembakaran Pembibitan Bantuan Sorikmas Mining

Petani Kecam Pembakaran Pembibitan Bantuan Sorikmas Mining

fasilitas smm yang dibakar

Panyabungan (MO) – Anggota Kelompok Tani/Koperasi dari Desa Banua Simanosor dan Desa Banua Rakyat, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal menyatakan sedih dan kecewa terkait pembakaran fasilitas pembibitan mereka di kawasan itu.

Pembakaran fasilitas ini sangat merugikan seluruh anggota. Sebab, di program pertanian inilah mereka menggantungkan penghidupan mereka sehari-hari.

Fasilitas pembibitan tersebut dibakar orang tak dikenal pada Jum’at dini hari (29/6) lalu. Fasilitas pembibitan itu merupakan hasil binaan program CSR dan Pengembangan Masyarakat (Comdev) Pertanian PT. Sorikmas Mining (PT.SM) di Desa Banua Rakyat dan Desa Banua Simanosor. Pondok-pondok tempat menyimpan peralatan kerja tani di lokasi pembibitan di dua desa itu terbakar habis.

“Kami segenap anggota koperasi merasa teraniaya. Harga diri kami tidak ada lagi akibat pembakaran ini. Ibu-ibu anggota koperasi menangis, menyaksikan bekas-bekas pondok yang sudah terbakar habis. Program ini adalah gantungan hidup kami mencari nafkah,” kata Siregar, salah satu anggota, kemarin.

Pembibitan tanaman dilakukan dalam rangka pelaksanaan program pertanian berbasis kehutanan (silvo agriculture), antara lain untuk menghijaukan lahan terlantar dan lahan terbuka di sekitar Kecamatan Naga Juang yang fungsinya selain menghijaukan lahan, menghindari erosi tanah juga untuk memproduksi buah-buahan.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di kecamatan ini. Dengan perusakan bibit pohon coklat, karet dan buah-buahan di Desa Banua Rakyat dan Desa Banua Simanosor, kelompok tani yang menangani pembibitan ini sangat dirugikan.

Perusakan fasilitas milik Kelompok Tani/koperasi di Kecamatan Naga Juang oleh orang-orang tak bertanggung jawab, bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, pada 24 Juni silam, fasilitas koperasi pemasaran coklat dan sejumlah bibit tanaman pohon coklat, karet, dan buah-buahan milik kelompok tani/koperasi di Desa Banua Rakyat dirusak.

Papan Informasi masyarakat yang disediakan PT. SM di tujuh desa di Kecamatan Naga Juang juga dirusak. Papan-papan informasi ini disediakan oleh PT. SM berdasar masukan masyarakat dan masukan dari DPRD Mandailing Natal yang tertuang dalam rekomendasi Panitia Khusus DPRD Mandailing Natal dalam rangka peningkatan sosialisasi PT. SM.

Kepala Program CSR PT. SM, Franz Goetz menyatakan penyediaan papan informasi di setiap desa adalah salah satu sarana sosialisasi perusahaan tersebut. Namun, sejumlah orang selalu ingin terus memunculkan polemik, memangkas jalur informasi perusahaan ke masyarakat dengan merusak dan merobohkan Papan Informasi Masyarakat yang ada.

“Akibatnya, sosialisasi kami kepada masyarakat Kecamatan Naga Juang menjadi terganggu kelancarannya,” katanya.

Dia juga sangat menyayangkan dan mengecam aksi pembakaran pondok-pondok di lokasi pembibitan di Desa Banua Rakyat dan Desa Banua Simanosor yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Fasilitas pembibitan milik Kelompok Tani/koperasi ini adalah untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat di Kecamatan Naga Juang. Tapi sayang, beberapa orang yang tidak bertanggung jawab, merusak dan membakar fasillitas yang ada di lokasi pembibitan.

“Kami sangat kecewa dan mengecam tindakan orang-orang yang tak bertanggung jawab ini. Kami juga tidak mengerti mengapa ada petani yang mau merusak fasilitas milik petani lain hanya demi kepentingan politik segelintir orang.,” tegas Franz Goetz. (dab)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar