Sabtu, 25 Jul 2026
light_mode

Tentang Etek Do Mulo Ni Gondang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2013
  • print Cetak

Oleh: Edi Nasution

Dari atas dan lereng bukit-bukit yang terdapat di Mandailing, semenjak dulu hingga pada masa sekarang ini masih sering kita dengar sesuatu bunyi yang berirama mempesona dan menggelitik jiwa, yang pada gilirannya dapat memikat perhatian kita.

Suara apakah gerangan? Siapakah yang membunyikannya? Pertanda apakah gerangan? Dan berbagai pertanyaan lainnya yang melintas di dalam benak kita. Bunyi itu ternyata berasal dari hasil kreatifitas manusia yang sedang memainkan alat musik (emic view) yang terbuat dari bambu yang kita kenal dengan nama etek atau otuk.
.
Alat musik tersebut terbuat dari satu setengah ruas bambu (bulu soma) yang banyak ditemukan dalam hutan yang terdapat di bukit-bukit itu. Bambu yang dijadikan alat musik ini mempunyai diameter kurang lebih 18 cm dan pada bagian tengah tabung (tube) bambu dibuat lubang berbentuk empat persegi panjang, yang lebarnya 4 cm dan begitu pula panjangnya kurang lebih 35 cm.

Tube (tabung) bambu terdiri dari satu ruas dan kedua bongkolnya tetap dibiarkan utuh. Kurang lebih setengah ruas yang sisa ke samping dibentuk seperti huruf ’U’ dengan membuang bagian tengahnya. Bahagian bambu yang sisa pada sebelah atas dan bawah mempunyai lebar kurang lebih 4 cm. Dan yang lebih umum, di mana pada sebelah ruas lainnya dibentuk pula hal yang serupa, akan tetapi hanya untuk bagian atas saja, yang panjangnya sekitar 20 cm dan lebarnya kurang lebih 4 cm juga. Umumnya lapisan luar (kulit bambu) tidak dibuang, tapi ada juga alat musik etek yang semua bagian luar bambu yang dibuang, dan kemudian dibubuhi cat pewarna atau tidak dicat sama sekali.

Irama
Alat musik ini dimainkan secara horizontal yang melintang di hadapan musisinya dan agak miring karena diletakkan dilekukan pergelangan kaki kanan atau kiri (tergantung kebiasaan musisinya).

Etek dimainkan dengan ’stik’ yang terbuat dari bambu yang diraut bulat, di mana stik untuk irama konstan (2 buah) mempunyai diameter kurang lebih 1 cm dan panjangnya kira-kira 30 cm, sedangkan stik untuk ritmik peningkah (improvisasi) yang satu buah berdiameter kurang lebih 11/2 cm dan panjangnya 30 cm. Irama ritmik konstan dimainkan pada bagian yang berbentuk ’U’ dengan dua buah stik, sedangkan untuk irama peningkah pada tabung (tube) sebelah atas.

Sama halnya dengan cara meletakkan etek pada lekukan kaki sebelah kiri atau kanan, maka sebagai konsekuensinya akan merubah posisi irama konstan dan peningkah pada kedua tangan. Apabila etek diletakkan di lekukan kaki sebelah kanan, maka tangan kanan berfungsi sebagai pembawa irama konstan dengan dua buah stik, dimana stik yang terbawah akan mengetuk bagian dalam bentuk ‘U’ (bergerak ke atas dan ke bawah), sedangkan stik yang satu lagi hanya mengetuk bagian luar dari sebelah atas bentuk ‘U’ tersebut; seiring dengan itu, stik yang dipegang oleh tangan kiri sibuk pula memainkan ritmik peningkah.

Begitu pula sebaliknya apabila etek diletakkan di lekukan pergelangan kaki kiri, maka irama konstan terdapat di tangan kiri dan irama peningkah pada tangan kanan. Khusus mengenai teknik ini, menurut beberapa musisi etek, teknik yang umum dipakai adalah dengan ritmik konstan di tangan kanan dan ritmik peningkah di tangan kiri. Begitupun, ada pula yang mengatakan bahwa justru sebaliknyalah yang paling baik dalam memainkan instrument etek.

Seperti halnya cara memainkan etek yang telah disinggung di atas, dimana etek diletakkan dilekukan pergelangan kaki yang bertumpu kepada tumit kaki, sementara kaki yang satu ini dengan sendirinya membentuk sudut tumpul dan kaki yang satu lagi terlipat ke arah dalam. Begitu pula dengan tangan kanan (boleh juga tangan kiri) yang memegang dua buah stik untuk memainkan ritmik konstan, dimana satu buah stik diselipkan di antara jari tengah dan jari telunjuk, sementara stik yang satu lagi diletakkan di antara jari telunjuk dan ibu jari dan kemudian tangan yang memegang kedua stik itu dikepal. Tangan lain yang memainkan ritmik peningkah dengan sebuah stik yang digenggam.

Dapat ditambahkan bahwa pada sisi ruas lain umumnya dibuat pula bagian bambu yang lebih pula (seperti telah disinggung di atas), dan bagian ini biasanya dimainkan oleh orang lain dengan ritmik konstan dan variasi, dengan memakai stik yang sama besar dan bentuknya sama dengan stik peningkah.

Repertoar
alat musikal yang oleh masyarakat Mandailing dinamakan etek atau otuk ini, penamaannya yang demikian itu dikarenakan produk bunyi yang dihasilkannya ketika sedang dimainkan (tek … tek … tek … dan tuk … tuk … tuk …). Etek atau otuk ini dapat diklasifikasikan kepada slit drum, yang dimainkan pada saat seseorang menjaga ladangnya untuk mengusir rasa sepi, dan dapat juga dipergunakan untuk menghalau hama tanaman di ladang, misalnya seperti monyet, kera, tupai dan lain-lain. Biasanya etek ini dapat dijumpai di setiap sopo (gubuk) di ladang dan seringkali dimainkan pada siang hari.

Tidak jarang, antara sesama peladang di lereng-lereng bukit itu memainkan etek secara bersahut-sahutan, layaknya suatu alat komunikasi sesama mereka. Seseorang yang memainkannya mungkin bermaksud mengetahui apakah temannya sudah berada di ladangnya atau tidak. Apabila temannya itu ternyata berada di ladangnya, tentu ia akan membalas panggilan kawannya itu lewat permainan etek pula.

Bertolak dari apa yang dapat diamati melalui permainan etek pada masa sekarang ini, dalam seni pertunjukan etek dapat dimainkan hampir keseluruhan repertoar gondang yang terdapat di Mandailing antara lain seperti gondang moncak, porang, roba na mosok, udan potir dan sebagainya.

Dalam hubungan ini, banyak orang-orang tua di Mandailing mengungkapkan suatu istilah: etek do mulo ni gondang. Begitupun, apa yang disajikan dalam tulisan ini sangat dirasakan keterbatasannya dalam beberapa segi. Untuk itu marilah secara bersama-sama kita perbaiki. (sumber: Blog etek do mulo ni gondang/pernah dimuat dalam Harian Waspada tahun 1991)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Sementara Real Count Pilpres 2014

    Hasil Sementara Real Count Pilpres 2014

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Inilah hasil Sementara Pilpres 2014 update 21 juli 2014 bersumber dari DC , DB dan DA KPU pusat (http://pilpres2014.kpu.go.id/da1.php) yang telah dihitung team Redaksi MO. Dari beberapa Propinsi sudah terlihat Pasangan Jokowi-JK telah jauh meninggalkan Pasangan Prabowo-Hatta. Informasi ini bisa menjadi data bandingan selagi menunggu hasil KPU Pusat untuk mengumumkan hasil Pleno Pilpres Besok (22/07/2014). […]

  • LBH Medan Siap Gugat Kapolri Dan Jajaran

    LBH Medan Siap Gugat Kapolri Dan Jajaran

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Wakil Direktur LBH Medan, Muslim Muis SH mengatakan, pihaknya selaku kuasa hukum Amdani Lubis dan Syarifuddin Lubis akan menggugat Kapolri terkait dengan penentuan status Daftar Pencarian Orang (DPO) serta Tersangka yang keliru ditetapkan oleh Polresta Madina. “Amdani sudah di lepas, sedangkan syarifuddin ditahan. Biar dilepas atau tidaknya Syarifuddin, kita akan menggugat itu, karena […]

  • Ini Pesan Atika di Pelantikan Pengurus Pemuda Muhammadiyah

    Ini Pesan Atika di Pelantikan Pengurus Pemuda Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh milenial Mandailing Natal (Madina) Atik Azmi Utammi Nasution menghadiri pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) periode amaliyah 2023-2027 di Aula Ladangsari, Gunungtua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Selasa (15/10/2024). Atika Azmi Utammi yang juga calon wakil bupati Madina nomor urut 2 berpasangan dengan H. Saipullah Nasution pada Pilkada 2024 terlihat begitu […]

  • Organda Madina Rencanakan Kenaikan Ongkos Angkutan 30 %

    Organda Madina Rencanakan Kenaikan Ongkos Angkutan 30 %

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Organda Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah merencanakan kenaikan ongkos angkutan antara 28 hingga 30 persen. Kebijakan tingkat kenaikan yang dirancang Organda (Organisasi Angkutan Daerah) Madina ini sesuai surat yang diterima dari Organda pusat yang memberi opsi kenaikan sebesar 30 persen, dengan catatan jika harga BBM sudah naik. “Rencana ongkos angkutan, baik […]

  • Mungkinkah Banwas Rekomendasi Pansus Palmaris Juga Menjadi Munafik?

    Mungkinkah Banwas Rekomendasi Pansus Palmaris Juga Menjadi Munafik?

    • calendar_month Rabu, 4 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara DPRD Mandailing Natal (Madina) membentuk Badan Pengawas Rekomendasi Pansus Palmaris pada Senin (2/5) pada rapat Paripurna DPRD Madina. Badan Pengawas (Banwas) ini berfungsi dan bekerja mengawasi atau melakukan pengusutan terhadap nasib Rekomendasi Pansus Palmaris. Rekomendasi Pansus Palmaris adalah rekomendasi Panitia Khusus DPRD Madina tanggal 3 Januari 2013 lalu yang merekomendasikan pencabutan […]

  • Siabu dan Malintang Butuh Mobil Pemadam Kebakaran

    Siabu dan Malintang Butuh Mobil Pemadam Kebakaran

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dalam 10 tahun ini, sudah sering terjadi peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Siabu. Salah satunya, di Kelurahan Siabu I yang menghabiskan satu unit rumah. Selain itu, kebakaran juga pernah melalap dua unit rumah di Desa Sihepeng, satu unit rumah di Desa Hutapuli, satu unit rumah di Desa Tangga Bosi. Terakhir, […]

expand_less