Home / Pendidikan / Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR


SIPIROK-
Kepala SMKN 1 Sipirok Bandahara Spd mengaku siap mundur jika tidak berhasil membenahi kinerja di sekolah yang dipimpinnya. Namun, tetap saja ratusan siswa berunjuk rasa kemarin, bahkan mereka mogok belajar.
Pantauan METRO Senin (16/5) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa dengan pakaian putih abu-abu berbaris memanjang di pinggir jalan depan pintu gerbang sekolah yang terletak di Desa Padang Bujur.
Ratusan siswa menggelar aksi serupa pada Sabtu (14/5) lalu. Hanya saja kali ini, siswa terlihat lebih santai tanpa poster dan pengeras suara. Mereka sekadar berbincang-bincang satu sama lain. Akibat aksi tersebut, upacara bendera dan proses belajar mengajar tidak digelar sama sekali kemarin.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Ketua Komite Sekolah H Painan Siregar dan beberapa anggotanya hadir di sekolah. Selain itu, turut hadir belasan personel kepolisian dan anggota koramil untuk menjaga aksi siswa agar tetap berjalan aman.
Dari informasi yang dihimpun METRO dari beberapa siswa dan komite sekolah, para siswa hanya ingin menunggu kepala sekolah saja datang ke sekolah dan memberikan tepuk tangan dan sorakan. “Kami hanya ingin menunggu kasek,” ucap beberapa siswa.
Sekitar pukul 11.00 WIB, akhirnya secara berangsur-angsur para siswa meninggalkan barisan dan meninggalkan sekolah usai memberikan tepuk tangan setelah kasek datang.
“Mereka berangsur-angsur meninggalkan sekolah dan pulang setelah kepala sekolah datang bersama perwakilan dinas sekaligus membawa hasil UN. Situasinya aman,” kata Ketua Komite H Painan Siregar.
Sementara itu, Bandahara SPd kepada METRO, mengaku heran dengan aksi yang masih digelar siswa. Pasalnya, telah ada kesepakatan sebelumnya. “Saya heran dengan tindakan mereka. Pertanyaan mereka telah saya jawab semua, tapi mengapa mereka tetap menggelar aksi? Tapi saya salut dengan mereka. Saya yakin ke depan sekolah ini akan lebih mudah diterapkan berbagai disiplin dan saya siap menjalankan itu,” katanya.
Kabid Dikmenti Disdik Tapsel Drs Sultoni menambahkan, sesuai kesepakatan bersama dan sesuai instruksi Kadisdik Tapsel akan ditunggu paling lama 2 bulan ke depan pembenahanan yang dilakukan Kasek.
“Sesuai instruksi kadis dan berdasarkan kesepakatan bersama semalam, kalau memang kepala sekolah tak sanggup membenahi kinerja seuai dengan tupoksinya maka akan kita ambil tindakan tegas, tapi kiranya siswa harus memahami ini,” katanya.
Sekira pukul pukul 14.30 WIB, Kasek dan Kabid Dikmenti H Sultoni meninggalkan sekolah dengan mengendarai mobil toyota dengan pengawalan polisi.(ran)
Sumber |: |Metrotabagsel

Comments

Komentar Anda