Home / Berita Sumut / Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek


Warga Duga Akibat Perambahan Hutan

MADINA-
Warga korban banjir bandang di lima desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Senin (29/11) lalu, menduga penyebab banjir karena adanya perambahan hutan di sekitar hulu Sungai Simpang Talap.

M Idris Nasution, warga Desa Manisak yang menjadi salah satu desa yang diterjang banjir banding, Kamis (2/12) mengatakan, baru kali ini terjadi banjir bandang yang telah menghanyutkan dan merusak puluhan rumah warga di kecamatan tersebut.

“Baru kali ini banjir sebesar ini terjadi di Ranto Baek. Kami yakin bahwa penyebab utamanya bukan karena hujan saja, namun akibat perambahan hutan yang terjadi selama ini,” sebut Idris, yang juga tokoh masyarakat Ranto Baek dan telah hidup di kecamatan tersebut selama 50-an tahun.

Sementara, Gundur Pulungan, juga warga Desa Manisak kepada METRO mengatakan, saat ini warga sudah mulai memperbaiki rumah masing-masing dan berupaya mencari puing-puing rumah yang tinggal dan bisa dipakai lagi.

“Sejak Selasa (30/11), warga sudah mulai membersihkan pemukiman dan rumah yang dipenuhi dengan Lumpur. Sebagian warga lagi memperbaiki rumah yang rusak dan mencari harta benda yang hilang yang masih mungkin bisa ditemukan,” ucap Gundur.

Menanggapi penyebab banjir bandang yang diduga akibat perambahan hutan, anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Golkar Plus, H Syariful Sarling SE, meminta Pemkab Madina meninjau ulang penyebab terjadinya banjir. Apabila benar yang dikatakan masyarakat bahwa penyebab terjadinya banjir adalah akibat perambahan hutan, maka Fraksi Golkar akan meminta Pemkab agar menindaklanjutinya.

“Soalnya sesuai pantauan kami dan laporan dari masyarakat bahwa penyebab utamanya (baniir banding, red) adalah akibat perambahan hutan,” sebut Syariful.

Golkar Bantu Korban Banjir

DPD Partai Golkar Madina mengaku prihatin dan berduka atas bencana banjir bandang yang terjadi di lima desa di Kecamatan Ranto Baek. Golkar pun memberikan bantuan berupa bahan makanan yang diserahkan langsung kepada warga korban bencana. Tidak hanya itu, DPD Partai Golkar juga membuka tiga unit Posko tanggap darurat sebagai wujud keprihatinan kepada warga. Bahkan, dua anggota DPRD Madina dari Partai Golkar sempat ikut bermalam di posko yang disediakan.

Bantuan yang diberikan DPD Golkar Madina kepada korban banjir, yakni beras sebanyak 500 kilogram, air mineral sebanyak 20 kotak, telur sebanyak 300 butir, dan mi instan sebanyak 60 kotak.

“Kita juga membuka posko di lokasi banjir untuk lebih mengetahui kebutuhan apa saja yang diinginkan masyarakat. Sebab hingga kini DPD Partai Golkar Madina masih melakukan penggalangan dana bantuan untuk diserahkan kepada korban banjir,” ungkap Syariful Sarling bersama Ir Wildan Nasution yang ikut bermalam di lokasi banjir bersama warga dan didampingi pengurus kecamatan Partai Golkar dari Kecamatan Linggabayu, Batang Natal, dan Ranto Baek

Diutarakan Sarling, hal itu dilakukan karena instruksi langsung dari Ketua DPD II Partai Golkar Madina, AS Imran Khaitami Daulay SH, agar tetap tanggap atas bencana di seluruh wilayah di Kabupaten Madina dan turut berbagi dengan masyarakat.

“Ini merupakan tindakan nyata program Partai Golkar yakni selalu berbagi dengan masyarakat dan tanggap dengan derita rakyat, karena suara Golkar itu merupakan suara rakyat,” tambah Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Partai Golkar Madina bersama Wakil Sekretaris DPD Golkar Madina, Mulyadi Nasution SPdI kepada METRO. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

Comments

Komentar Anda