Home / Seputar Madina / Reses Ludfan Nasution dan Urgensitas Madrasah Bagi Generasi Muda

Reses Ludfan Nasution dan Urgensitas Madrasah Bagi Generasi Muda

Ludfan Nasution (bawah kanan) dan masyarakat Gunung Baringin dalam acara reses Ludfan Nasution di Kelurahan Gunung Baringin, Panyabungan, Madina, Jum’at (23/3/2018). (foto : Dahlan Batubara)

GUNUNG BARINGIN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal dari PKB, Ludfan Nasution,S.Sos melakukan reses di Kelurahan Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Jum’at (23/3).

Wacana madrasah yg sangat vital dalam memupuk iman dan ilmu agama bagi generasi muda menjadi topik penting di reses ini.

Selain itu, aspirasi masyarakat menyangkut infrastruktur juga menjadi bahasan.

Reses berlangsung di halaman Madrastah Muhimmatul Islamiyah, Gunung Baringin.

Dalam penyampian di hadapan konstituen, Ludfan Nasution menyatakan bahwa peran madrasah sangat vital.

Sebab, ilmu agama hanya diperoleh di madrasah bagi generasi muda yang tidak menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Karena tidak semua anak-anak kaum muslim yang masuk pesantren, maka peran madrasah di desa-desa menjadi sangat vital, bahkan menjadi satu-satunya lembaga pendidikan untuk menimba ilmu agama bagi generasi penerus.

Oleh karenanya, tak dapat dibayangkan bagaimana gambaran masyarakat 20-30 tahun mendatang jika peran madrasah kian terkikis.

Oleh karena itu, reses ini telah mengingatkan kita bahwa wajib masuk madrasah merupakan solusi urgen untuk menciptakan manusia yang seutuhnya di masa kini dan mendatang, menjamin generasi yang selamat di dunia dan akhirat.

“Kita semua harus mendukung setiap kegiatan di madrasah,” kata Ludfan.

Ludfan juga melihat perlunya terus diperhatikan kesejahteraan para guru madrasah,sebab pilihan mereka tidak berprofesi lain selain guru madrasah adalah suatu kenyataan yang harus diapresiasi.

Paparan Ludfan yang ringkas tentang posisi, fungsi dan vitalitas madrasah menjadi renungan bagi kaum muslim bahwa ilmu agama yang diperoleh anak didik di madrasah adalah merupakan yang sangat hakiki dan sangat wajib, sebab tanpa ilmu agama akan berakibat pada kosongnya aqidah, ibadah dan penguasaan syariah di kalangan kaum muslim di masa mendatang.

Peran madrasah yang demikian urgen tersebut menimbulkan daya dorong bagi kaum muslim untuk mengevaluasi kembali sendi-sendi kebutuhan dalam melanggengkan keberadaan madrasah di desa-desa, baik dari sisi regulasi di kalangan pemerintah maupun dukungan dari kalangan masyarakat luas.

Selain dihadiri masyarakat Kelurahan Kotasiantar, reses ini juga dihadiri pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) sejumlah kecamatan. FKDT merupakan organisasi kemayarkatan di bidang pendidikan keagamaan.

  1. Ridwan, ketua FKDT Panyabungan Timur dalam kesempatan itu mengungkapakan perlunya regulasi tentang pendidikan di madrasah. Dia berharap peraturan bupati Madina tentang wajib menempih pendidikan di madrasah agar ditingkatkan menjadi peraturan daerah. Termasuk memasukkan insentif guru-guru madrasah untuk di-perda-kan.

Disi sisi lain, di reses itu juga dicuatkan berbagai aspirasi dari konstituen yang umumnya menyangkut infrastruktur.

Khoiruddin, perwakilan masyarakat Gunung Baringin menyampaikan bahwa kelurahan itu saat ini membutuhkan pembangunan bronjong di tepian sungai yang melintasi pemukiman itu. rehabilitasi parit di dalam pemukiman. Lainnya, insentif pengurus jenazah serta mendefenitifkan Lurah yang saat ini masih pelaksana tugas dan berdomisili di Pidoli, Panyabungan.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.