Home / Seputar Madina / SRI dan BPGC Dampingi Petani Kopi

SRI dan BPGC Dampingi Petani Kopi

 

ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sumatra Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) melakukan pendampingan terhadap para petani kopi enam desa di Kecamatan Ulu Pungkyt dan kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina).

Ke enam desa itu meliputi Desa Pagar Gunung, Aek Nangali,  Hatupangan, Hutagodang, Alahan Kae dan Desa Habincaran.

Demikian disampaikan Direktur SRI, Rasyid Assaf Dongoran kepada wartawan, Rabu (15/4).

Sejauh ini pihaknya masih mendampingi petani di enam desa akibat keterbatasan dana dan jumlah personil pendamping. Jika kelak dana sudah memadai maka akan ditambah jumlah desa yang akan didampingi.

Diungkapnya, pendanaan program ini bersumber dari program TFCA Sumatera yang merupakan program Debt Nature Swap antara pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat.

Sedangkan pelaksananya  adalah  Konsorsium SRI dalam rentang waktu 2015-2017 untuk propinsi Sumatera Utara.

“Salah satu program TFCA Sumatera ini adalah membantu petani Indonesia yang berada di pedesaaa pinggir hutan untuk mampu mengelola pertanian rakyat secara akrab lingkungan. Sehingga antara kepentingan ekologi dan ekonomi menjadi seimbang dan terjaganya kualitas alam dan meningkatnya perekomian masyarakat,” kata Rasyid.

Untuk Mandailing Natal, lanjut Rasyid, SRI akan fokus pada program pengembangan kopi. Pasalnya, peluang pasar kopi sangat menggiurkan dan dinilai mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi petani.  Selain itu,  kopi Mandailing sendiri telah diklaim oleh daerah lain, yang mengakibatkan petani kopi di Mandailing dan para penikmat kopi Mandailing dirugikan.

“Berangkat dari hal tersebut, maka kita akan bergerak membantu petani Mandailing melalui program TFCA Sumatera, namun butuh komitmen kuat dari pemerintah kabupaten dan pemerintah propinsi serta pihak swasta lainnya untuk bahu membahu menolong kondisi dan akserasi pertumbuhan produksi kopi Mandailing yang bermutu ekspor ke depan,” ujarnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor  : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar