Home / Seputar Tapsel / Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

Tujuh Kepala Daerah harus Berjuang Bentuk Sumteng

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Usulan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara di Komisi II DPR RI tidak akan berjalan maksimal jika kepala daerah tidak satu kata. Untuk itu, empat kabupaten dan satu kota di wilayah Tabagsel plus Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan harus bersatu memperjuangkan percepatan pembentukan provinsi ini.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (PP Gemasu) Asmar Ismail Siregar, Rabu (16/10), meminta kerendahan hati seluruh kepala daerah untuk menyatukan persepsi dan bersama-sama mengawal proses pembahasannya di Komisi II DPR RI.

“Perlu kebersamaan, karena awalnya juga usulan pembentukan provinsi baru ini berasal dari keinginan bersama. Jadi ketika sudah hampir jadi dan tinggal finish mari kita kawal bersama,” ajaknya.

Kemudian, ia juga meminta agar ada tim khusus yang dibentuk untuk mengawal proses ini mengingat banyaknya lagi urusan kepala daerah, bahkan dua di antaranya akan melaksanakan pelantikan; Paluta dan Palas, sehingga kinerja pengawalan di Komisi II DPR RI diperlukan tim perwakilan dari masing-masingh daerah sehingga lebih maksimal.

“Yang kita lihat saat ini tidak ada tim khusus perwakilan dari masing-masing daerah. Padahal tim ini sangat perlu untuk ikut terlibat aktif mengawal prosesnya di Komisi II DPRRI. Kita harapkan agar seluruh kepala daerah segera duduk bersama membentuk tim ini agar bisa segera bekerja mengawal prosesnya di Komisi II DPRRI,” sarannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen di Tabagsel dan juga Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan untuk memanfaatkan seluruh potensi yang ada untuk mendesak pemerintah pusat agar segera mewujudkan pembentukan Provinsi ini, terutama adanya satu kata kesepahaman dari seluruh kepala daerah, DPRD dan lainnya.

“Seluruh pemangku kepentingan mari bersatu, bersama-sama kita dukung proses percepatan pembentukannya di pemerintah pusat agar jangan sampai ada kendala yang menyebabkan tersendatnya proses pembentukan provinsi ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, makna dari pemekaran bukan mencari kekuasaan atau memperlebar isu kedaerahan, tetapi tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pembangunan dan mempermudah proses pemerintahan agar daerah yang dimekarkan menjadi makin maju.

“Jadi sekarang yang perlu kita lakukan adalah bersatu saling mendukung untuk mempercepat proses pembentukan provinsi Sumatera Tenggara ini demi kemajuan daerah kita ini,” tuturnya. (metro)

Comments

Komentar Anda

3 comments

Silahkan Anda Beri Komentar