Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

2011, peran Polri dipertanyakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Kepolisian Negara RI sebagai pelindung, pengayom dan pelindung masyarakat dalam menjalankan tugas mulia tersebut kerap masih mendapat hujatan dari segelintir warga. Terutama bila mengambil tindakan yang bersinggungan dengan masyarakat, bahkan sampai ada jatuhnya korban jiwa.

Beberapa kasus pengamanan yang kerap terjadi bentrok antara polisi dengan warga yang melakukan tindakan membahayakan kepentingan bagi masyarakat luas.
Sepanjang 2011 institusi penegak hukum ini kerap kali diguncang oleh berbagai kasus terkait dengan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menjadi korban adalah masyarakat. Beberapa kasus HAM diantaranya adalah kasus Mesuji yang diduga sembilan orang yang tewas pada tahun 2011, tujuh korban di Desa Sodong, satu korban di register 45 dan satu korban di wilayah PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).

“Info 30 orang itu tidak benar. Korban yang meninggal sembilan orang,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Saud Usman Nasution. Hal ini terkait, sejumlah warga asal Lampung melaporkan kasus pembunuhan keji yang terjadi di daerah Mesuji, Lampung, ke Komisi III DPR pada hari Rabu (14/12), mereka merupakan keluarga korban.

Selain itu, tiga anggota Polri juga terbukti melakukan kekerasan fisik kepada warga terkait kasus bentrok antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Sabtu (24/12). Untuk itu, dalam waktu dekat ketiga oknum anggota Polri itu menghadapi sidang disiplin, yaitu Bripda F, Briptu S dan Briptu F.

Sementara itu, Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengatakan bahwa sepanjang tahun 2011 tidak ada anggota polisi yang diduga melakukan pelanggaran HAM dalam melaksanakan tugasnya. “Tahun 2011 tidak ada pelanggaran HAM, tapi pidana yang sedang diproses, karena itu ada ketentuannya yang ada dalam Undang-Undang mengenai unsur-unsurnya,” kata Timur.

Adapun hukuman yang terberat pidana adalah masuk kurungan bila tidak sesuai lagi untuk jadi polisi maka dipecat, proses tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat, katanya.

Timur menambahkan bahwa pihaknya saat ini juga telah menjalin kerjasama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusi (Komnas HAM) untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. “Kita sudah bekerjasama dengan Komnas HAM mengenai penyelidikan dan penyidikan dan kita sangat terbuka mengenai hal-hal tersebut,” kata Timur. Penandatangan nota kesepahaman antara Komnas HAM dan Polri dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2011.

Sepanjang tahun 2011 sebanyak 267 anggota Polri telah dikenakan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), sementara itu, pada tahun 2010 Polri telah memberhentikan sebanyak 298 orang anggotanya, sehingga mengalami penurunan sebanyak 31 orang atau 10,4 persen. “Untuk penyelesaian masalah kode etik Polri, seluruhnya sudah tuntas atau 100 persen,” kata dia.

“Polri atas dukungan masyarakat telah berupaya melakukan yang terbaik untuk menjalankan tugas pokoknya sesuai dengan yang diamanatkan Undang-Undang. Namun kami menyadari sepenuhnya, bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan terutama pada sektor pelanyanan publik, maka atas nama jajaran kepolisian saya mohon maaf,” kata Timur.

Dana pengamanan yang diberikan PT Freeport Indonesia yang diberikan kepada anggota Polri untuk menjaga aset-aset perusahaan tambang tersebut beroperasi di bumi Papua menimbulkan polemik. Pemberian dana pengamanan sebesar 14 juta dolar AS untuk anggota Polri yang bertugas di perusahaan tersebut telah diakui oleh Freeport. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan bahwa pemberian dana pengamanan oleh Freeport kepada Polri seharusnya melalui mekanisme resmi.

Anggota Kompolnas, Novel Ali, mengatakan Polri sudah mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cukup besar, maka bila menerima dana harus sesuai mekanisme dan jangan sampai melanggar Undang-Undang Polri itu sendiri.

Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) menilai kinerja Polri di tahun 2011 sebenarnya relatif membaik jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama setelah Polri berhasil mengungkap sejumlah kasus terorisme, narkoba, korupsi, dan kasus kriminal besar lainnya. “Dari sisi politik, di sepanjang tahun 2011, Polri terlihat cukup netral. Setidaknya, netralitas tersebut terlihat dari sistem pengamanan yang dilakukan Polri dalam berbagai pilkada di sejumlah daerah,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.

Namun dalam pengamanan pilkada, polisi terkadang lengah, deteksi dini dari intelijen tidak maksimal, sehingga proses pilkada sering diwarnai konflik dan anarkis. Dengan adanya kasus-kasus bentrokan polisi dengan rakyat di berbagai tempat, seperti di Freeport, Mesuji maupun tempat lain, persepsi masyarakat terhadap Polri menjadi negatif. Pemihakan yang berlebihan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang dilakukan polisi-polisi yang bertugas di lokasi-lokasi pertambangan dan perkebunan membuat Polri tidak profesional dan tidak proporsional.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sobir Lubis Salurkan Bahan Pangan di Dapil 1

    Sobir Lubis Salurkan Bahan Pangan di Dapil 1

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Golkar, Sobir Lubis menyalurkan bantuan bahan pangan dan masker di wilayah Dapil 1 Mandailing Natal (Madina). Bantuan disalurkan sejak Senin (13/4/2020) kepada keluarga kurang mampu terdampak sosial ekonomi dari pendemi Corona atau Covid-19. Pantauan Mandailing Online, Sobir Lubis menyalurkan beras dan masker secara sombolis di Desa Gunung […]

  • Pemerintah Perlu Waspadai Pekerja Cina di PT SMGP Yang Liburan Imlek

    Pemerintah Perlu Waspadai Pekerja Cina di PT SMGP Yang Liburan Imlek

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja asal negara Cina di Mandailing Natal, Sumut dikabarkan sedang berlibur untuk merayakan hari raya Imlek. Sayangnya, belum diperoleh data kemana pekerja asal negara Cina itu berlibur. Dan berapa jumlah mereka yang berlibur. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Pemprov Sumatera Utara diminta menelusuri tujuan liburan Imlek pekerja asing itu. […]

  • PKB Madina Surati Bupati Terkait Pengisian Wakil Bupati Madina

    PKB Madina Surati Bupati Terkait Pengisian Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) Mandailing Natal (Madina) menyurati Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution terkait pengisian calon wakil Bupati Madina yang saat ini masih kosong. Surat PKB ini menekankan kepada bupati bahwa proses pengisian kursi wakil bupati adalah berdasarkan Undang – undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Selama ini di […]

  • Malu Kita Bilang Merdeka

    Malu Kita Bilang Merdeka

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dempo Ichikawa 17 Agustus katanya sebuah angka kelahiran.Dimana para pahlawan berhasil merebut kemerdekaan. 17 Agustus hari peringatan mengenang sebuah deklarasi kemerdekaan dibacakan. Bayangkan bagaimana para pahlawan terdahulu. Bersiteru, berjibaku, mengharu biru. Tak kenal rasa takut, tak kenal rasa gentar, tak kenal kata ragu. Demi sebuah keinginan yang sangat dirindu. Rindu yang berasal dari […]

  • Sandiaga Uno di Madina

    Sandiaga Uno di Madina

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sandiaga Solahuddin Uno menghadiri Tablig Akbar di pesantren Musthafawiyah Purba, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (10/12/2018). Dia disambut ribuan santri dan masyarakat Mandailing Natal. Dalam pidatonya, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa beliau hadir dicara tersebut sebagai tamu yang diundang. Dan kapasitasnya hadir dalam acara ini juga bukan untuk berkampanye. “Saya hadir […]

  • Asap Bau Gas Muncul di Sipirok

    Asap Bau Gas Muncul di Sipirok

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIPIROK (Mandailing Online) – Asap panas berbau gas tiba-tiba muncul dari dalam tanah di Desa Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Kamis (8/4/2021). Dilansir dari CNN Indonesia, warga langsung melaporkan peristiwa itu ke aparat kepolisian. Lokasinya berada di Desa Pasar Sipirok tepatnya di belakang Alun-alun Sipirok di bawah tiang listrik. “Tiba-tiba mengeluarkan asap berbau […]

expand_less