Home / Seputar Madina / Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

Tambang Emas Hutabargot Longsor, 50 Orang Tertimbun

Panyabungan, (MO) – Tambang emas tradisional di Desa Hutabargot Julu, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut), Senin dini hari (5/2) longsor. Dikabarkan, sedikitnya 50 orang penambang emas tradisional tertimbun longsor, dan hingga Senin sore, masih belum dapat dievakuasi.

Lomo Lubis, salah seorang warga yang turut melakukan evakuasi, saat diwawancarai wartawan, mengatakan, kejadian longsor ditambang emas tradisional itu sekitar pukul 02.00 WIB Senin dini hari.

Evakuasi dan penggalian terus dilakukan oleh masyarakat yang tinggal disekitar lokasi tambang yang berjarak 12 jam dari Kota Medan itu. Baru satu penambang yang berhasil diangkat ke atas dalam keadaan tewas.

Lomo memerkirakan, dugaan awal longsor terjadi, karena kondisi tanah yang tidak kuat. Sehingga ketika longsong terjadi, puluhan penambang tidak bisa menyelamatkan diri. Diduga puluhan penambang berjumlah 50 orang ini, terjepit didalam lubang sedalam 140 meter, dan hingga Senin petang belum diketahui statusnya.

“Ini kami masih terus berupaya melakukan evakuasi, ” katanya dengan tergopoh-gopoh karena tengah melakukan bantuan pertolongan.

Benny, salah seorang Tim SAR yang turut melakukan upaya penyelamatan, menyatakan, upaya yang dilakukan saat ini adalah membongkar atau menggali lubang dari lokasi tambang tradisional warga lainnya.

Sebab jika harus menggali lubang yang tertimbun, maka membutuhkan waktu lebih dari dua hari. Sehingga upaya atau cara satu-satunya adalah menggali dari lokasi lubang penambang emas lainnya. “Ini masih dikomunikasikan. Kalau di izinkan, maka akan digali dari lubang tambang emas warga lainnya yang berdekatan, ” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, puluhan penambang emas tradisional itu berasal dari Desa Sigalapang, Desa Panyabungan, dan Desa Sabapadang.

Tambang emas Hutabargot sudah ada lebih dari 10 tahun. Meski sudah ada larangan dari Pemkab Madina, tetapi warga masih saja melakukan penambangan tanpa alat pengaman yang memadai. Kejadian ini sendiri bukan yang pertama kali terjadi. Namun diperkirakan longsor ini yang terparah.(Jurnas)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar