Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
  • print Cetak

PALUTA – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Paluta menyusun profile daerah rawan bencana dalam bentuk peta (map) rawan bencana. Tujuannya mengidentifikasi kawasan rawan bencana dan permasalahannya.

Berdasarkan data dan analisa BPBD, kawasan rawan bencana banjir meliputi 6 kecamatan yakni Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Simangambat, Portibi, Padang Bolak dan Batang Onang.
Untuk kawasan rawan bencana longsor terjadi di 8 kecamatan antara lain Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Halongonan, Padang Bolak, Padang Bolak Julu, Batang Onang, Hulu Sihapas dan Portibi.

Sedangkan untuk kawasan rawan bencana kebakaran terjadi di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Dolok Sigompulon, Padang Bolak, Batang Onang, Hulu Sihapas dan Halongonan.

“Atau dengan kata lain, kita memetakan dan mengidentifikasi daerah-daerah rawan bencana sehingga dapat memberikan informasi-informasi yang terkait dengan bencana serta dapat menentukan lokasi daerah rawan bencana tersebut didalam peta. Kemudian hasil peta rawan bencana ini nantinya dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk mengantisipasi dan penanggulangan bencana,” ungkap Kepala BPBD Paluta Ridi AP dikantornya, Kamis (2/1).

Kepada wartawan  Ridi AP menjelaskan tentang dampak bencana di Paluta dimana semakin tinggi ancaman bahaya di suatu daerah maka semakin tinggi resiko daerah tersebut terkena bencana.

Kemudian katanya, berdasarkan dari survei lokasi rawan bencana dan hasil wawancara masing-masing camat dan penduduk setempat, pada umumnya akses jalan daerah-daerah rawan bencana di Paluta sangat memprihatinkan karena menurutnya masih banyak ditemukan jalan yang rusak dan bahkan juga dari suatu desa ke desa lain harus menyeberangi sungai dengan menggunakan getek (rakit papan) sehingga jika terjadi bencana masyarakat akan kesulitan untuk menuju lokasi untuk proses evakuasi.

“Wawancara kepada camat dan penduduk setempat sudah kita lakukan dan hasilnya akan kita buat dalam bentuk peta agar antisipasi dini terhadap bencana itu bisa teratasi,” ujarnya. (metro)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madina Puji Bupati Motivasi Kebersihan Kota Panyabungan

    DPRD Madina Puji Bupati Motivasi Kebersihan Kota Panyabungan

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal memuji bupati yang mendorong peningkatan kebersihan kota Panyabungan. Apresisasi itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Dodi Martua S.Pi  dan Syafri Siregar, kepada Mandailing Online, Senin (15/2) terkait bupati yang langsung turun memimpin kegiatan pembersihan parit kota Panyabungan, pekan lalu. Menjurut Dodi dan Syafri, upaya yang […]

  • Awas, Penjahat Bidik Polisi

    Awas, Penjahat Bidik Polisi

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaannya. Menurut Neta, para penjahat belakangan ini sudah semakin nekad dan sadis, yakni menembak polisi yang berada di sekitar lokasi kejahatan. “IPW prihatin dengan maraknya aksi penembakan terhadap polisi yang dilakukan tersangka kriminal,” ujar Neta S Pane dalam keterangannya kepada koran […]

  • Atika Sebut Pembangunan Hapus Stigma Pantai Barat Anak Tiri

    Atika Sebut Pembangunan Hapus Stigma Pantai Barat Anak Tiri

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memaparkan hasil pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pantai barat Madina pada masa pemetintahan Sukhairi-Atika. Hal itu dia sampaikan dalam setiap pertemuan dengan warga di beberapa desa dalam lima hari kampanye di kawasan pantai barat, yakni Kecamatan Muara Batang Gadis, Sinunukan, […]

  • Etnis Mandailing Di Malaysia

    Etnis Mandailing Di Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Dua kali saya bertemu dengan Prof. Artori Husein, dosen di Universitas Sain, Malaysia. Dia bermarga Lubis dari buyut yang merantau dari tanah Mandailing ke kawasan Rantau Parapat, lalu kakeknya lah yang merantau ke semenanjung Malaka. Kali pertama pada April 2012 dimana saya mewawancarai beliau dalam satu acara interaktif di radio Start FM, […]

  • IAIN Sumut Berubah Jadi UIN

    IAIN Sumut Berubah Jadi UIN

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Setelah menunggu lama, akhirnya Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU) Medan dipastikan berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2011. Proses pengajuan sudah memasuki tahap pemberkasan dan tinggal menunggu disahkan. Hal itu ditegaskan Rektor IAIN SU Prof Dr Nur A Fadhil Lubis MA kepada wartawan di Medan, Senin (8/11). “Pada 2011, […]

  • Arus Banjir Berlumpur

    Arus Banjir Berlumpur

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang perempuan penduduk Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sabtu (18/12/2021) berjalan di genangan arus banjir berlupur di pemukiman. Pemukiman desa ini berada di kawasan pinggiran Sungai Batang Gadis sehingga luapan air sungai yang sampai ke pemukiman ini sangat pekat bercampur lumpur. Foto: Jakfar Nasution

expand_less