Home / Seputar Madina / Proyek Tak Selesai Tahun 2013 Didominasi Proyek Jalan

Proyek Tak Selesai Tahun 2013 Didominasi Proyek Jalan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika di kampung anda di kawasan Mandailing Natal (Madina) ada proyek yang tidak selesai dikerjakan pada Desember 2013 lalu, jangan terkejut. Itu karena kontraktornya tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal waktu.

Proyek-proyek yang tidak siap itu sudah diputuskontrak oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina.

“Diputus kontrak karena pihak kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak yang telah diberikan,” kata Kabid Program Dinas PU Madina, H. Samari Pulungan kepada wartawan, Kamis (9/1/2014) diruang kerjanya.

Dikatakan Samari, paket proyek fisik tahun anggaran 2013 sumber anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ), Dana alokasi Umum ( DAU ) serta bersumber dari dana Bantuan daerah Bawahan ( BDB ).

Paket-paket proyek yang bersumber dari BDB meliputi, proyek peningkatan jalan Muara Parlampungan – Hadangkahan. Proyek ini hanya selesai 40,80 % sehingga dibayarkan hanya Rp. 76.396.320 dikerjakan oleh CV. Cendana.

Proyek peningkatan jalan (aspal lapen) Simpang Duhu Lombang – Duhu Dolok di Kecamatan Ulu Pungkut hanya selesai 78.56 % dibayarkan sekitar Rp. 62.348.880.

Proyek peningkatan jalan negara menuju Angin Barat Lama Kecamatan Tambangan hanya selesai 50.53% dibayar Rp. 397.111.790.

Proyek lanjutan peningkatan jalan simpang jalan negara menuju Angin Barat Baru Kecamatan Tambangan dikerjakan sekitar 94,10 % dibayarkan Rp. 1.883.424.894.

“Satu paket proyek yang sumber anggaran dari BDB yang kita final kuantiti yakni peningkatan jalan/lapen jalan simpang Pagur-Bandar Lancat Kecamatan Panyabungan Timur yang dikerjakan oleh CV Natalindo, kemajuan fisik yang dikerjakan 82,33 % dibayarkan Rp. 558.400,000,” kata Samari.

Sementara yang bersumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK ) yang difinal kontrak diantaranya proyek peningkatan jalan Aek Godang – Huta Bargot volume kerja yang bisa diselesaikan sekitar 70.19 %.

Lalu proyek peningkatan jalan Simpang Gambir – Simpang Sordang yang bisa diselesaiakan hanya 37,70%.

Peningkatan jalan Sikara-Kara I menuju Sikara-kara II yang bisa diselesaikan hanya 50,07 %.

Proyek peningkatan jalan Muara Sipongi – Huta Julu yang bisa diselesaiakan 38,12 %.

Proyek peningkatan jalan Singengu – Batahan yang bisa dikerjakan 63,84 %. Proyek peningkatan jalan Rao-Rao Dolok yang bisa diselesaikan 56,34 %.

Dikatakan Samari, kontraktor yang telah menarik pembayaran dari sumber DAK sebesar Rp. 6.734.089.520,00 sehingga sisa anggaran DAK sebesar Rp. 4.677.349.480,00.

Untuk proyek fisik bersumber dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang final kontrak meliputi proyek peningkatan jalan Tangsi Atas – Kampung Sipirok (perbaikan lapen 300 meter ) masih kurang dari seratus persen.

Proyek peningkatan jalan Huta Raja – Huta Julu yang berhasil dikerjakan hanya 51,10 %.

Proyek pembangunan jembatan Aek Some Desa Rukun Jaya yang berhasil dikerjakan hanya 58,09 %.

Proyek pembangunan jembatan Desa Rukun Jaya – SMP 3 Natal masih kurang dari seratus persen.

Proyek pembangunan jembatan ruas jalan Desa Lubuk Samboa Kecamatan Batang Natal masih kurang seratus persen.

Proyek lanjutan peningkatan jalan Padang Silojongan – Lubuk Kancah sekitar 43,64 %.

Proyek peningkatan jalan Pasar Baru Batahan yang bisa dikerjakan sekitar 65,28 %.

Proyek pembangunan rambin Aek Batang Gadis Siluak Desa Tamiang Kotanopan yang bisa dikerjakan 78,26 %.

Di hari yang sama, Plt Sekda Madina, Marwan Bahkti Siregar kepada wartawan mengungkapkan sisa anggaran proyek fisik yang telah diputus kontrak tersebut akan menjadi sisa mati dan tidak lagi dipergunakan untuk APBD 2014 ini.

“Namun bisa dipakai untuk APBD apabila nanti didalam PAPBD ( perubahan ) anggaran 2014 bila disetujui oleh Pempropsu,” kata Marwan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar