Senin, 25 Mei 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
  • print Cetak

Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

 

Basyral Hamidi Harahap

Syekh Sulaiman yang lebih terkenal dengan Tuan Syekh Aek Libung pada tahun1905 dan wafat di Desa Aek Libung pada tahun 1970. Ulama bermarga Nasution ini lahir dan besar dalam keluarga ulama. Kakeknya, Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsabandy bin Mangindal bin Maharaja Manambir Mandailing, adalah seorang ulama tarikat. Ayahnya juga seorang ulama tarikat Naqsabandiyah bernama Syekh Syihabuddin bin Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsyabandy bin Mangindal bin Maharaja Mandailing, lahir tahun 1866. Ulama ini adalah murid dari Syekh Muhammad Ali Ridha ketika berkhalawat di Jabal Kubeis, Mekkah, pada tahun 1910.

Syekh Sulaiman menulis nama lengkapnya pada buku yang ditulisnya ialah Syekh Sulaiaman bin al-Allamah Syekh Syihabuddin bin Maharaja Manambin Mandailing.

Syekh Sulaiaman yang ahli hadis ini menulis buku Mabadi’u Mushthalah Hadist dicetak di Medan pada tahun 1960 oleh hadische Drukkerij.

Pendidikan Syekh Sulaiman mulai dari Sekolah rakyat, kemudian mengaji di Purb Baru sebelum belajar di Madrasah Darul Ulum Ad-Diniyah di Mekkah. Syekh Sulaiman belajar di Mekkah selama 15 tahun. Beberapa kawan seangkatannya ketika belajar di Mekkah antara lain: Syekh Ali Hasan Ahmad, Syekh Abdul Wahab Muaramais, Syekh Adnan Yahya di Medan, H. Miskuddin di Medan dan Syekh Ja’far Abdul Wahab di Padangsidimpuan.

Prestasi ulama yang utama ialah mendirikan pondok parsulukan di Aek Libung, Angkola Jae. Pernah juga mengelola Madrasah Asy-Syihabiyah di Sayurmatinggi.

Ada beberapa informasi tentang daerah asalnya, ada yang mengatakan dari Mandailing, ada yang mengatakan dari Singkuang, Pantai Barat Madina dan ada pula yang mengatakan bahwa leluhurnya berasal dari Desa Sigorbus di sibuhuan kemudian pindah ke Matondang. Nama kakek dari kakeknya, Maharaja Manambir (Manambin?Penulis) Mandailing, memberi indikasi bahwa Syekh Sulaiman berasal dari Mandailing. Wallahu a’lam bis Sawab.

Syekh Mahmud Aek Koboran, Tombang Bustak, naik haji pada tahun 1902 dan menuntut ilmu selama 8 tahun di Mekkah. Ia adalah putera Sutan Porang gelar Haji abdul Rahim dari Desa Manambin. Sutan Porang orang Mandailing pertama yang menunaikan ibadah haji pada tahun 1850.

Syekh Abdul  Hamid, Hutapungkut Jae, pada tahun 1895 kembali ke desanya dari Mekkah setelah sepuluh tahun belajar di kota suci Mekkah. Ualam besar ini terkenal sebagai ahli fiqh. Karena penguasaannya atas kitab Sabilal Muhtadin, ia digelar murid-muridnya Syekh sabilal. Murid-muridnya datang dari Kotanopan sekitarnya. Ia mengajar di beberapa desa antara lain Kotanopan, Hutapungkut, Tamiang. Muara Botung dan sekitarnya.

Dua orang muridnya yang terkemuka adalah Syekh Musthafa Husein dan Syekh Mahmud fauzi dari Batangtoru. Ia mendirikan masjid di Hutapungkut Julu yang ada pada masa pergerakan nasioanl sering dipakai sebagai tempat rapat-rapat politik, bahkan kelak rumahnya dijadikan kantor Prtindo dan Pesindo.

Syekh abdul wahab, Muaramais Jambur, belajar di Mekkah kemudian kembali ke desanya Muaramais Jambur. Ia mengadakan pengajian rutin di rumahnya, kemudian pada tahun 1989 mendirikan pesantren Darul Ulum di desa itu. Sepeninggalnya pesantren ini di pimpin oleh puteranya, Syekh Mawardi.

Syekh Husin Nasution (1866-1932) lahir di Huraba Kecamatan Siabu. Pada tahun 1890 naik haji dan belajar di Masjidil Haram selama tujuh tahun. Dalam perjalan pulang ke Mandailing, Syekh Husin Nasution, ditawari oleh teman seperguruannya ketika kembali dari Mekkah untuk berdiam beberapa tahun di Negeri Perak. Mereka aktif membina pondok pergurun Islam di Perak. Mereka berhasil memajukan pondiok itu, terbukti dengan banyaknya orang yang belajar di pondok tersebut.

Syekh Husin Nasution menikah dengan gadis asli Melayu di Perak, bernama Zainab. Mereka dianugrahi dua orang putera bernama Abdul Malik san Ahmad Zein. Kaum kereabat Syekh Husin Nasution datang ke Perak untuk mengajaknya kembali ke kapung halaman Huraba. Isterinya tidak bersedia ikut. Setelah bermukim lima tahun di Perak, Syekh Husin Nasution kembali ke Huraba, kemudian menikah dengan gadis sekampungya, Masdaur, yang melahirkan seorang putera dan tiga orag puteri, masing-masing: Asmah, Halimah dan Abdul Jawad Nasution.

Setibanya di Huraba pada tahun 1902, Syekh Husin Nasution mendirikan Pondok Huraba. Muridnya datang dari berbagai penjuru anatar alain: Siabu, Barumun dan Padang Sidimpuan. Setelah mengasuh Pondok Huraba selama 24 tahun. Syekh Husin nasution pindah ke Padangsidimpuan dan mengajar di Masjidil Raya Lamo. Nasution di Kantin, Padangsidimpuan. Beberapa orang di anatar muridnya anatar lain: Haji Abdul Wahab, Ratal, Haji Abdul Gani, Haji Kari, Haji Shomad dan Syekh abdul Manan Siregar.

Dakwah Syekh Husin Nasution di Padangsidimpaun adalah memberantas kemungkaran termasuk adat istiadat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Ulama ini wafat pada tahun 1932 dalam usia 66 tahun. Sesuai wasiatnya, ia dimakamkan di kampung halamannya, Huraba, Kecamatan Siabu. (bersambung / dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musa Rajekshah Resmikan Masjid Raya Al-Musannif Desa Tabuyung

    Musa Rajekshah Resmikan Masjid Raya Al-Musannif Desa Tabuyung

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS  (Mandailing Online) – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah meresmikan Masjid Raya Al-Musannif, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Minggu (26/9/2021). Ini masjid ke-24 dari 99 masjid Al-Musannif yang akan dibangun oleh Yayasan Haji Anif. Kehadiran Ketua DPD Golkar Sumut ini mendapat sambutan antusias dari warga Muara Batang Gadis, terutama […]

  • Beritakan SPBU di Lingga Bayu, Jurnalis TVRI dan StarNews di Teror

    Beritakan SPBU di Lingga Bayu, Jurnalis TVRI dan StarNews di Teror

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Seorang jurnalis TVRI merangkap jurnalis StartNews.co.id, Agus Salim Hasibuan, mendapat teror dan intimidasi dari seseorang yang diduga bernama Pian, warga Aek Garingging, Desa Dalan Lidang, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (10/8/2024). Intimidasi itu berkaitan dengan pemberitaan SPBU 15229022 Kecamatan Linggabayu yang ditengarai menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis […]

  • Harga Cabai Merah di Madina Melonjak

    Harga Cabai Merah di Madina Melonjak

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Setelah sempat turun ke level Rp 10.000 per kilogram (kg), harga cabai merah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini kembali naik 100% hingga mencapai Rp 20.000 per kg. Demikian hasil pantauan MedanBisnis, Rabu (3/11), di Pasar Baru Panyabungan, dan sejumlah pasar tradisional lainnya di Madina. Purnama (37), salah seorang pedagang kedai sampah warga Panyabungan […]

  • Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

    Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang […]

  • Harimau Muncul di Gutungtua, Pangguris Takut Mangguris

    Harimau Muncul di Gutungtua, Pangguris Takut Mangguris

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Harimau muncul di kebun kawasan Gunungtua raya Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Kemunculan jenis harimau Sumatera ini sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Akibatnya, banyak petani penyadap karet (pangguris) takut ke kebun menyadap karet (mangguris). Sejumlah warga Desa Gunungtua Julu dan Desa Gunungtua Lumban Pasir, Jum’at (21/6/2019) kepada Mandailing Online di […]

  • Pembangunan Transmisi Listrik PT.SMGP ke PLN Masih Tersendat

    Pembangunan Transmisi Listrik PT.SMGP ke PLN Masih Tersendat

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan jaringan transmisi 150 KV dari PT.SMGP ke Gardu Induk PLN masih tersendat. Soalnya, warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal masih belum menyetujui pemukiman mereka dilintasi jalur listrik tegangan tinggi itu. Sosialisasi yang diselenggarakan pihak PT. Sorik Marapi Geothermal Power kepada masyarakat Desa Purba Baru, Kamis (31/1/2019) […]

expand_less