Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Turunkan Puluhan Spanduk Sambut Ramadan di Panyabungan, FPI Protes Satpol PP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mei 2019
  • print Cetak

Ketua FPI Madina, Ustad M. Yusuf Batubara

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Satpol PP Mandailing Natal menurunkan puluhan spanduk dan baliho ucapan Marhaban Ya Ramadan milik FPI di Panyabungan.

Akibatnya Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Mandailing Natal (Madina) protes.

FPI Madina menilai Satpol PP Madina arogansi sepihak dan diskriminatif terhadap keberadaan FPI.

“Kita sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan over acting Satpol PP dengan mencopot spanduk FPI di Panyabungan,” kata Ketua FPI Madina, Ustad M. Yusuf Batubara didampingi Sekretaris Ustad M. Amin Rangkuti kepada pers di pelataran Masjid Nur Alan Nur Panyabungan (7/5/2019).

“Kok hanya spanduk FPI yang dicopot, dan isinya juga tidak ada bermuatan politis, hanya ucapan selamat puasa, kenapa ada pihak yang harus gerah?,” imbuhnya.

Penurunan spanduk milik FPI, menurut Ustad Yusuf Batubara mengindikasikan ada pihak-pijak yang kepanasan dengan keberadaan FPI di Madina dan itu mengingkari amanah UU tentang kebebasan berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pendapat yang merupakan ruh demokrasi.

Baliho ucapan FPI Madina di Panyabungan sebelum diturunkan Satpol PP Madina

“Lebih mengherankan, kenapa hanya spanduk FPI yang dicopot. Kalau untuk dalil menjaga keindahan tatanan kota dan alasan klise tentang ormas yang tak terdaftar di Kesbang Linmas. Kenapa spanduk ormas lainnya yang belum terdaftar, tetap dibiarkan tetap ada dan beselemak di Panyabungan?,” ujarnya.

“Hal ini sangat kita kesalkan. Ini tindakan diskriminatif dan tidak adil. Kita akan ramai-ramai mendatangi kantor Satpol PP mempertanyakan hal ini,” lanjut Ustad Yusuf.

Kabid Dakwah FPI Madina, Ustad Rahmat Lubis menimpali bahwa ormas FPI memang baru terbentuk di Madina dalam 2 minggu terakhir.

Dan ormas FPI, imbuhnya, siap bekerjasama dengan pemerintah daerah Madina, Polres Madian dan elemen masyarakat lainnya untuk menjaga situasi kondusif selama Ramadan serta akan terus menyuarakan amar ma’ruf nahi munkar.

Namun dia sangat menyayangkan, puluhan spanduk dan baleho FPI dicopot secara tidak adil oleh Satpol PP.

“Ini persolan serius, dan kita tidak akan main-main dalam hal ini. Karena ini telah menyangkut marwah dan harga diri sebuah komunitas organisasi yang resmi diakui di negara ini,” katanya.

“Kita akan meminta pertanggungjawaban moral dan hirarki jabatan Kasatpol PP dengan peristiwa kelam ini. Bila perlu kita akan minta Bupati untuk mencopot Kasatpol PP karena tidak menunjukkan profesionalisme kerja dan tidak mampu menciptakan kondusifitas di Madina,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Madina, Lis Mulyadi yang dihubungi via telefon seluler, Selasa (7/5) menyatakan bahwa pihaknya hanya melakukan eksekusi berdasarkan masukan dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Madina.

Oleh karena itu, untuk hal-hal yang berkaitan dengan dasar kebijakan penurunan sepanduk dan baliho FPI berada di wilayah kewenangan Kesabnglinmas Madina.

 

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebaran Ini, Tarif Angkutan Diperkirakan Naik 20 %

    Lebaran Ini, Tarif Angkutan Diperkirakan Naik 20 %

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di lebaran 2014 kali ini tarif angkutan pedesaan dan antar kabupaten diperkirakan akan naik hingga mencapai 20 %, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15 %. Hanya saja besaran rupiahnya belum diketahui. Dinas Perhubungan Mandailing Natal (Madina) masih menunggu keputusan dari pihak Provinsi Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Kepala Bagian […]

  • DCS dapil 2 GOLKAR

    DCS dapil 2 GOLKAR

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 GOLKAR

  • Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

    Kemelut DPRD, Kepentingan Daerah Dan Harapan Kepada Bupati

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kemelut di DPRD Madina bisa dikatakan sudah membahayakan daerah. Sebab, kemelut tersebut sudah pada stadium menghambat agenda-agenda persidangan dewan, agenda yang sangat penting bagi kelanjutan perjalanan Kabupaten Madina. Beberapa kali Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal bersidang akibat dua kutup kekuatan kelompok di gedung dewan saling menyerang, saling mengganjal. Selesai maslah Bamus, muncul lagi persoalan […]

  • Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

    Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KEKALAHAN memalukan Myanmar di depan pendukungnya sendiri dalam laga pemungkas babak penyisihan Grup B SEA Games 2013 tadi malam menimbulkan dampak panjang. Sekitar 30 ribu pendukung tuan rumah yang memadati tribun Thuwanna Youth Training Centre (YTC) Stadium, Yangon, marah besar. Pendukung Myanmar melampiaskan kekecewaan dengan melakukan pengerusakan fasilitas di stadion. Tanda-tanda bakal ricuhnya pertandingan tersebut […]

  • Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah desa di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal dilanda banjir pada Selasa (22/10) malam. Dari informasi yang didapat desa-desa yang terkena banjir tersebut adalah Desa Lumban Dolok,Tangga Bosi I,III hingga Tanggabosi IIII, Muara Batang Angkola, Kelurahan Simangambat dan Desa Huraba I dan II, Malintang dan Huta Puli. Hujan yang melanda […]

  • Kabareskrim: Teror Aceh belum terungkap

    Kabareskrim: Teror Aceh belum terungkap

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Kabareskrim Polri) Komisaris Jenderal Sutarman belum menemukan dugaan motif tiga penembakan di Aceh, sejak malam pergantian tahun 2012. “Belum terungkap motifnya, dugaannya kriminal murni, tapi apakah ada motif lain karena mau pemilukada, masih dalam penyelidikan,” ujar Sutarman tadi malam. Dari tiga peristiwa penembakan yang menewaskan lima […]

expand_less