Home / Seputar Madina / Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

Satu Situs Candi Ditemukan di Mandailing Natal

Askolani dan tim Tympanum Novem   saat memeriksa bongkahan material situs di hutan Simaninggir

Askolani dan tim Tympanum Novem
saat memeriksa bongkahan material situs di hutan Simaninggir

SIABU (Mandailing Online) – Satu lokasi yang diduga satu situs candi ditemukan di hutan Simaninggir, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Bongkahan jenis batu bata itu ditemukan Budayawan Mandailing dari Tympanum Multi Media, Askolani Nasution dan kawan-kawan, Jum’at (25/12).

Lokasi temuan berada pada titik koordinat 1.021337, 99.502128. Titik situs ini awalnya ditemukan para pekerja jalan ketika ada aktivitas pembukaan jalan hutan di kawasan itu. Oleh pekerja dan penduduk setempat melaporkannya kepada Askolani Nasution.

“Bongkahan ini diyakini bersumber dari kedalaman tiga meter. Bongkahan terdiri dari dua jenis bata dan batu andesit. Ukuran bata sama dengan ukuran pada jenis candi Budha klasik,” ungkap Askolani dalam satu statusnya di akun facebook.

Dikataknnya, dengan bantuan penduduk setempat, dia dan kawan-kawan akhirnya menemukan beberapa bongkahan batu candi tersebut. Sebelumnya, setahun lalu, para pemburu kambing hutan juga telah melaporkan kepada Askolani tentang adanya gundukan batu tersusun di kawasan hutan Simaninggir.

Laporan pemburu kambing hutan itu diyakini mengandung kebenaran, sebab berdasar hipotesa arkeolog Amerika Serikat Uli Kozok soal adanya kemungkinan situs candi di kawasan hutan antara Siabu dengan Padang Lawas mengikuti arah garis Candi Siwa di Simangambat, siabu dengan Candi Bahal serta candi lain di kawasan Padang Lawas.

“Saya meyakini, dengan jarak 1 kilo meter sebelah Utara dari Candi Siabu dan 3 kilom meter dari Candi Siwa Simangambat, kawasan ini patut diduga menjadi satu kawasan Cagar Budaya yang memerlukan penelitian tindak lanjut,” katanya.

“Asumsi awal saya, situs ini makin menguatkan bahwa di kawasan ini pernah hidup satu kebudayaan Hindu-Budha masa abad 9-10 masehi. Beberapa bongkahan kami ambil sebagai sampel untuk uji materi nanti. Dokumentasi yang layak belum dapat kami lakukan. Tapi ini membuat saya kaget karena lokasi berada di atas bukit, ujarnya.

Editor  : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. Luar biasa, akan bermanfaat utk sejarah Mandailing.

Silahkan Anda Beri Komentar