Home / Seputar Madina / Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

mandailing malaysia di tanah leluhur 231112
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kunjungan kali ini memiliki makna banyak dalam usaha mempererat hubungan persaudaraan antara etnis Mandailing di Malaysia dengan saudara mereka di tanah leluhur Mandailing yang sudah lama terpisahkan oleh dua negara,” kata Kuasa Perwakilan Mandailing Malaysia di Madina, Dahlan Batubara, Jum’at (23/11).

Kunjungan silaturrahim sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia itu dipusatkan di Desa Alahan Kae, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at (23/11).

Rombongan dipimpin Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysi, Ramli Abdul Karim Hasibuan. Kunjungan kali ini membawa rombongan dengan jumlah peserta lebih banyak dari kunjungan sebelumnya.

“Program muhibbah itu juga sebagai peluang kepada etnis Mandailing yang berketurunan sudah hampir 200 tahun di tanah Semenanjung Malaysia, untuk menjejakkan kaki ke tanah leluhur mereka,” imbuhnya.

“Jadi, muhibbah ini sebagai upaya mengenali, menyayangi dan mencintai saudara mara mereka serta mendekatkan hati etnis Mandailing di Malaysia dengan saudara se-suku-nya di tanah leluhur yang selama ini dipisahkan oleh dua negara,” ungkap Dahlan.

Etnis Mandailing di Malaysia diperkirakan mencapai 600.000 jiwa tersebar di berbagai negara bagian, dan salah satu etnis di jajaran 9 etnis mayoritas di semenanjung Malaysia.

Kunjungan silaturrahim ini diharapkan terus berlangsung dalam upaya mempererat haubunagan kekeluargaan antara etnis Mandailing di Malaysia dengan etnis Mandailing di tanah leluhur Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Sambutan penduduk Desa Alahan Kae sangat meriah penuh keharuan dan rasa bahagia ketika bertemu dengan sauadara seetnis yang lama dipisahkan oleh jarak yang jauh. Sejumlah pagelaran adat dan kesenian Mandailing disuguhkan dalam memeriahkan sambutan itu.

Kaum bapak, kaum ibu dan muda mudi terlihat ramai menyambut kedatangan rombongan di hari yang sejuk itu. Para penduduk keluar dari rumah menyapa dan menyambut kedatangan rombongan.

Sejumlah kaum perempuan Desa Alahan Kae menyalami kaum perempuan dari Malaysia itu sebagai pertanda tumbuhnya rasa persaudaraan yang tinggi dan rasa sedarah yang menggebu.

Keindahan alam Ulu Pungkut serta aroma alam Mandailing turut membentuk ikatan hati antara Mandailing tanah leluhur dan Mandailing Malaysia di hari pertemuan yang memiliki berkat dan syarat makna tersebut.(mar)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar