Home / Seputar Madina / Pola tanam serentak perlu diperhatikan

Pola tanam serentak perlu diperhatikan

PANYABUNGAN – Pemkab Madina sudah sepantasnya melakukan terobosan baru dalam program pola tanam serentak di kalangan petani khususnya petani di kawasan Panyabungan, karena langkah ini salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman pangan di samping penggunaan benih unggul.

Demikian Koordinator II Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Kabupaten Madina Dahlan Batubara, pagi ini.

Menurutnya, langkah paling tepat mengurangi jumlah serangan hama utamanya hama tikus yang memangsa tanaman padi penduduk adalah diberlakukannya pola dan tertib tanam serentak setiap tahunnya.

“Apapun langkah yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dalam memberantas hama pengerat tersebut tidak akan berhasil, kalau keseragaman bercocok tanam di daerah ini belum tertib ,” ucapnya.

Dahlan menjelaskan, pemberlakuan pola dan tertib tanam serentak sangat menguntungkan kalangan petani karena tanaman jauh dari serangan berbagai hama dan kalaupun ada hama yang menyerang tanaman padi penduduk akan berbagi karena umur padi yang ditanam di areal persawahan seragam.

Kata dia, tidak jalannya pola dan tertib tanam serentak di Madina khususnya di areal persawahan terdapat di sekitar Panyabungan, disebabkan masih kurangnya koordinasi pihak pemerintah dengan aparat desa, sosialiasi pola tanam kepada petani juga dinilai kurang disamping persoalan irigasi.

Dahlan Batubara mengharapkan, pola tertib tanam di kalangan petani diperlukan dalam meningkatkan produksi. Pola ini, lanjutnya berperan dalam menurunkan hama dan penyakit tanaman.

Koordinator II Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Madina itu mengatakan, keseragaman pola dan tertib tanam juga harus dibarengi dengan penyuluhan bercocok tanam. Kerja sama antara penyuluh, pemerintah, aparat desa, kelompok tani serta masyarakat tani diperlukan dalam membina petani, sehingga wawasan petani dalam mengelola lahan pertaniannya, semakin peka terhadap inovasi-inovasi terbaru teknologi pertanian.

Editor: SASTROY BANGUN
sumber: waspada

Comments

Komentar Anda