Home / Seputar Tapsel / Sengketa lahan di Paluta ricuh

Sengketa lahan di Paluta ricuh


GUNUNGTUA –
Terkait sengketa lahan yang terjadi antara warga dengan PT Wonorejo Perdana di Ujung Gading, Kecamatan Simangambat Kabupaten Padanglawas Utara yang tak kunjung tuntas berujung kemarahan massa. Satu unit alat berat milik perusahaan PT Wonorejo Perdana dibakar massa, setelah buldozer tersebut melakukan perusakan lahan sawit masyarakat sehingga warga mengamuk.

Dari peristiwa itu, empat warga mengalami luka-luka. Sementara seorang warga, masih terkapar di dalam rumahnya di Ujung Gading Julu, Simangambat.

Mujiono, saksi mata peristiwa ini, mengatakan, alat berat yang digunakan PT Wonorejo diam-diam meratakan lahan sawit yang diklaim milik warga dengan pengawalan polisi. Padahal, menurutnya, lahan itu sudah ada yang dipanen dan ada yang siap dipanen.

“Sudah tidak ada ketidakadilan bagi kami. Seluruh pihak baik pemerintah daerah, DPRD apalagi Polisi berpihak kepada perusahaan ini,” kata Mujiono.

Massa yang melihat kesewenangan-wenangan perusahaan dan polisi pun tak tinggal diam. Mereka nekat menghadang buldozer. Akibatnya, ia dan tiga warga lainnya mengalami luka-luka akibat tertabrak alat berat itu.

Mujiono menambahkan, dia melihat beberapa rekannya jatuh pingsan. Warga lainnya pun mengamuk. Buldozer yang digunakan perusahaan ditinggalkan begitu saja oleh petugas. Kendaraan itu pun menjadi sasaran amuk massa hingga dijerumuskan ke dalam jurang.

Warga menuding pemerintah setempat hanya membela perusahaan, bukan rakyat. Karena belum ada tindakan yang efektif untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan itu.
Sumber : Waspadaonline

Comments

Komentar Anda