Home / Seputar Tapsel / Polisi Usut Proyek DAS Batang Angkola

Polisi Usut Proyek DAS Batang Angkola

SIDIMPUAN, – Diduga dikerjakan asal jadi, Pengaman tebing Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Angkola di Desa Huta Lombang, Psp Tenggara ambruk beberapa hari lalu. Kini polisi masih mengusut proyek dari Balai Benih Ikan dengan pagu Rp749 juta tersebut.

Menurut beberapa warga sekitar, kejadian pasti ambruknya pengaman tebing DAS itu tidak diketahui oleh mereka.

“Tidak ada angin, tak ada hujan, dek tersebut malah ambruk. Kami tidak tahu apa penyebab ambruknya. Kami baru mengetahui dek mengalami kerusakan saat polisi datang ke kampung ini dan melakukan olah TKP,” ungkap warga sekitar B Dalimunte, Minggu (14/7).

Dia menjelaskan, sekira 3 hari lalu pada pukul 23.00 WIB, ada datang empat personil polisi dan menanyakan rumah Kepala Desa Huta Lombang. Setelah itu kepala desa dan beberapa petugas langsung bergerak menuju lokasi ambruknya dek irigasi tersebut.

“Mereka bertanya kepada kami di mana lokasi dek irigasi yang mengalami kerusakan di desa ini. Baru setelah petugas kepolisian menjelaskan lokasi dek yang rusak tersebut, kami langsung menuju lokasi, tepatnya di belakang kolam benih ikan Psp Tenggara,” jelasnya.

Sambung B Dalimunte lagi, setelah bersama-sama ke lokasi dek yang ambruk itu , polisi langsung memasang garis polisi. Setelah selesai memasang police line itu, mereka langsung berangkat.

“Untuk pengerjaan dek tersebut, kami kurang mengetahuinya secara pasti. Namun yang saya tahu sewaktu pembuatannya, tidak ada diturunkan alat berat ke lokasi. Yang ada hanya pekerja yang membuat dek itu saja,” terangnya.

Kepala Desa Huta Lombang Ahmad Rizal mengatakan, proyek tersebut tidak diketahuinya secara pasti kapan dikerjakan. Karena pada saat itu tidak ada yang melapor kepadanya untuk pengerjaan melakukan pengerjaan proyek di desa yang ia pimpin.

“Saya kurang tahu proyek tahun 2011 atau 2012, yang jelas mereka tidak ada memberitahukan kepada saya. Makanya saya tidak tahu siapa pemborong dari yang mengerjakan proyek tersebut,” ungkapnya saat ditemui di rumah.

Tambah Ahmad lagi, ia membenarkan bahwa tiga hari lalu, pihak kepolisian dari Kota Psp datang melakukan olah TKP pada pengaman tebing yang rusak.

“Mereka datang pada malam hari ke desa ini untuk melakukan olah TKP. Setelah olah TKP, polisi-polisi itu langsung meninggalkan desa ini,” terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Kota Psp AKP Anjas Asmara ketika dikonfirmasi, membenarkan pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait proyek pengaman tebing DAS yang ambruk tersebut.

njas menerangkan, nama proyek tersebut adalah pengaman tebing Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Angkola/ Balai Benih Ikan Desa Huta Limbong, dengan pagu anggaran Rp749 juta TA 2011.

“Nama dan pagu anggaran itu sudah sesuai dengan kontrak yang ada. Saat ini kita masih sampai pada tahap penyelidikan. Kita akan beritahukan nanti setelah dapat hasilnya,” ungkapnya melalui telepon seluler, Minggu (14/7). (metro).

Comments

Komentar Anda

One comment

Silahkan Anda Beri Komentar