Home / Seputar Madina / PT Sorik Merapi Geotermal Power Ramah Lingkungan

PT Sorik Merapi Geotermal Power Ramah Lingkungan

Panyabungan, PT Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP) merupakan perusahaan tambang panas bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Selama ini masyarakat menganggap PT SMGP akan membawa bencana akibat pengeboran di sejumlah titik panas bumi karena mempengaruhi cuaca dan aktivitas gunung meningkat. Itu tidak benar karena PT SMGP mempunyai ahli-ahli profesional.

Hal itu disampaikan Corporate Sustainability Manager PT SMGP Liza G Januar saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat Madina baru-baru ini. Dikatakaannya, pengeboran yang dilakukan nantinya justru menstabilkan aktivitas gunung karena uap yang mengendap di dalam akan diambil menjadi energi tenaga listrik. Penambangan energi panas bumi yang akan dilakukan nanti ramah lingkungan.

Pengambilan panas bumi yang dilakukan PT SMGP tidak seperti yang dibayangkan sejumlah kalangan seperti tambang emas yang mengebor banyak titik dan dapat merusak lingkungan dan bisa mencemari lingkungan akibat limbah yang dihasilkan. Sebab pengeboran panas bumi hanya di beberapa titik yang disurvei bisa memproduksi energi listrik dengan memasang pipa yang cukup aman dan ramah lingkungan.

Masyarakat yang berada di wilayah kerja PT SMGP tidak perlu terlalu khawatir dampak yang diakibatkan pengambilan panas bumi ini, karena semua pekerjaan dilaksanakan oleh tenaga ahli yang sudah profesional di bidang masing-masing. Kalau selama ini ada wilayah kekurangan listrik, insya Allah kalau perusahaan ini sudah berjalan akan bisa menutup kekurangan listrik sampai ke desa-desa terpencil.

Selain pemenuhan kebutuhan listrik daerah Madina, Pemkab Madina juga akan mendapat bagi hasil (PAD) dari keuntungan produksi secara signifikan sekaligus berdampak nyata pada wilayah kerja PT SMGP dengan program CSR yang dilaksanakan, katanya.

“Kita dari perusahaan sangat terbuka dalam segala hal pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat dan kita akan terus melakukan sosialisasi secara sistematis terhadap apa yang dimaksud dengan pengambilan panas bumi sampai anak kecil pun paham dengan energi terbarukan. Siapapun boleh tahu bagaimana pengambilan panas bumi mulai dari tahap awal hingga pada produksi yang dihasilkan serta pengamanan yang dilakukan pada setiap pipa yang menghubungkan panas bumi dengan turbin,” sebutnya.

Sementara salah seorang masyarakat yang berada di wilayah kerja PT SMGP menanyakan, apakah warga masih bisa melaksanakan aktivitas kerja pada setiap lahan pertanian dan perkebunan masing-masing sebab lokasi tersebut masuk dalam wilayah kerja PT SMGP dan apa pula dampak positif secara nyata pada warga jika pengambilan panas bumi dilakukan di wilayah tersebut.

“Yang kita harapkan dengan kehadiran PT SMGP adalah dapat memberikan kesejateraan termasuk penyediaan lapangan kerja demi mengurangi pengangguran yang masih banyak di desa ini,” sebutnya.

Masyarakat mengharapkan, kedatangan PT SMGP tidak membawa malapetaka bagi masyarakat seperti apa yang telah menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat yakni lokasi pertambangan nantinya akan rusak dan menimbulkan dampak lingkungan seperti pembuangan limbah yang mencemari sejumlah mata air. (BS-026.beritasumut)

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. Kapan kah mulai berjalan nya PT SMGP… Maksud saya mulai pengeboran nya tersebut… Bisakah saya,,, melampirkan pengalaman – pengalaman kerja saya untuk…bekerja d PT SMGP…

Silahkan Anda Beri Komentar