Home / Berita Sumut / Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat.
“Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah dimaksud seluas 7.300 hektare, bukan berarti demo-demo yang dilakukan warga dinilai sebagai satu sikap dan sistem yang benar. Sebab cara-cara seperti itu bisa saja tidak murni dan bisa dimanfaatkan para provokator yang mendasari niat tertentu, untuk satu kepentingan, seperti yang pernah diungkap kalangan DPRD Sumut,” kata Deddy Nasution, di Medan, Senin (13/2).

Tokoh pemuda Sumut yang akrab disapa Ucok Mawar ini menduga demo yang dilakukan warga karena ada memprovokasi. Ia khawatir hal itu bisa memperkeruh suasana di daerah yang belakangan terus bergejolak akibat berbagai sangketa, baik soal tanah ulayat maupun pertambangan.

“Diduga pergerakan warga tidak murni, karena didalangi satu perusahaan perkebunan di daerah itu. Tujuannya untuk mengambil lahan yang sedang diusahai sebuah perusahaan lain dengan pola memanfaatkan warga dan jika warga berhasil dalam pergerakannya, tanah yang diklaim warga sebagai tanah ulayatnya itu akhirnya justru dibeli oleh provokator. Jadi, ada kesan eksploitasi warga untuk kepentingan perusahaan,” kata Ucok.

Diungkapkannya lagi, politik adu-domba harus dihindari. Jika warga mendapatkan satu “ajakan”, maka demi kondusifitas daerah, hendaknya melakukan komunikasi kepada aparat pemerintah, seperti kades, camat dan aparat keamanan. Ini untuk mendeteksi kebenaran ajakan tersebut, sehingga bisa menghambat pergerakan yang lebih bersifat radikal.

“Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, diyakini perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada di kawasan Tapsel dan Madina secara terbuka dan lapang dada akan menerima dan mau membicarakannya secara prosedural dan damai. Yang pasti, jika kita mencintai daerah kita agar tetap tercipta situasi kondusif, sehingga aktivitas bekerja lancar tanpa hambatan, jangan mau terprovokasi,” ujarnya. (m fahmi.medanbisnis)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar