Home / Seputar Tapsel / Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

Tewasnya Jenderal Spoor Diseminarkan

SIPIROK- Sejarah telah mencatat tewasnya Jenderal Spoor sangat berkaitan dengan upaya penembakan atau pembunuhan yang dilakukan tentera Belanda terhadap salah seorang pejuang asal Sipirok, Sahala Muda Pakpahan yang merupakan dalang utama dalam menghadang konvoi tentara Belanda di Jembatan Aek Kamibiri Simagomago.
“Jenderal Spoor merupakan panglima Belanda di Indonesia. Berdasarkan laporan, wilayah Sumut ketika itu sepenuhnya telah dikuasai Belanda, maka Jenderal Spoor ingin memastikan dengan menggunakan jalan darat. Namun, kenyataannnya, rakyat yang mengetauinya berupaya mengahadang dan terjadilah pertmpuran di jembatan itu lantas salah seorang petinggi yakni Jenderal Spoor terkena tembakan, dan akhirnya tewas,” katanya.
Hal ini dikatakan Ketua Umum pantia Seminar tentang tewasnya Jenderal Spoor di Aek Kambiri, Simago-mago, Sipirok, DR Fhilosopi Dharma Indra Siregar gelar Beginda Raja Gorga Pinayungan Jasomalap Sipirok Godang, Jumat (17/2) di Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok, Tapsel.
Katanya, tujuan seminar untuk mengenang jiwa patriotisme para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa dan mematrikannnya kembali dalam semangat generasi muda untuk menyongsong hidup ke depan. Juga sekaligus menggugah berbagai pihak untuk pentingnya mengenang sejarah perlawanan rakyat ketika itu dan setidaknya dijadikan bukti sejarah untuk anak cucu kelak.
“Duta besar Belanda untuk RI mendukung sepenuhnya pelaksanaan Seminar ini dan rencana yang setelah seminar ini,” kata Dharma Indra.
Seminar dibuka oleh tokoh masyarakat asal Tabagsel yang juga anggota DPR RI Chairuman Harahap. “Atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, seminar ini saya buka. Kiranya ide seminar strategis dalam mengungkap sejarah atas perlawanan rakyat terhadapa kolonialis ketika itu,”akatanya.
C hairuman juga berharap melalui seminar, kiranya memberikan arti dan makna perjuangan para pahlawan, agar sejarah mencatat dengan tinta emas perlawanan rakyat Sipirok dalam menghadang konvoi bersenjata lengkap sebagai bentuk perlawanan atas penjajah.
Direncanakan Seminar akan berlangsung selama 2 hari dengan nara sumber antara lain, DR Fhilosopi Dharma Indra Siregar, Drs H Muhammad TWH LVRI Sumut, Wara Sinuhaji Dosen Fakultas Ilmu Budaya USU, Sopyan Pakpahan (adik Kandung Sahala Muda Pakpahan).
Hadir dalam seminar itu utusan Hayono Isman dari Kosgoroi Pusat, Sekretaris Daerah Pemkab Tapsel, Legium Veteran, Dosen, Mahasiswa, TNI, Kepolisian dan masyarakat. (ran/mer.metrotabagsel)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar