Home / Seputar Madina / Sasaran Tanam Padi Madina Capai 36.964 Hektare

Sasaran Tanam Padi Madina Capai 36.964 Hektare

Panyabungan. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menargetkan sasaran tanam padi tahun 2012 seluas 36.964 hektare, termasuk di antaranya padi sawah dan padi gogo atau padi darat. Sementara, target panen produksi mencapai 34.948 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madina Taufik Zulhendra Ritonga melalui Kasubbag Program Dinas Pertanian Rizal Harahap kepada wartawan, Senin (23/1) di Panyabungan mengatakan, dari luas sasaran tanam seluas 36.964 hektare itu untuk padi gogoh seluas 1.217 hektare dengan target produksi sebanyak 1.206 ton.

Sementara jagung 36.993 hektare dengan target produksi 182.739 ton dan kedelai seluas 1.203 hektare dengan target produksi mencapai 1.343 ton. “Memang kalau kita hitung jumlah areal rencana tanam lebih luas dibandingkan hasil yang akan kita capai pada tahun 2012 ini. Ini disebabkan banyaknya masyarakat yang melaksanakan penanaman di bulan Oktober, November dan Desember, sehingga hasil yang akan diperoleh tidak bisa lagi kita hitung untuk panen 2012 ini, melainkan untuk tahun yang akan datang,” jelasnya.

Dari sasaran tanam padi selama tahun 2012 ini diharapkan dapat meningkat, karena selama tahun 2011 yang lalu ada membuka areal persawahan di wilayah pantai barat sehingga di tahun-tahun yang akan datang produksi padi terus meningkat. “Tahun 2011 lalu hasil panen padi sawah kita mencapai 47,72 kwintal per hektar, kita mengharapkan di tahun 2012 ini hasil panen padi sawah kita meningkat menjadi 50 kwintal per hektarnya, dan diharapkan setiap tahun dapat meningkat,” ujar Rizal.

Sementara untuk sasaran tanaman ubi kayu pada tahun 2012 ini Rizal mengatakan, seluas 283 hektare, target produksi sebanyak 280 ton, ubi jalar 154 hektare, target produksi 149 ton, kacang tanah 460 hektare, target produksi 447 ton dan tanaman kacang hijau seluas 177 hektare, dengan target produksi sebanyak 176 ton.

Rizal menjelaskan, kenaikan produksi padi sebelumnya telah dilakukan evaluasi oleh Distan Madina. Kemudian, disepakati antara pihak dinas/instansi terkait, pemerintah daerah dan petani pedesaan.“Berdasarkan hasil evaluasi tanaman padi selama beberapa bulan belakangan ini, ternyata memperoleh produksi panen yang cukup maksimal,” ungkapnya. ( zamharir rangkuti.medanbisnis)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar