Home / Berita Sumut / Pilkada DKI bisa jadi acuan Sumut

Pilkada DKI bisa jadi acuan Sumut

pilkada dki

MEDAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, Rabu (11/7) yang berlangsung aman, lancar dan tertib diparesiasi berbagai pihak.

Salah satunya datang dari analis politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Ansor Siregar. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tergolong pilkada yang sukses di tanah air. Gugatan yang diajukan tentang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta lebih sedikit dibandingkan pilkada Jakarta sebelumnya.

Dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta mendapat pujian dari berbagai kalangan seperti politisi, pengamat politik dan juga masyarakat Indonesia. Pujian tumbuh dengan berbagai latar belakang seperti, gugatan dan politik uang yang minim, tokoh yang dipilih seperti berasal dari suara rakyat. “Pilkada Jakarta bisa dijadikan sebagai ajuan dalam Pilkada Sumut 2013, terlihat dengan sedikitnya pihak yang mengajukan gugatan dalam pilkada, walaupun tidak dipungkiri setiap pilkada pasti ada yang mengajukan gugatan,” kata Ansor kepada Waspada Online, tadi malam.

Selain itu, lanjut Ansor, sebagian calon gubernur Jakarta terlihat merakyat seperti Jokowi dan Faisal Basri. Hal ini bisa ditiru para calon gubernur Sumut 2013 yang benar-benar dekat dengan rakyat sehingga rakyat memilih bukan berdasarkan uang akan tetapi berdasarkan hati nuraninya. Dia memandang, kalau Pilgubsu yang mendatang sangat berbeda dengan Jakarta seperti calon pimpinan yang datang dari luar daerah. Di Sumut susah mendatangkan calon yang datang dari luar Sumut. Selain itu, Kemungkinan akan terjadi permasalahan dalam Daftar Pemilih Tetap.

“DPT bisa menjadikan masalah dalam Pilkada Sumut,” kata Ansor.

Hal senada juga diungkapkan pengamat kebijakan publik dari UDA Medan, Hendra SL. Dikatakan, sukses Pilkada DKI dipat dijadikan contoh oleh Sumatera Utara baik penyelenggaranya maupun para bakal calon gubernur Sumut yanga kan digelar 2013 mendatang. Dikatakan, suksesnya Pilkada DKI tidak terlepas dari peran besar para calon yang bertarung dari sejak kampanye, hari pencoblosan dan sampai hari perhitungan sampai sekarang ini versi KPUD DKI Jakarta.

Dikatakan, walaupun perhitungan KPUD masih akan lama diumumkan dan peraih suara terbanyak sudah terlihat melalui quick count, namun, para calon sangat fair dan bisa menerima realitas dilapangan walaupun secara de jure belum selesai oleh KPUD DKI.

Kedewasaan para calon gubernur dan wakilnya sudah terlihat sejak kampanye hingga pencoblosan dan perhitungan suara versi KPUD DKI. Walaupun adanya temuan pelanggaran oleh Panwas dan organisasi pemantau, namun, tidak ada yang menonjol sehingga Pilkada DKI termasuk sukses.

Dengan suksesnya pilkada DKI, daerah-daerah yang akan melaksanakan Pilkada termasuk Sumut 2013 menadatang dapat melihat Pilkada DKI dan belajar dari DKI baik KPU dan khususnya para calon gubernur. Hal lain yang perlu diperhatikan KPUD Sumut adalah, bahwa perlu meminimalisir calon dan paling banyak 5 pasangan calon untuk Sumut.

Salah satu keuntungan Pilkada Sumut dengan 5 pasangan calon, dapat meminimalisir konflik kepentingan para calon dan termasuk juga mengurangi biaya pilkada. “Sumut baik para calon dan penyelenggara pilkada Sumut pada 2013 nantinya dapat mencontoh Pilkada DKI yang sukses dan aman,” ujarnya kepada Waspada Online, tadi malam.

Ditempat terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Utara, Irham Buana Nasution mengatakan, bahwa suksesnya pelaksanaan Pilkada perlu dukungan dari berbagai elemen yakni partai politik, calon gubernur dan masyarakat. “Pilkada Jakarta lumayan bagus, namun perlu diingat bagusnya pelaksanaan Pilkada bukan hanya KPU saja akan tetapi perlu dukungan dari partai politik, calon gubernur serta masyarakat,” kata Irham kepada Waspada Online.

Dia menegaskan, kalau setiap pelaksanaan pemilihan pasti ada pihak yang merasa dirugikan dan melakukan gugatan terhadap pelaksanaan pemilihan. Seperti di Jakarta gugatan terhadap pelaksanaannya tetap ada, akan tetapi lebih sedikit dibandingkan Pilkada Jakarta Sebelumnya. Pemilihan ganda merupakan gugatan yang sering dilakukan salah satu tim calon.

“Gugatan dalam pemilihan pasti ada, sekarang gimana menekan jumlah gugatan tersebut,” kata Irham Buana.

Dia mengharapkan, untuk terjadinya pelaksaan Pilgubsu 2013 yang sukses perlu sebuah komitmen para calon dan tidak melaksanakan politik uang kepada masyarakat.(waspada)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar