Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Sebut Batak Mandailing, Presiden Jokowi Diprotes Warga Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Mar 2019
  • print Cetak

Sejumlah pemuda Mandailing membentangkan spanduk di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/3/2019) memprotes Presiden Jokowi soal pernyataan Batak Mandailing

 

JAKARTA (Mandailing Online) : Warga Mandailing di Jakarta memprotes Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait pernyataan Batak Mandailing.

Aksi protes berlangsung di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/3/2019) dengan menggelar spanduk panjang bertulis : “Tuan Presiden, Mandailing Bukan Batak”.

Protes itu dilakukan menyusul adaya pernyataan Presiden RI Joko Widodo melalui akun resmi facebook– nya yang menyebutkan “Batak Mandailing”. Diposting pada Minggu (17/3-2019), pukul 09.17, usai melakukan kunjungan kerja di beberapa tempat di Sumut.

“Kami ingin menegaskan kepada dunia berdasarkan sejarah Mandailing adalah suku yang mandiri dan tidak ada sangkut-pautnya dengan batak. Kami protes keras pernyataan presiden melalui halaman facebook-nya. Tidak pernah ada istilah “Batak Mandailing”, yang benar adalah Mandailing,  tanpa embel-embel suku apa pun,”  ujar Khoirur Rijal Nasution, koordinator aksi yang dikutip Beritahuta.com.

Mewakili teman-temannya, putra Hutabargot, Madina,  yang juga alumni Universitas Bung Karno Jakarta ini,  meminta presiden hati-hati dalam pengelolaan akun resmi pemerintah. Apalagi menyangkut keberadaan suku-suku yang ada di Sumut dengan label batak.

Sebab hal ini berpotensi menyulut keresahan dan amarah publik dan terkesan tidak menghargai  eksistensi kemajemukan suku-suku yang ada di Sumut. “Ini bagian dari awal aksi kami sampai Pak Presiden mengoreksi  postingannya,” katanya.

Foto beberapa anak muda yang sedang membentang spanduk panjang bertuliskan, “Tuan Presiden, Mandailing Bukan Batak,”  itu sekarang sedang ramai dibicarakan di media sosial yang dihuni kalangan orang Mandailing.

Berbagai komentar pengguna WhatsApp, FB dan lainnya muncul. Mereka umumnya menyatakan kecewa atas pernyataan Jokowi.

“Semoga kejadian ini meningkatkan rasa kekerabatan dan kekompakan kita orang Mandailing dimana pun berada,” kata Arsyad Lubis melalui grup WhatsApp Mandailing Godang.

Screenshot_akun fb Presiden Joko Widodo

Berikut postingan Jokowi melalui fb tersebut,  “Saya dan ibu negara menghadiri pagelaran budaya lintas etnis Provinsi Sumatera Utara di Stadion Teladan, Kota Medan, Sabtu kemarin. Kami mengenakan pakaian adat Melayu.

Sumatera Utara ini miniaturnya Indonesia. Di dalamnya ada berbagai suku, dari Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Toba, Melayu, Nias, hingga etnis India dan Tionghoa. Agamanya pun berbeda-beda: Islam, Katolik, Hindu,Budha, dan Konghucu.

Meski begitu majemuk, dalam sejarahnya tak ada perpecahan mau pun pertikaian di Sumatra karena perbedaan itu,

Horas, majuah-juah. Juah-juah. Ya ahowu.”

Selain redaksional di atas, Jokowi juga menyertakan sebuah foto sedang di atas panggung mengenakan pakaian adat melayu sembari menyalami sejumlah massa.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Beritahuta.com, aksi protes ini akan meluas jika presiden tidak cepat mengoreksi pernyataannya.

Sejumlah masyarakat Mandailing di sejumlah daerah sedang menggalang dana untuk membuat spanduk protes. Bahkan, perantau Mandailing yang di luar negeri juga tidak mau ketinggalan.

Sumber : Beritahuta.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendiknas: Pendidikan Berbasis Pengembangan Berkelanjutan Penting

    Mendiknas: Pendidikan Berbasis Pengembangan Berkelanjutan Penting

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Yogyakarta : Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, pendidikan berbasis pengembangan berkelanjutan atau menghargai lingkungan dan alam penting untuk segera dilakukan. “Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berkomitmen menanamkan nilai-nilai pengembangan berkelanjutan pada semua jenjang pendidikan formal, informal, dan nonformal,” katanya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu [12/01]. Menurut dia pada konferensi Regional […]

  • Tak Berkategori

    Cerita Penangkapan Bupati Mandiling Natal di Rumah Persembunyiannya

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (Mandailing Online) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara. Hidayat ditangkap di sebuah rumah persembunyian bersama tiga orang lainnya. Informasi yang dikumpulkan, setelah proses penangkapan Plt Kadis PU Kabupaten Mandailing Natal, Khairil Anwar dan seorang swasta berinisial Surung Panjaitan Selasa (14/5), penyidik mencari tahu keberadaan Hidayat. Bahkan KPK juga […]

  • Korupsi DAK 11 Milyar Kian Terbongkar, Pejabat Dinas Pendidikan Madina Perang Dingin

    Korupsi DAK 11 Milyar Kian Terbongkar, Pejabat Dinas Pendidikan Madina Perang Dingin

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Heboh! Kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal kian menghebohkan. Para pejabat di instansi itu mulai perang dingin menyusul kian terkuaknya indikasi korupsi dana DAK mencapai 11 miliar Rupiah tahun 2020. Kasus dugaan korupsi ini mencuat setelah kalangan mahasiswa beberapa kali berunjukrasa di Kejati Sumut meminta pengusutan proyek-proyek fisik […]

  • Harlan Batubara Harus Buka Nama Pejabat Penerima Aliran Dana Terminal

    Harlan Batubara Harus Buka Nama Pejabat Penerima Aliran Dana Terminal

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Perhubungan Madina, Harlan Batubara dihimbau agar mengungkapkan kepada siapa saja aliran dana penggelembungan dana pembelian lahan terminal Panyabungan. “Janganlah Pak Harlan dan pak Zulalikan (PPTK  di Dinas Perhubungan) saja yang menangung resiko, pasti ada pejabat diatasnya yang terlibat,” kata Abdul Mukmin Pulungan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Rabu (6/4/2016) […]

  • Ulu Pungkut Siapkan Festival Gordang Sambilan

    Ulu Pungkut Siapkan Festival Gordang Sambilan

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal saat ini tengah mempersiapakan Festival Gordang Sambilan dan Moncak yang rencananya dilaksanakan pada 23 hingga 24 Agustus. Lokasi festival akan berlangsung di pelataran Bagas Godang, Desa Huta Godang, Ulu Pungkut. Festival ini bersegmen festival rakyat, karena diselenggarakan oleh rakyat dalam upaya pelestarian dan pengembangan […]

  • Pasokan Sulit Jadi Penyebab Harga Cabai dan Bawang di Madina Naik

    Pasokan Sulit Jadi Penyebab Harga Cabai dan Bawang di Madina Naik

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sulitnya pasokan bawang dan cabai menjadi penyebab naiknya harga 2 bahan poko ini di Mandailing Natal( Madina ). Pantauan pasar sendiri, harga cabai merah naik hingga Rp.25.000 / kg nya. Sedangkan harga bawang merah naik Rp.8000/ kg. ” cabai merah Rp. 70.000 /kg, sebelumnya hanya Ro.45.000 saja. Untuk harga bawang merah […]

expand_less