Home / Seputar Madina / Rumpun Bahasa Tapanuli Berasal Dari Mandailing

Rumpun Bahasa Tapanuli Berasal Dari Mandailing

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Sepanjang perjalanannya, Mandailing Natal memiliki sejarah peradaban yang gilang-gemilang dan bermartabat,” kata Ketua DPRD Madina, As Imran Kahitamy Daulay pada pidato HUT Kabupaten Madina ke 15 di sidang paripurna DPRD Madina, Senin (10/3).

Dikatakannya, banyak hal yang sepatutnya membuat rakyat Madina merasa bangga menjadi bagian dari kawasan ini. Tingginya peradaban di daerah ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan candi di Simangambat yang diyakini telah ada sebelum abad kesembilan masehi.

Berbagai penelitian terbaru yang berkembang di universitas-universitas terkemuka di dunia tahun-tahun terakhir ini, makin menebalkan keyakinan bahwa dulunya Mandailing bangsa yang amat maju. Pasar Pakantan misalnya, pernah menjadi pusat transaksi pedagang-pedagang mancanegara untuk berbagai komoditas hasil bumi.

Kopi produk Mandailing sampai saat ini amat terkenal di Eropah dengan puluhan label yang sama-sama mengatasnamakan kopi asal Mandailing. Selain itu, sekolah keguruan Kweekschool Tano Bato yang dikelola Willem Iskander, pernah menjadi pembicaraan penting di Belanda karena kemajuan pendidikannya.

Dan yang paling mengejutkan adalah hasil penelitian prof. Uli kozok dari Universitas Hawai yang baru-baru ini mengatakan bahwa rumpun bahasa Tapanuli berasal dari Mandailing yang menyebar ke arah utara.

Natal pernah menjadi pelabuhan internasional untuk berbagai komoditas ekspor dan menjadi pusat persinggahan kapal-kapal dagang mancanegara. Jejak multatuli, Sutan Syahrir, Sutan Taqdir Alisyahbana, dan lain-lain, menunjukkan betapa besar dan bermartabatnya kabupaten ini.

“Karena itu, kita sepatutnya menjadi miris, manakala menyadari bahwa kontekstualitas kita hari ini, ternyata belum mampu membangun kawasan ini sebagaimana kejayaan yang dimilikinya di masa kolonial. Ada kontradiktif yang signifikan antara cita-cita bersama kita, dibandingkan dengan lambannya akselerasi capaian-capaian yang telah kita raih,” ujarnya.

Atas dasar itu, dia berharap bahwa dalam periode terakhir pengabdian DPRD tahun ini, kiranya capaian-capaian yang masih bisa dilakukan, dapat memberi kontribusi bagi pertumbuhan Kabupaten Mandailing Natal.

Sangat disadari bahwa kawasan ini memiliki potensi yang luar biasa, baik potensi sumber daya alam, maupun sumber daya manusia. Berbagai potensi itu idealnya dapat dikatrol untuk akselerasi kemajuan Mandailing Natal. Potensi pertambangan, kehutanan, perkebunan, pariwisata, budaya, dan lain-lain, sepatutnya terkelola dengan baik untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Anak-anak didik dan pemuda Madina yang luar bisa potensinya, idealnya diberi ruang untuk menjadi lebih hebat. Guru-guru yang berprestasi sepatutnya juga diberikan ruang untuk mengembangkan potensinya, karena merekalah investasi masa depan Madina yang sebenarnya.

Dia berharap momen HUT Madina ini seharusnya menjadi awal bagi Madina untuk memaksimalkan tugas dan fungsi masing-masing kelembagaan agar bekerja atas mainframe kemajuan itu.

Lima belas tahun Mandailing Natal memang telah banyak mengubah wajah kawasan ini dibandingkan dengan masa sebelum pemekaran. Berbagai kemajuan pembangunan tampak di berbagai bidang, baik pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain.

Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar