Home / Seputar Madina / PG dirikan posko banjir Ranto Baek

PG dirikan posko banjir Ranto Baek


PANYABUNGAN – Jajaran DPD Partai Golkar (PG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) prihatin terhadap banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Ranto Baek.

Menurut data akhir bencana, dan laporan tertulis Camat Kamal Khan, kejadian itu mengakibatkan 34 rumah penduduk hanyut, 47 rusak berat, 47 unit rusak ringan, dua jembatan gantung dan empat mesjid rusak ringan.

“Atas nama keluarga besar PG Madina, kami prihatin atas musibah bencana yang melanda kawasan Pantai Barat Madina. Untuk meringankan beban penderitaan korban diberikan bantuan beras, air mineral, telur, dan mi instan,” ujar Syariful Lubis, tadi pagi.

Syariful yang akrab disapa Sarling, menyatakan rasa percayanya pada Pemkab Madina dapat mengatasi maupun menangani korban banjir tersebut.

”Kita berharap masyarakat yang tertimpa musibah di Desa Simpang Talap, Muara Bangko, Manisak, Torus, Hutaraja dan Padangsilojongan tabah menghadapi musibah dan setiap saat bisa bangkit kembali dan semakin kuat setelah dilanda bencana,” katanya.

Syariful menjelaskan, selain memberikan bantuan kepada korban banjir, PG Madina bersama pengurus Kecamatan Ranto Baek, Lingga Bayu dan Batang Natal juga membuka tiga unit posko tanggap darurat sebagai wujud keprihatinan.

“Kami juga membuka posko di lokasi banjir untuk lebih mengetahui kebutuhan apa saja yang diinginkan masyarakat, sebab hingga kini DPD Partai Golkar Madina masih melakukan penggalangan dana bantuan untuk diserahkan kepada korban banjir,” ungkapnya.

Hal ini lanjutnya, merupakan instruksi langsung dari Ketua DPD II PG Madina, As Imran Khaitami Daulay, agar tetap tanggap atas bencana di seluruh wilayah Madina dan turut berbagi dengan masyarakat.

“Ini merupakan tindakan nyata program PG, yakni selalu berbagi dengan masyarakat dan tanggap dengan derita rakyat, karena suara Golkar itu merupakan suara rakyat,” tambahnya.

Pengamatan, kondisi kesehatan dan pangan masyarakat korban sampai saat ini masih stabil. Hanya saja mereka mulai kesulitan air bersih karena semua sumur yang ada airnya masih keruh, sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Untuk sementara, air bersih khusus keperluan makan dan minum didatangkan dari luar desa yang ditampung menggunakan drum dan bak air.

Sementara, untuk perbaikan pemukiman penduduk masih dalam tahap pembahasan unsur Muspida Madina, karena membutuhkan bahan kayu maupun papan yang tidak sedikit.

Plt Kadis PU dan Pertamben Madina, Nasrin Lubis, mengatakan saat ini sedang melakukan penghitungan dan pengukuran di lokasi banjir. Sehingga kerugian dan program penanggulangan bencana nantinya bisa dirumuskan serta disepakati dalam rapat dilaksanakan muspida bersama aparat terkait.
Sumber : Waspada online

Comments

Komentar Anda