Home / Seputar Tapsel / Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

Soal Oknum Polisi Pukuli Imam Salat Tarawih

Kapolres Tapsel: Pelaku Akan Diberhentikan


SIDIMPUAN, –
Kapolres Tapsel AKBP Rizal Engahu akan memberhentikan Bripka Sawal Harahap, oknum polisi yang memukuli M Nabis Batubara, imam salat tarawih, jika terbukti mengalami gangguan kejiwaan.

AKBP Rizal Engahu kepada METRO, Selasa (23/7), mengatakan, kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polres Psp. Dan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Psp AKBP Budi Hariyanto, untuk mengamankan anggotanya tersebut.

“Untuk masalah hukumnya saya sudah serahkan langsung kepada pihak yang bersangkutan, yaitu Polres Kota Psp. Saya juga sudah langsung berkoordinasi dengan Kapolres Psp untuk mengamankan pelaku. Kini, pelaku sudah ditahan di Lapas Salambue,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, mengenai permintaan masyarakat yang meminta pelaku untuk diberhentikan, menurutnya hal itu sah-sah saja karena masyarakat sudah merasa tidak nyaman atas kejadian tersebut.

Untuk itu, sambung kapolres, ia akan segera meminta anggotanya untuk melakukan pemeriksaan terkait adanya gangguan kejiwaan pada pelaku. Dan bila nanti terbukti, maka Rizal akan berkordinasi dengan pihak yang terkait untuk segera memroses pemberhentiannya.

“Akan segera kita periksa ia terlebih dahulu. Apapbila hasilnya memang sudah tidak bisa ditolerir maka saya siap memberhentikannya. Itupun dengan pertimbangan dari banyak pihak. Tapi akan saya koordinasikan kepada anggota untuk segera melakukannya,” pungkas kapolres.

Sebelumnya, kekhusyukan salat Tarawih di Masjid Nurul Iman, Kampung Darek Lingkungan I Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kamis (18/7) sekitar pukul 20.30 WIB, berubah gaduh dan berdarah. Penyebabnya, oknum polisi bernama Bripka Sawal Harahap (33) memukuli M Nabis Batubara (65) yang saat itu menjadi imam salat.

M Nabis Batubara, warga Kampung Darek, kepada METRO, Jumat malam (19/7), menceritakan kronologi kejadian. Malam itu, ia menjadi imam salat tarawih di Masjid Nurul Iman, yang berada tak jauh dari rumahnya. Di belakang Nabis, berbaris rapi saf makmum laki-laki dan perempuan.

Tiba-tiba, saat ia bangkit dari sujud dan hendak mengakhiri salat, dari arah sampingnya datang seseorang dan langsung memukulinya tanpa ampun. “Saya tidak tahu mengapa tiba-tiba masuk ke dalam masjid dengan cara melangkahi orang yang sedang salat.

Sehabis saya bangkit dari sujud, dan hendak menghabiskan dua rakaat pertama, tepatnya saat duduk tahiyat akhir, pelaku langsung memukuli saya hingga berdarah. Kini, wajah ini harus dijahit,” ujar Nabis sambil menunjukkan lukanya yang masih diperban.

Nabis menambahkan, saat dipukuli ia tidak melawan sama sekali. Ia hanya bisa pasrah menahankan rasa sakit di wajah yang bersimbah darah. Selanjutnya, beberapa makmum melerai dan membawa pelaku ke luar masjid.

“Saya terkejut dan tidak melawan sama sekali. Kemudian saya berdiri, dan melihat pakaian yang saya pakai sudah penuh dengan tetesan darah. Saya heran mengapa dia memukuli saya,” kata Nabis.

“Demi Allah tidak pernah saya berurusan dengan pelaku. Bicara sepatah kata pun tidak pernah, makanya saya bingung, tiba-tiba saja dia datang dan memukuli saya,” sambungnya.

Sofyan Saleh Nasution (50), seorang saksi menambahkan, saat kejadian ia menjadi makmum dalam salat tarawih itu. Ia berada persis di belakang korban.

Ia sempat melihat pelaku melewati jamaah dengan melangkahinya. Kemudian, pelaku berdiri di samping korban dan langsung menghantam dan memukuli korban dengan kedua tangannya seperti orang yang sedang kesetanan. (metro)

Comments

Komentar Anda

2 comments

Silahkan Anda Beri Komentar