Home / Seputar Madina / Sejarah Toge Taing Tumpat

Sejarah Toge Taing Tumpat

Pernah Dicicipi Amin Rais

toge 030413aPANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini.

Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari cendol, lupis, pulut merah dan disiram dengan kuah santan dan gula aren. Rasanya sangat manis dan nikmat. Bagimana sejarah toge Taing Tumpat ini sampai populer?

Roilah atau yang sering dipanggil Ibu Butet saat ini meneruskan usaha jualan Toge Taing Tumpat di pasar baru Panyabungan. Roilah adalah kemenakan dari Taing Tumpat.

Kepada Mandailing Online, baru baru ini Roilah menceritakan berjualan toge tersebut dilakukan secara turun temurun. Usaha ini dirintis pada era 1940-an oleh neneknya bernama Taing. Pada tahun 1950-an usaha dilanjutkan Umak Kosim, anak perempuan dari Taing.

Pada era 1980-an usaha tersebut dilanjutkan oleh Fateah atau yang sering dipanggil Taing Tumpat. Sejak Fateah melanjutkan jualan orang tuanya itu, toge mereka makin terkenal dan mengalami kepopuleran dengan sebutan Toge Taing Tumpat.

Ketika Fateah meninggal dunia pada tahun 2009 silam, banyak penggemar toge Taing Tumpat yang terkejut dan merasa kehilangan, bukan saja di Mandailing Natal, tetapi juga di Sumatera Utara.

Sejak Fatiah wafat, usaha berjualan toge tersebut dilanjutkan oleh Bu Butet hingga sekarang. Bu Butet adalah adik kandung Fatiah.

Meski banyak penjual toge di Panyabungan, namun keterkenalan toge Taing Tumpat tak pudar hingga kini. Dan boleh dikata semua yang pernah menjadi bupati Madina hingga era Hidayat Batubara sudah pernah berkunjung ke warung toge Taing Tumpat yang berada di bagian belakang pasar baru Panyabungan.

Samsul Arifin saat mencalon gubernur Sumut juga pernah mencicipi toge di warung Taing Tumpat tersebut. “.”Bapak Amin Rais waktu berkunjung ke Mandailing Natal, semasa beliau ketua PAN, sudah pernah mencicipi toge kita di warung ini,” ungkap Rolah. (ani)

Comments

Komentar Anda

3 comments

  1. Toge !!! memang makanan ini tidak asing lagi di daerah Mandailing karena enaknya barang kali maka sering ada ungkapan bagi orang mandailing ” Diambang kodo songon namangan Toge i ” kata orang sebagai ungkapan bagi orang yang menganggab enteng terhadap sesuatu, itulah salah satu ungkapan yang menunjukkan bahwa Toge tersebut memang enak , kalau di kota besar misalnya Medan ada juga itu yang menjual makanan jenis Toge ini. kalau di kota misalnya ada namanya es campur , Es cendol, yang mirip mirip dengan Toge ini ,tapi rasanya mungkin berbeda , saya teringat dengan Taing Tumpat dulu sewaktu dia berkunjung ke Campus USU kebetulan waktu itu saya masih kulliah di USU , bertemu dengan Taing Tumpat tapi saya waktu itu tidak mengenal dia dan dia memperkenalkan diri sama saya dan berpesan ” kalau pulang kampung nanti ke Panyabungan tolong singgah dikedai kami di pasar , sebut saja nama saya Taing Tumat katanya ” semua orang sudah hampir kenal sama saya katanya, maka setelah beberapa tahun berlalu sewaktu saya berjalan jalan di pasar Panyabungan saya coba apa yang dikatakan oleh Taing Tumpat dulu dan saya tanyakan lah orang di pasar ,” Dimana disini kedai Taing Tumpat saya bilang sama orang yang ada do pasar itu” jawabannya lain yang saya terima ” Nalain ma bayoon ” kata orang tersebut , dan saya bertanya lagi ” Kenapa lain ” saya bilang , ” sudah meninggal itu ” katanya singkat. maka barulah tahu saya rupanya beliau telah meninggal dunia maka gagallah saya hendak mencicipi Toge Taing Tumpat tersebut. dan saya mendengar juga dari warga di pasar Toge Taing Tumpat sekarang ini pun rasanya masih sama dengan yang dulu. maka pada hari pekan saya coba kembali mencari Toge Taing Tumpat itu di pasar pada hari kamis kebetulan hari pekan di Panyabungan.ternyata enak karena didukung oleh teriknya matahari siang itu maka segala makanan yang manis juga terasa enak.

  2. Toge !!! memang makanan ini tidak asing lagi di daerah Mandailing karena enaknya barang kali maka sering ada ungkapan bagi orang mandailing ” Diambang kodo songon namangan Toge i ” kata orang sebagai ungkapan bagi orang yang menganggab enteng terhadap sesuatu, itulah salah satu ungkapan yang menunjukkan bahwa Toge tersebut memang enak , kalau di kota besar misalnya Medan ada juga itu yang menjual makanan jenis Toge ini. kalau di kota misalnya ada namanya es campur , Es cendol, yang mirip mirip dengan Toge ini ,tapi rasanya mungkin berbeda , saya teringat dengan Taing Tumpat dulu sewaktu dia berkunjung ke Campus USU kebetulan waktu itu saya masih kulliah di USU , bertemu dengan Taing Tumpat tapi saya waktu itu tidak mengenal dia dan dia memperkenalkan diri sama saya dan berpesan ” kalau pulang kampung nanti ke Panyabungan tolong singgah dikedai kami di pasar , sebut saja nama saya Taing Tumat katanya ” semua orang sudah hampir kenal sama saya katanya, maka setelah beberapa tahun berlalu sewaktu saya berjalan jalan di pasar Panyabungan saya coba apa yang dikatakan oleh Taing Tumpat dulu dan saya tanyakan lah orang di pasar ,” Dimana disini kedai Taing Tumpat saya bilang sama orang yang ada do pasar itu” jawabannya lain yang saya terima ” Nalain ma bayoon ” kata orang tersebut , dan saya bertanya lagi ” Kenapa lain ” saya bilang , ” sudah meninggal itu ” katanya singkat. maka barulah tahu saya rupanya beliau telah meninggal dunia maka gagallah saya hendak mencicipi Toge Taing Tumpat tersebut. dan saya mendengar juga dari warga di pasar Toge Taing Tumpat sekarang ini pun rasanya masih sama dengan yang dulu. maka pada hari pekan saya coba kembali mencari Toge Taing Tumpat itu di pasar pada hari kamis kebetulan hari pekan di Panyabungan.ternyata enak karena didukung oleh teriknya matahari siang itu maka segala makanan yang manis juga terasa enak. kalau di Batam yang biasa menjual Toge adalah Bapak COKEN di Belakang RS Awal Bross inipun banyak peminatnya di kota Batam ini bahkan masyrakat Mandailing berdatangan dari segenap penjuru di Batam ini, dan sambil bertemu dengan orang orang mandailing yang merantau di batam ini sambil makan TOGE COKEN asyik juga .

  3. ulang lupa ita ima tu kampungta mandailing,ijia sajope ita sannari,aha sajope jabatanta

Silahkan Anda Beri Komentar