Home / Wisata / Wisata Pemancingan Tingkalang dan Lumpe di Saba Rodang

Wisata Pemancingan Tingkalang dan Lumpe di Saba Rodang

 

SIABU (Mandailing Online) – Pemancingan Saba Rodang merupakan salah satu objek wisata pemancingan alami yang memiliki pesona eksotik di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Selain mudah dijangkau, lokasi pemancingan ini menawarkan akses yang mudah, termasuk untuk menangkap ikan langka jenis tingkalang (lele lokal) dan lumpe (sejenis ikan panjang) cukup dengan menggunakan alat tangkap pancing.

Pemancingan ini memiliki keunikan tersendiri. Selain karena merupakan rawa-rawa dengan kedalaman setengah sampai dengan tiga meter dan luasnya mencapai puluhan hektar, paya ini ditumbuhi tanaman berupa pau, dapdap, pepohonan rawa dengan ketinggian bervariasi. Sebagian pohon ada yang masih sekitar setengah sampai lima meter.

Selain itu, ada juga tumbuhan antik parupuk yang menambah teduh dan tenang suasana sekitar paya, termasuk saat pengunjung mengulur-tarik pancingannya.

Salah seorang pengunjung bermarga Nasution yang ditemui di lokasi belum lama ini, mengatakan, dirinya termasuk penggemar pancing dan merasa sangat bersyukur atas kolam rawa yang mamanjang di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis.

Apalagi karena sekarang lokasi itu sudah bisa dicapai langsung hingga areal pemancingan dengan sepeda motor melewati jalan selebar sekitar 1,5 meter.

"Bagi yang berminat, terutama yang hobbi berat memancing, pemancingan ini sangat menjanjikan," kata Nasution berpromosi.

Dari bincang-bincang dengan sejumlah pengunjung, Mandailing Online mendapat gambaran, untuk sampai ke lokasi ini bisa melalui Siabu dan Simangambat. Dari Kelurahan Siabu, cukup menempuh jarak sepanjang 1,7 kilometer. Jalan ini dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor. Di sepanjang jalan, banyak ditemui warung kopi yang buka dari pagi hingga sore hari.

"Ada ikan jenis garing (jurung) juga, Ipar. Rasanya, sangat gurih dan mantap. Insya-Allah, seorang pemancing bisa mendapatkan ikan berbagai jenis, termasuk aruting (ikan gabus), piri-piri, bujuk, capet, tingkalang, lumpe dan ikan tambak, yang kalau dijual bernilai sekitar 60 sampai 140 ribu rupiah dalam satu hari," katanya.

Peliput : Indra Sakti
Editor  : Ludfan Nasution
 

 

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar