Home / Seputar Tapsel / Wakil Bupati Tapsel Hadiri Jamuan Idul Fitri Kaum Mandailing di Malaysia

Wakil Bupati Tapsel Hadiri Jamuan Idul Fitri Kaum Mandailing di Malaysia

Presiden IMAMI Malaysia, Dato Tamimi Siregar dan Presiden IMAMI Indonesia Aswin Efendi Siregar serta beberapa etnis Mandailing Malaysia manortor di jamuan Aidilfiri, Malaysia

Presiden IMAMI Malaysia, Dato Tamimi Siregar dan Presiden IMAMI Indonesia Aswin Efendi Siregar serta beberapa etnis Mandailing Malaysia manortor di jamuan Aidilfiri, Malaysia

SELANGOR, MALAYSIA (Mandailing Online) –   Wakil Bupati Kabuaten Tapanuli Selatan, Aswin Efendi Siregar menghadiri Jamuan Aidil Fitri kaum Mandailing di Selangor, Malaysia, Minggu (24/7/2016).

Acara Jamuan Aidil Fitri  yang diselenggarakan oleh Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI)  Malaysia ini berlangsung di Latar Siswa, Fakulti Bahasa Moden & Komunikasi, Universiti Putra Malaysia (UPM), Serdang, Selangor.

Aswin Efendi Siregar hadir di acara itu sebagai Presiden IMAMI Indonesia. Acara Aidil Fitri itu dihadiri ratusan kaum Mandailing yang berdatangan dari segala penjuru Malaysia.

Tokoh-tokoh kaum Mandailing yang hadir di acara ini antara lain Dato’ Tamimi Siregar (tokoh perfiliman Malaysia/sutradara, juga selaku Presiden IMAMI Malaysia); Dato’ Abdul Rahim Lubis (mantan hakim agung di Malaysia); Ramli Hasibuan (redaktur surat kabar Utusan Malaysia) serta tokoh-tokoh kaum Mandailing lainnya.

Jamuan  Aidilfitri atau jika di Indonesia disebut Halal bi Halal ini selalu diselenggarakan kaum Mandailing di Malaysia tiap tahun. Mereka berkumpil di acara itu membawa “silua” (buah tangan) masing-masing, sehingga biaya untuk menyelenggarakan acara ini tidak berbiya besar.

Memebawa “silua” itu juga menjadikan ragam makanan dan minuman di acara ini menjadi sangat banyak jenis, termasuk jenis masakan khas Mandailing, antara lain “gule bulung gadung naiduda” (gulai daun ubi tumbuk), “smabal tuktuk” (cabai giling pakai ikan asin) dan ragam masakan lainnya.

Kaum Mandailing banyak terdapat di Malaysia. Kaum yang berasal dari tanah leluhur di Sumatera Utara ini telah menjadi bagian dinamika perjalanan sejarah Malaysia jauh sebelum masa kemerdekaan.

Editor    : Dahlan Batubara

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar