Home / Seputar Tapsel / Pungli di Jalinsum Sidimpuan-Sipirok Marak

Pungli di Jalinsum Sidimpuan-Sipirok Marak

Tapsel –  Pungutan liar (pungli) di Jalinsum Padangsidimpuan-Pargarutan-Sipirok belakangan ini semakin marak.
Pihak terkait diminta segera menertibkan pungli tersebut.
“Pungli ini sangat meresahkan dan harus segera ditertibkan,” kata Iman (37) salah seorang pengendara kepada Medan Bisnis saat melintas di Jalinsum Sipirok-Padangsidimpuan, Rabu (26/11).

Dia menyebutkan, para pengendara roda empat atau lebih, resah akibat maraknya pungli sepanjang Jalinsum kawasan Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur dan kawasan Situmba, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dijelaskannya, beberapa titik yang menjadi lokasi pungli antara lain, jalinsum dan jalan alternatif Pargarutan Jae, Desa Situmba dan sekitar Aek Latong Baru Kecamatan Sipirok.

“Kemacetan akibat proyek pelebaran Jalinsum Sipirok-Pargarutan menjadi ajang warga untuk memungli kendaraan yang melintas,” katanya.

Dia mengaku heran, tidak ada upaya kepolisian maupun Pemkab Tapsel untuk menertibkan sikap tidak terpuji warga sekitar Jalinsum tersebut.
“Hampir setiap jarak 100-200 meter Pungli terlihat di Jalinsum maupun jalan alternatif dikawasan itu, anehnya meski sudah berlangsung lama, tetap saja tidak ada sikap tegas dari aparat terkait,” katanya.

Dikhawatirkannya, jika Pungli terus berlanjut akan dapat menciptakan bentrokan antara pengendara dan warga setempat.

“Sikap warga yang memungli pengendara itu sudah diluar batas kewajaran karena sudah menjurus pemaksaan dan intimidasi, maka jika terus dibiarkan, bisa memicu bentrokan dan merusak nama baik Pemkab Tapsel, ” tuturnya.

Hal senada dikatakan Faisal (42) pengendara angkutan umum jenis taksi, yang mengaku, pernah dikejar warga akibat tidak mau menyetor uang. “Warga mengejar dan memaki-maki saya karena tidak mau bayar,” katanya.

Modusnya pungli beragam di antaranya, pura-pura menimbun badan jalan, mengatur kelancaran lalu lintas hingga mengarahkan ke jalur alternatif. (medanbisnis)

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. Polisinya sama aja dengan tukang punglinya

Silahkan Anda Beri Komentar