Home / Berita Sumut / Polisi Buru Anak Ketua DPRD Labuhanbatu yang Menjadi Bandar Judi

Polisi Buru Anak Ketua DPRD Labuhanbatu yang Menjadi Bandar Judi


MEDAN:
Petugas Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu memburu pria berinisial RS yang merupakan anak Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar, terkait penggerebekan rumah pribadi Ellya yang diduga dijadikan markas perjudian jenis toto gelap (togel).

Pengganti Sementara Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) Komisaris Besar (Kombes) Pol Herry Subiansauri mengimbau agar RS segera menyerahkan diri. Berdasarkan penyelidikan polisi, RS diduga kuat sebagai bandar judi jenis toto gelap (togel) yang dioperasikan dari rumah orangtuanya yang cukup terpandang di Labuhanbatu.

”Anaknya (RS) yang menjadi ‘otak’ perjudian masih terus dikejar,”katanya kepada wartawan, Minggu 10 April 2011. Sebagaimana diberitakan, rumah pribadi Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar di Jalan H Iwan Maksum, Desa Ujung Bandar,Kecamatan Rantau Selatan digerebek polisi, Selasa (29/3) lalu.Polisi menangkap enam tersangka yang diduga menjalankan bisnis perjudian jenis togel dari rumah itu.

Menurut Herry, Satuan I/Tindak Pidana Umum (Tipidum) Direktorat Reskrim Polda Sumut mem-back up Polres Labuhanbatu dalam penanganan kasus perjudian ini. Hingga Minggu 10 April 2011, serangkaian pemeriksaan terus dilakukan untuk mengungkap praktik judi yang berlangsung sejak Oktober 2010 itu.

”Siapa pun yang terkait dengan perjudian di rumah itu akan diperiksa,”ujarnya. Kepala Polres (Kapolres) Labuhanbatu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Robert Kennedy mengatakan, dua penjaga malam di rumah tersebut diperiksa.

”Tapi, saya tidak tahu materi pemeriksaannya karena yang melakukan pemeriksaan tim dari polda,”katanya saat dihubungi melalui telepon seluler (ponsel) Minggu 10 April 2011.

Informasi yang dihimpun, kedua penjaga berinsial S dan Z. Sedangkan, enam tersangka yang diringkus di rumah tersebut, Hadinata Siregar, 24, warga Jalan Juang 45, Kelurahan Ujung Bandar,Rantau Selatan; Rizal Affandi Siregar, 29, warga Jalan Siringo-ringo, Kelurahan Sirandoro, Rantau Utara; dan Dedi Arfandi Siregar, 24,warga Labuhan Batu. Kemudian, Kamaluddin alias Kamal, 28, warga Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Padang Pasir, Labuhanbatu; Cecep Irianto alias Anto,28,warga Jalan KL Yos Sudarso, Glugur, Medan; dan Eka Tadar Septiawan Dinata alias Kutek,25,warga Dusun Bandar Rejo, Kelurahan Tebing Lingga Hara, Labuhanbatu.Mereka ditahan di Direktorat Reskrim Polda Sumut.

Dari hasil penyidikan sementara, omzet setiap putaran judi togel yang dijalankan para tersankga mencapai Rp30 juta- 70 juta setiap hari. Herry kembali menegaskan, praktik perjudian di Sumut menjadi prioritas kepemimpinan Kepala Polda (Kapolda) Sumut Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Wisjnu Amat Sastro. Instruksi langsung kepada seluruh jajaran Polda Sumut dan satuan kerja (satker) telah disampaikan. Tindakan tegas terhadap bawahannya pun diberlakukan. Jika,praktik perjudian dibiarkan dan tidak ditindak, maka empat struktur di tingkat polres akan dijatuhkan sanksi.

Dalam hal ini,Wisjnu menyatakan, jika di satu wilayah hukum terdapat praktik perjudian, maka empat perwira di polres tersebut akan dicopot.Keempat perwira tersebut,yakni kapolres, kasat reskrim, kasat intel dan kapolsek setempat.(si)
Sumber : Eksposnews

Comments

Komentar Anda