Home / Seputar Madina / Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

Ramadan, Kolang Kaling dari Puncak Sorik Marapi Rambah Jakarta

 

PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Permintaan pasar terhadap bahan penganan jenis kolang-kaling di bulan Ramadan merupakan berkah tersendiri bagi pengrajin kolang-kaling di Desa Hutabaringin Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina).

Biji buah aren hasil olahan para pengrajin di Kecamatan Puncak Sorik Marapi ini sangat diminati oleh banyak masyarakat luar, sehingga pasarannya tak hanya di Madina, melainkan juga merambah ke Medan dan Jakarta.

Sejumlah pengolah kolang kaling di Desa Hutabaringin Jae kepada Mandailing Online, pekan lalu mengungkap pengiriman kolang kaling ke luar Madina mencapai 25 ton per minggu. Itu belum termasuk dari desa-desa lain seperti Hutabaringin Julu, Hutanamale dan desa lainnya.

“Untuk saat ini per minggunya desa Hutabaringin Jae saja menghasilkan 25 ton perminggu, belum lagi dari desa-desa lainnya seperti Hutanamale, Hutabaringin Julu,” ujar Harlan, salah seorang pengolah kolang kaling.

Dikatakan Harlan, lonjakan permintaan kolang kaling hanya pada saat Ramadhan saja. Pemesanan mulai dari Medan hingga dari Jakarta.

Sampai posisi pekan lalu, harga kolang kaling di tingkat pedagang pengumpul di desa itu mencapai 4.000 hingga 5.000 rupiah per kilo gram.

Menurut Harlan, mengolah kolang-kaling dan gula aren, selain menjadi pekerjaan pokok bagi beberapa kepala rumah tangga, juga menjadi usaha sampaingan bagi anak-anak kecil di desa itu.

Kolang kaling banyak dihasilkan dari Kecamatan ini karena penduduknya ternasuk aktif dalam pembuatan gula aren. Usaha pengolahan gula aren sudah lama berlangsung dari desa-desa yang berada di kawasan perbukitan itu.

Gula aren dan kolang kaling merupakan produk yang berbahan baku dari pohon enau. Di kawasan itu banyak ditemukan pohon enau.

Peliput : Holik Nasution

Editor    : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar