Home / Seputar Madina / PILKADES TAHUN INI BAKAL PANAS

PILKADES TAHUN INI BAKAL PANAS

Info Pilkades di Madina grafis

Info Pilkades di Madina grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pilkades serentak di Mandailing Natal tahun ini diperkirakan bakal panas dan jumlah calon kepala desa meningkat drastis.

“Itu karena Dana Desa. Kucuran Dana Desa tiap tahun ke setiap desa telah menjadikan jabatan kepala desa menjadi rebutan. Makanya jumlah calon kepala desa bakal naik,” kata Jamal Rangkuti warga Panyabungan kepada mandailing Online, Selasa (18/10).

Berdasar pantauannya di sejumlah desa Kecamatan Siabu dan Kecamatan Panyabungan menunjukkan tren kenaikan jumlah kandidat kepala desa di setiap desa yang hendak melaksanakan pemilihan kepala desa pada 30 November 2016.

“Sebelum tahun 2014, jumlah calon kepala desa biasanya paling sekitar 3 atau 4 orang. Tetapi sejak era Dana Desa ini, jumlah yang akan mencalon akan naik mejadi sekitar 5 hingga 6 kandidat. Bahkan Sekdes yang PNS juga kabarnya banyak yang akan maju karena PNS boleh jadi calon kepdes,” ungkap Jamal.

Dana Desa itu sangat menggiurkan. Sebab, 50 juta saja dikorupsi atau 10 persen dari pagu 500 juta bersih pagu dana desa sudah menjadikan kepala desa setara pendapatannya dengan rata-rata kontraktor di Mandailing Natal.

Kondisi ini, mau tidak mau akan menyeret desa pada suhu politik yang tinggi menjelang pilkades. Meski begitu, tak semua desa bersuhu tinggi karena faktor Dalihan Na Tolu (marmora, markahangi, maranakboru) masih kuat di desa-desa.

Tetapi, di sejumlah desa, faktor Dalihan Natolu ini tak mampu meredam suhu panas itu, karena unsur kahanggi, mora dan anakboru tak berpengaruh dalam eskalasi politik desa. Tetapi, untuk mengatasi dapak-dampaknya tetap ada peran Dalihan Natolu itu meski dalam lingkup tataran sosial saja.

“Sedangkan ketokohan juga tak meredam, karena tingkat wibawa seorang tokoh masyarakat di dalam masyarakat di Mandailing Natal masa ini sudah nyaris pudar akibat arus demokrasi liberal telah marasuki desa serta makin bergesernya orientasi agraris ke orientasi urban,” ujarnya.

Peliput  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar