Home / Seputar Madina / Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

Proyek Fisik Dinilai Tak Berkualitas, Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemkab Madina Menurun

APBD Madina vs Dana Desa grafis

APBD Madina vs Dana Desa grafis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepercayaan masyarakat sangat menurun kepada Pemkab Mandailing Natal terkait mayoritas proyek fisik yang dinilai selalu berkualitas bobrok.

Proyek-proyek fisik termasuk rabat beton, dek irigasi, dek jalan, pengaspalan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dinilai mutunya sangat amburadul.

“Contohnya rabat beton, baru 10 bulan dibangun sudah pecah-pecah. Kualitas apa itu. Aspal juga tak bertahan lama sudah berlobang-lobang. Kalau dek, kadang setahun umurnya sudah pecah-pecah,”  kata Parsaulian Borotan kepada Mandailing Online di pasar Panyabungan, Jum’at (12/8/2016).

“Betul itu, makanya orang sekarang sudah tak percaya lagi kepada keseriusan bapak-bapak pejabat kita itu mengurus uang rakyat itu,” kata Basiron Daulay di tempat yang sama.

“Asalkan proyek dari Pemkab Madina, dari Dinas PU atau Badan Penanggulangan Bencana juga Dinas Pertanian selalu tak bagus mutunya. Makanya orang tak lagi percaya kepada Pemkab Madina,” kata Lagut Lubis di tempat yang sama.

Mereka membandingkan proyek fisik yang didanai oleh Dana Desa atau PNPM tahun-tahun lalu yang masih kuat hingga sekarang, berbanding jauh dengan kualitas proyek yang dikelola oleh Dinas-Dinas di Pemkab Madina.

“Kita tengoklah rabat beton yang dikerjakan orang desa dananya dari Dana Desa. Mantap kualitasnya. Proyek yang dikerjakan orang desa dari dana PNPM dahulu pun masih mantap sampai sekarang,” kata Lagut.

Menurut mereka, perbedaan itu telah membuka mata masyarakat bahwa proyek yang dikelola langsung Pemkab Madina mengindikasikan rendahnya moralitas para pejabatnya mengelolal dana dari APBD ketimbang tingkat moralitas orang desa yang mengelola proyek yang bersumber dari Dana Desa maupun PNPM.

“Orang yang mengelola Dana Desa atau PNPM itu walau ada korupsinya tapi sedikit, makanya proyek fisik yang dibangun mereka tahan lama,” sebut Parsaulian.

Editor    : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar