Minggu, 15 Mar 2026
light_mode

10 tahun, PU klaim bangun 4.400 Km jalan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengemukakan, dalam kurun waktu dua periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu periode 2004-2014, pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 4400 kilometer (km).

“Dulu panjang jalan nasional 34000 km saat ini 38000 km. Tambahan itu dari pembangunan jalan baru, ada juga dari jalan yang biasa berubah menjadi jalan nasional,” kata Djoko Kirmanto seprti dirilis situs Setkab, hari ini.

Selain menambah panjang jalan, menurut Djoko, dalam periode itu Kementerian PU juga melakukan peningkatkan struktural, pelebaran atau penguatan struktur jalan dan pemeliharaan di ruas-ruas jalan nasional tersebut.

“Lintas Sumatera dulu lebarnya tidak lebih dari 4 meter, sekarang sudah lebih dari 6 meter,” ujar Djoko.

Ia menyebutkan, pembangunan itu tidak saja menyangkut panjang jalan, namun juga menambah lajur atau menambah kapasitas jalan. “Jalan yang tidak beton kami jadikan beton. Kami juga kejar pembangunan dan pengembangan jalan nasional seperti lintas Jawa, Sumatera, Papua dan sebagainya,” ungkapnya.

Djoko menambahkan, Kementerian PU telah memperlebar jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari dua lajur menjadi empat lajur.

Mengenai pembangunan jalan baru nasional di kawasan perbatasan, Menteri PU Djoko Kirmanto mengaku, masih banyak yang terhambat masalah regulasi, terutama pada penggunaan lahan yang merupakan kawasan hutan.

“Itu membutuhkan perizinan di pemerintah daerah maupun di pusa, terutama di daerah Kalimantan Utara (Kaltara). Namun, kami akan berupaya mengkoordinasikan bersama pihak-pihak terkait,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto yang mendampingi Menteri PU Djoko Kirmanto dalam diskusi itu.

Adapun terkait rencana pembangunan jalan pada tahun ini, menurut Menteri PU Djoko Kirmanto, pemerintah melalui Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,7 triliun untuk pembangunan jalan nasional di kawasan perbatasan.

Pembangunan jalan tersebut dibangun empat direktorat dibawah Kementerian PU di antaranya Direktorat Jenderal Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang dengan porsi terbesar berada di Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp5,3 triliun.(wasp)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatwa Pujangga

    Fatwa Pujangga

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pengantar MUARA SIPONGI adalah nama suatu tempat pemukiman penduduk di bagian paling selatan dari banua (wilayah) Mandailing. Letaknya tidak jauh dari suatu tempat pemukiman lain bernama Ranjobatu, yang dikenal sebagai daerah perbatasan antara wilayah Mandailing dan Minangkabau. Keadaan alam di Muara Sipongi didominasi oleh perbukitan dan hutan, yang berhawa sejuk dan udaranya cukup dingin pula. […]

  • RSU Panyabungan Kini Punya Fasilitas Cuci Darah dan CT Scan

    RSU Panyabungan Kini Punya Fasilitas Cuci Darah dan CT Scan

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – RSU Panyabungan kini sudah memiliki CT Scan dan fasilitas cuci darah. Dengan demikian warga Mandailing Natal (Madina) tak lagi jauh-jauh ke kota besar untuk cuci darah. Di sisi lain, kehadiran fasilitas CT Scan merupakan kemajuan teknologi peralatan di rumah sakit ini karena proses analisis berbagai penyakit tak lagi menggunakan foto Rontgen […]

  • Tapian Sirisiri Masih Tersisa, Untuk Barang Bukti

    Tapian Sirisiri Masih Tersisa, Untuk Barang Bukti

    • calendar_month Selasa, 22 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapian Sirisiri pasca dihantam arus Sungai Batang Gadis   Tapian Sirisiri yang berada di pinggiran Sungai Batang Gadis diterjang luapan arus sungai pada pekan pertama November 2018. Pantauan Mandailing Online, Selasa (22/1/2019), bangunan utama yang selama ini dijadikan panggung kehormatan untuk pelaksanaan upacara sudah hanyut. Tetapi terdapat dua bangunan lain yang masih berdiri meski sudah […]

  • PUPR Madina Pastikan Awal Tahun 2024, Tanggul Sungai Aek Rogas Diperbaiki

    PUPR Madina Pastikan Awal Tahun 2024, Tanggul Sungai Aek Rogas Diperbaiki

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Oline )- Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR Mandailing Natal ( Madina ) tahun depan akan alokasikan anggaran untuk perbaikan tanggul sungai aek rogas di Desa Roburan, Kecamatan Panyabungan Selatan yang jebol. ” diawal tahun 2024 ini PUPR akan perbaiki tanggul itu, karena harus miliki perencamaan yang matang, sebab di atas bendungan air […]

  • Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Faktor penyebab kelainan pada bayi mermata satu di Panyabungan, Mandailing Natal belum diketahui. Pihak Dinas Kesehatan Mandailing Natal masih akan membawa sampel ke Medan untuk diteliti di laboratorium. Meski bayi malang itu telah meninggal dunia pada Kamis malam (13/9/2018), namun, penelitian masih akan dilakukan melalui sampel. “Karena kita di Madina […]

  • Minyak Tanah Langka di Panyabungan Timur

    Minyak Tanah Langka di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Masyarakat di Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini banyak yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk keperluan masak memasak akibat minyak tanah yang masih langka. Sementara, program konversi gas elpiji 3 kg di daerah ini belum berjalan. “Minyak tanah hingga kini masih langka di Panyabungan, warga pun kini banyak yang kembali menggunakan […]

expand_less