Home / Seputar Madina / Sosok Amin Nasution di Mata Prof. Zulkarnain Lubis

Sosok Amin Nasution di Mata Prof. Zulkarnain Lubis

Prof.Dr. Zulkarnain Lubis (kiri), HM Amin Nasution (kanan)

 

MEDAN (Mandailing Online) – Ketua LBH Al-Amin, HM Amin Nasution dinilai sebagai sosok yang memiliki visi kerakyatan.

Itu diutarakan Prof. DR. Zulkarnain Lubis menjawab Mandailing Online via telefon seluler, Kamis (18/7/2019).

HM Amin Nasution,SH.MA dinilai sebagai seorang praktisi hukum yang telah banyak memberikan bantuan hukum kepada rakyat yang kurang mampu.

“Jiwa sosialnya sangat tinggi,” ujar Prof. Zulkarnain.

Profesor dari Universitas Medan Area ini menyatakan dia mengenal Amin Nasution sekitar tiga tahun lalu. Sosok yang rendah hati dan tidak sombong.

Di berbagai kesempatan perbincangan, dia memperoleh kesan bahwa  pendiri LBH Al-Amin itu memiliki perhatian yang kuat terhadap kampung halamannya Mandailing Natal.

Catatan Mandailing Online, HM Amin Nasution sejauh ini termasuk satu dari nama tiga figur yang mencuat sebagai bakal calon bupati Mandailing Natal (Madina) pada Pilkada 2020 yang akan memasuki tahapan pada September 2019.

Artikel terkait : Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

Baca juga : Lagi, LBH Al Amin Berangkatkan 4 Yatim ke SMK Penerbangan

 

Menurut Prof. Zulkarnain, HM Amin Nasution yang pernah menjabat di Mahkamah Agung ini layak masuk bursa kandidat bupati Madina.

Kebutuhan Madina sejauh ini bukan saja masalah sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, tetapi juga Madina masih mengahadapi banyak masalah hukum yang membutuhkan penanganan lebih tepat.

Meski begitu, menurut Zulkarnain yang pernah membidani pendirian SMA Plus Madina ini, semuanya tergantung kepada publik apakah merasa cocok dengan figur HM Nasution atau tidak, sebab pada akhirnya publik yang menentukan hak pilih di Pilkada nanti.

Prof. Zulkarnain juga menyatakan dia memiliki banyak kesamaan pandang dengan HM Amin Nasution terhadap berbagai dinamika di Madina. Terutama di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, ekonomi, terutama industri rumah tangga.

Pembenahan di sektor ekonomi misalnya, membutuhkan dukungan infrastruktur ke desa-desa agar mobilisasi ekonomi masyarakat lebih gesit sehingga posisi tawar petani menguat.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: