Home / Seputar Madina / Produksi Padi Meningkat di Huraba

Produksi Padi Meningkat di Huraba

panen di huraba 120413b
SIABU (Mandailing Online) – Upaya petani dan Pemkab Madina memperlancar pengairan air ke sawah-sawah di Desa Huraba, Kecamatan Siabu menuai hasil yang memuaskan. Pada panen yang berlangsung Maret-April ini, penghasilan sawah rata-rata 80 kaleng per lungguk.

Kondisi itiu berbeda dengan musim panen sebelumnya, dimana para petani hanya menuai hasil rata-rata sekitar 50 kaleng per lungguk.

“Kita sangat bersyukur yang telah memberikan rezeki kepada kita, karena pada panen kali ini hasil panen padi kita sebagai masyarakat petani padi cukup lumayan,” kata Haidir, salah seorang petani padi di Desa Huraba II, Minggu (7/4).

Disebutkannya, system pengairan pada musim tanam sebelumnya masih belum terlalu normal akibat tersendatnya irigasi Batang Angkola, menyebabkan hasil padi sawah tidak terlalu mengggembirakan, dimana hasilnya masih rata-rata 50 kaleng per lungguk.

Lalu, pada musim tanam kali ini, produksi mencapai 80 kaleng per lungguk, setelah upaya perbaikan ruas irigasi dimaksimalkan.

“Ini tidak terlepas dari sejak kita melaksanakan musim tanam pada bulan Januari 2013 yang lalu hingga kita memasuki musim pengeringan, pengairan sawah kita tetap normal,” katanya.

“Memang kita akui pada musim tanam yang lewat ini pengairan ke areal persawahan kita agak tersendat-sendar akibat dari minimnya air dari irigasi yang ada di wilayah kita ini, untuk itu kita sangat berterimakasih kepada Pemkab Mandailing Natal yang telah bersusah payah untuk berupaya meningkatkan hasil panen kita dengan cara memperbaiki sistem pengairan yang ada,” ujarnya.

KOORDINASI IRIGASI

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Mandailing Natal, Taufik Zulhandra Ritonga mengakui banyak areal persawahan yang tidak normal dialiri oleh air akibat penyumbatan sejumah titik saluran Irigasi Batang Angkola dan Irigasi Batang Gadis.

“Tanaman padi sangat bergantung kepada pengairan, untuk itu kita terus berkoordinasi dengan pengelola irigasi yang ada sehingga areal persawahan masyarakat mendapatkan pengairan yang cukup,” ujar Taufik.

Upaya yang dilakukan adalah pengangkatan sedimen irigasi untuk memperlancar aliran air sehingg volume air mampu ditingkatkan.

“Koordinasi dengan petugas irigasi dan petani terus digenjot, sehingga pada bulan Agustus hingga Oktober 2012 yang lalu mereka melakukan pengangkatan sedimen yang ada di saluran yang ada sehingga air dapat mengalir ke areal persawahan petani,” terang Taufik.

Disamping itu pihak Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal ini terus berupaya untuk memberikan pencerahan kepada petani bagaimana bercocok tanam yang bagus demi untuk meningkatkan hasil panen padi masyarakat.

Sehingga pada musim tanam Desember 2012 hingga Januari 2013 yang lalu, aliran air ke areal persawahan makin normal. Dampaknya, panen pada bulan Maret hingga April 2013 ini, produksi mencapai sekitar 7,3 ton per hektarnya.

Menurut Taufik, capaian itu justru berada di atas target yang dikejar untuk kawasan Huraba selaku kawasan terluas hamparan sawahanya di Kecamatan Siabu.

“Kita tergetkan 5,6 ton per hektarnya, namun akibat membaiknya sistem pengairan yang ada sehingga kita optimis hasil panen tahun 2013 ini dapat melebihi dari target yang kita rencanakan. Hal ini terbukti dengan hasil panen masyarakat petani padi di wilayah Kecamatan Siabu raya dimana sesuai dengan hasil laporan dari petugas kita dilapangan mencapai 7,3 ton per hektarnya,” tandas Taufik. (mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar