Home / Seputar Madina / PT SM Mulai Kontruksi Selambatnya Tahun 2013

PT SM Mulai Kontruksi Selambatnya Tahun 2013

Nurul Fazrie, 08/2/2012

Panyabungan (MO)- Perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining akan memulai masa kontruksi atau pembangunan sarana dan prasarana selambatnya pada bulan November tahun 2013.

Sedangkan untuk saat ini PT SM berada pada masa study kelayakan untuk proyek Sihayo-Sambung setelah melewati masa eksplorasi di tahun 2011 lalu.

Goverment and Media relations Superintendent, Nurul Fazrie saat dikonfirmasi MO, Senin (6/2), menjelaskan study kelayakan untuk Proyek Sihayo-Sambung yang dimulai pada bulan Oktober tahun lalu, akan berjalan selama dua tahun atau hingga bulan Oktober tahun 2013.

“Selambatnya pada bulan November tahun 2013 PT SM akan memulai tahapan kontruksi. Saat ini kita pada masa study kelayakan yang berjalan selama setahun dan dapat ditambah setahun lagi atas persetujuan Indonesia atas izin kontrak karya dan merujuk kepada Undang-Undang nomor 11 Tahun 1967 dan Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1969,” jelasnya.

Dikatakan Nurul, masa atau tahapan konstruksi ini akan berjalan selama tiga tahun dan selambat-lambatnya empat tahun atas persetujuan dari pemerintah RI untuk memasuki tahapan selanjutnya,”.

“Atas persetujuan memasuki tahapan lanjutan itulah nantinya kita akan memasuki tahapan kontruksi, dan masa kontruksi akan berakhir selambatnya pada Oktober tahun 2017,  lalu kita menuju tahapan eksploitasi relevan disebut produksi, masa produksi dimulai selambatnya pada tahun 2017 dan lamanya tiga puluh tahun,” bebernya lagi.
Ditambahkan Nurul, selama masa tahapan study kelayakan, perusahaan tetap bisa melakukan eksplorasi atas dasar peraturan, begitu juga pada masa atau tahapan selanjutnya.

“Meskipun masa eksplorasi sudah berlalu dan kita sudah pada tahapan study kelayakan, kita tetap bisa melakukan tahapan sebelumnya baik penyelidikan umum maupun tahapan eksplorasi,” katanya.

Dijelaskan Nurul, pada masa eksplorasi, perusahaan sudah melakukan beberapa kegiatan serta kegiatan yang sedang berlangsung, mulai dari pemetaan geology termasuk surveygroundmag dan survey topography, lalu pengambilan contoh batuan di permukaan tanah dan tepian sungai, pengambilan contoh sedimen (endapan) sungai, pengambilan contoh tanah survey geolistrik, pemboran untuk mengambil contoh inti batuan, dan pendefenisian batuan serta survey helimag.

Terkait luas wilayah tambang PT SM, Nurul menjelaskan bahwa sudah terjadi dua kali penciutan dari total luas pada izin kontrak karya yang dimiliki dimana luas awalnya 206.200 hektar, kemudian terjadi penciutan hingga saat ini PT SM sedang melakukan kegiatan di lahan seluas 66.200 hektar.

”Penciutan akan terus terjadi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dimana penciutan selanjutnya, lahan kita akan menjadi 50.000 hektar, dan jumlah ini akan terus berkurang sesuai dengan kebutuhan perusahaan nantinya, di luar lahan produksi nantinya juga akan ada zona lestari” tambahnya mengakhiri.(idw)


Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar