Home / Seputar Madina / Waspadai Daging Tak Layak Konsumsi

Waspadai Daging Tak Layak Konsumsi


Warga Sabadolok Butuh Bimbingan Agama
MADINA-
Sekitar 100-an warga Desa Sabadolok, Kotanopan, Madina mengeluhkan kondisi desa mereka terutama di bidang moral, masih kekurangan bimbingan dan penyuluhan agama.
Oleh sebab itu melalui kunjungan salah satu PC Nahdhatul Ulama Madina ke desa itu, warga berharap kepada Pemkab Madina memberikan perhatian kepada warga desa ini.
Disampaikan tokoh masyarakat Desa Sabadolok, Hamiddin Tanjung saat kunjungan silaturahmi pengurus PC NU Madina ke Desa Sabadolok sekaligus tasuyah safari ramadan, Rabu (17/8) malam kemarin, di hadapan seluruh pengurus dan warga desa, kondisi keagamaan di desa ini sangat memprihatinkan sekali, baik dari fasilitas beribadah maupun edukasi agama berupa bimbingan dan penyuluhan hokum syariat Islam itu sendiri. Akhirnya, banyak warga masyarakat yang hingga saat ini tak peduli lagi aturan hukum agama itu dalam kehidupan masing-masing.
”Warga sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah agar desa ini lebih hidup lagi dan jiwa keagamaan masyarakatnya lebih mantap. Selama ini warga kurang memahami etika beragama yang akhirnya jauh dari persatuan dan kesatuan. Kalau sudah jauh dari 2 hal itu maka pembangunan bangsa maupun daerah akan terkendala,” sebut Hamiddin.
Masalah fasilitas beribadah, dilanjutkan Hamiddin, satu-satunya masjid yang ada di desa itu daya tampungnya sudah tak memungkinkan lagi, mengingat jumlah penduduk yang semakin padat. Sehingga, melalui rapat dan diskusi bersama maka diputuskan untuk membangun atau memperluas masjid ini.
”Namun kami mengalami kendala yang sangat berarti yaitu dana pembangunan yang belum ada, kami tak tau harus mengadu kemana untuk melanjutkan keinginan warga ini, karena dari pungutan-pungutan warga sekitar tak akan cukup,” tambahnya.
Kepala Desa Sabadolok Syamsu Lubis dalam sambutannya membenarkan kondisi ini memang dirasakan masyarakat desa. Warga berharap, beban moral mengenai bimbingan dan penyuluhan agama ini bisa diperhatikan pemerintah. Juga biaya pembangunan perluasan masjid raya yang menelan biaya sebesar Rp1 miliar.
”Itu memang benar, kita sangat membutuhkan bantuan dari seluruh pihak atas kondisi desa sekarang ini, bukan hanya dana pembangunan Masjid yang tak ada hal ini dperparah lagi dengan sulitnya menemukan ustad-ustad mengaji sehingga para anak-anak di desa ini kesulitan untuk memeroleh pendidikan agama itu,” sebut Kepdes.
Ketua PC NU Madina, Drs H Zainal Arifin MM mengatakan akan menampung proposal bantuan dana yang diberikan oleh warga desa itu, dan melalui pemerintah serta relasi NU Madina akan mengkoordinasikannya dengan PW NU Sumut untuk memberikan bantuan setidaknya bisa mengirimkan kader-kadernya untuk memberikan penyuluhan hukum syariat agama Islam ke desa tersebut.
”Ini merupakan PR bagi kami untuk menindaklanjutinya. Kita tak ingin mendengar di Madina ada yang membutuhan akomodasi dan fasilitas beribadah, akan kita perjuangkan itu,” ungkap Zainal. (wan/mer)
Sumber : metrosiantar.com

Comments

Komentar Anda

One comment

  1. sabadolok juga perlu di perbaiki jalannya ke pada pemkab madina ,itulah jlan terburuk di dunia .sudah dekat jlan raya tapi itu juga jalan teeeeerrrrrrrrrrrburuk di dunia.sudah beberapa thun tidak pernah di perbaiki.semua jlan di madina khususnya kotanopan cuma itu jlan yang belum di perbaiki……..

Silahkan Anda Beri Komentar