Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

785 Guru Pontren & 1.308 Guru MDA Terima Insentif

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
  • print Cetak

MADINA, (MO) – Bersyukur bagi para guru-guru pondok pesantren dan Madrasah Diniyah Awaliah (MDA). Sebab Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyerahkan dana insentif atau bantuan bagi guru Pontren sebanyak 785 orang dan guru MDA sebanyak 1.308 orang. Besaran dana yang mereka terima Rp100 ribu per bulan.

Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Kepala Bagian Kesra M Taufik Lubis SH kepada wartawan kemarin mengatakan, dana bantuan atau insentif ini dibagikan untuk satu tahun yang ditampung pada APBD tahun 2012.

Dan insentif ini diberikan bagi guru-guru yang non-PNS, non-sertfikasi, dan juga tidak diizinkan menerima dua kali di sekolah yang berbeda. Artinya seorang guru yang mengajar di dua sekolah, dia hanya berhak menerima insentif dari satu sekolah saja.

”Ini adalah prioritas dari Pemkab Madina dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan, meski bantuan ini belum berjalan maksimal karena masih pertama kali dilakukan. Tetapi untuk tahun 2013 akan dioptimalkan lagi,” kata Taufik.

Dikatakannya, untuk guru-guru Pontren yang menerima dana ini sebanyak 785 orang dan setiap orang dibayarkan sebesar Rp1.200.000 per orang, dengan rincian Rp100 ribu per bulan. Sedangkan untuk guru-guru MDA sebanyak 1.308 orang dan dibayarkan sebesar Rp 400 ribu per orang untuk insentif empat bulan.

”Khusus untuk guru-guru MDA sebelumnya sudah kita berikan, tinggal empat bulan yang belum dicairkan. Sedangkan guru-guru Pontren baru sekarang bisa dicairkan,” bebernya.

Ditambahkannya, untuk tahun 2013 Pemkab Madina juga memprogramkan dana insentif untuk Pontren dan MDA sebesar Rp2,5 miliar juga akan membantu fasilitas di pontren-pontren secara bertahap.

”Sekarang masih pada tahap pembahasan di DPRD Madina untuk APBD tahun 2013, sudah direncanakan juga membantu fasilitas air bersih dan sumur bor di Pontren Darul Ikhlas, mungkin secara bertahap ke Pontren yang lain,” pungkasnya.

Meski program bantuan ini sangat didukung masyarakat, khususnya para pengasuh Pontren se-Madina, sejumlah guru Pontren berharap agar Pemerintah lebih teliti dalam proses pencairannya.

”Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini, namun harapan kami dalam proses pencairannya agar lebih teliti. Karena masih ada beberapa guru yang sudah bersertifikasi masih tercatat sebagai penerima dan saya sendiri masih memeroleh undangan pencairan, tetapi tidak diberikan karena saya guru sertifikasi.

Apabila hal ini terus dibiarkan bisa saja, guru bersertifikasi yang lain akan menuntut,” kata seorang ustad di Pontren Musthafawiyah yang tak mau namanya dikorankan. (metr/wan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 18)

    MARSIDAO-DAO (episode 18)

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dung kotu Isya dohot Si Poso mangiutkon amang nia tu bagas ni Si Maramis ima nangkan manaktak sibodak dohot mambongkai arambir nangkan gule markorja ancogot. Dung do mijur tingon bagas, les na tu sibodak namalamun do na adong i bagasan ni roa nia, harana dompak orja i bagas ni […]

  • Dua Terpidana Bali Nine Bakal Didor, Ibu Menteri Surat-suratan

    Dua Terpidana Bali Nine Bakal Didor, Ibu Menteri Surat-suratan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Australia protes terhadap rencana eksekusi dua terpidana mati kasus narkoba kelompok Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pun sibuk berkomunikasi dengan pemerintah asal dua terpidana itu untuk memberikan penjelasan. Retno mengatakan, pemerintah konsisten untuk berkomunikasi dengan pemerintah Australia. Misalnya, dirinya yang menjalin kontak dengan Menteri […]

  • KPU Madina Ujicoba Aplikasi Situng Tahap III

    KPU Madina Ujicoba Aplikasi Situng Tahap III

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyonsong Pemungutan Suara Pemilu dan Pilpres 2019, KPU Madina melaksanakan uji coba nasional ketiga penggunaan Aplikasi Situng. Ujicoba aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) ini berlangsung di sekretariat KPU Mandailing Natal (Madina), Kamis (11/04/2019). Dan itu sesuai surat KPU RI Nomor 555/PL.02.6-SD/06/KPU/III/2019 tanggal 27 Maret 2019 perihal Persiapan Uji Coba Nasional […]

  • Mutasi Eselon II, III dan IV

    Mutasi Eselon II, III dan IV

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Rotasi mutasi 22 pejabat berlangsung di Pemkab Madina, 15 diantaranya dilantik menduduki jabatan eselon II, III dan IV, sisanya masih non jabatan. Pelantikan dilakukan langsung Bupati Madina, Hidayat Batubara di aula kantor bupati, Jum’a (17/2). Eselon II dan III meliputi, Ir. Ahmad Ansyari Nasution menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan. […]

  • 2,5 hektar ladang ganja ditemukan

    2,5 hektar ladang ganja ditemukan

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Operasi Antik Toba 2010 yang digelar Satuan Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polres Mandailing Natal menemukan 2,5 hektar ladang ganja siap panen di Pegunungan Tor Sihite, Kabupaten Mandailing Natal. Sedikitnya 10 ribu batang ganja berhasil diamankan polisi dalam operasi itu dan selanjutnya dijadikan barang bukti. Ladang ganja seluas sekitar 2,5 hektare itu […]

  • MUI Langkat Minta Sikap Konkrit Atasi Kemaksiatan

    MUI Langkat Minta Sikap Konkrit Atasi Kemaksiatan

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Langkat : Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat meminta pihak berwenang dan terkait untuk merumuskan sikap konkrit berupa kebijakan mengatasi berbagai bentuk kemaksiatan yang semakin memprihatinkan di daerah setempat. “Perlu sikap konkrit atas kemaksiatan yang selain telah melanggar norma agama, juga menciderai Langkat sebagai bumi religius,” kata H Saleh Hamid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Langkat […]

expand_less