Home / Seputar Madina / Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan  warga dari lima kecamatan di Mandailing Natal (Madina) menutup jalur negara atau jalan lintas sumatera, Selasa ( 11/11) menuntut pemerintah agar mengeluarkan PT.Sorik Marapi Gheotermal Power (SMGP) dari Madina.

Gerakan masyarakat 5 kecamatan ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi unjukrasa sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan situasi investasi eksplorasi panas bumi bagi pembangkit listrik oleh PT. SMGP di Madina makin tak kondusif.

Di sisi lain, menunjukkan pemerintah daerah Madina dan perusahaan tak mampu melakukan dialog bermutu dengan masyarakat di wilayah-wilayah eksplorasi.

Aksi penutupan jalan oleh ribuan warga itu berada di titik Desa Purba Lamo jalan lintas sumatera. Kelima kecamatan meliputi Kecamatan Panyabungan Selatan, Tambangan, Puncak Sorik Marapi, Lembah Sorik Marapi dan Panyabungan Barat.

Pemblokiran jalan Negara ini menyebabkan kemacetan lalulintas sepanjang sekira 10 kilo meter dari dua arah yang berlawanan. Aparat kepolisian yang turun lansung kelapangan dapat mengantisipasi pemblokiran tersebut.

“Tidak ada tawar-menawar terhadap PT.SMGP dan kita meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution agar mencabut izin PT.SMGP, bila tuntutan masyarakat ini tidak ditindaklanjuti maka dipastikan pemblokiran jalan ini akan terus berlansung sampai PT.SMGP angkat kaki dari Madina ini,” kata Ketua Forum Muda Sorik Marapi, Tan Gojali Nasution saat berorasi.

Diungkapkannya, sebelumnya Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution telah berjanji pada tanggal 15 dan 30 Oktober bahwa bupati akan mencabut izin PT.SMGP, tetapi bupati saat itu mengatakan bahwa pemkab Madina masih konsultasi ke pemerintah pusat.

“Namun persoalanya kita tidak tahu apakah bupati Madina memperpanjang izin PT.SMGP atau tidak, karena masyarakat hingga saat ini tidak mengetahui kelanjutanya,” sebut Tan Gozali.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor: Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. Pemblokiran Jalinsum bukanlah solusi bahkan mengurangi simpati banyak orang karena terganggu perjalanannya. Saya pernah merasakan pemblokiran jalan di Tolang Desember 2013 selama 24 jam. Padahal saya ingin cepat sampai ke rumah ibu saya yang sedang sakit. Jadi pemblokiran jalan umum lebih besar mudratnya dari manfaatnya.

Silahkan Anda Beri Komentar