Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

Disdik Tunggu Juknis & Juklak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
  • print Cetak

Soal UN Bukan Penentu Kelulusan
MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN.

“Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas mendengar. Namun, hari ini (kemarin,red) kami memeroleh undangan whorkshop dari Disdik Sumut untuk menyelesaikan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak). Kami hanya sebagai penyelenggara yang akan melaksanakan sesuai dengan juklak dan juknis. Lagi pula masih terlalu dini kita membahas itu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, saat ditemui METRO, melalui Kabid Pendidikan Menengah, Umum dan Kejuruan (Dikmenumjur) Mustamin SPd, Senin (18/10).

Sementara itu, seorang guru di salah satu madrasah tsanawiyah di Madina, Sarifah SPd, mengaku setuju bila standar kelulusan bukan saja dari hasil nilai UN. Karena, siswa yang lulus hanya dari hasil UN maka nilai-nilai psikomotorik yang diajarkan tak lagi berfungsi.

“alam ilmu pendidikan ada beberapa hal yang disampaikan kepada anak didik, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan kalau standar kelulusan itu hanya dilihat dari hasil UN maka atau bisa disebut dari segi kognitif atau pengetahuan siswa, padahal segi psikomotorik dan afektif juga perlu dipertimbangkan karena pengetahuan tanpa ada nilai-nilai moral, serta penerapan atas pemngetahuan yang dimiliki siswa itu sama saja guru tak berhasil mendidik siswanya. Di samping pengetahuan guru juga berkeweajiban untuk membangun nilai moral atau akhlak bagi siswanya,” jelas Sarifah.

Hal itu juga dikatakan oleh sejumlah guru yang menyebutkan bahwa kalau kelulusan itu dilihat dari hasil nilai UN, maka siswa hanya cenderung kepada pendalaman materi saja sedangkan nilai afektif dan psikomotorik akan ditinggalkan.

Sedangkan, Ali Amru seorang orangtua siswa warga Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu menyebutkan bahwa standar kelulusan harus sesuai dengan kemampuan siswa atas menjawab soal pada saat melakukan UN mengingat setiap siswa pasti ingin lulus dalam setiap ujian dan akan memiliki beban mental apabila gagal saat mengikuti UN.

“Sebenarnya pembinaan pengetahuan bagi siswa tak terlepas dari pembinaan moralitas namun kalau akibat ada hal lain yang menyebabkan siswa gagal dalam ujian. Padahal hasil nilai UN-nya bagus saya fikir siswa itu suatu penghalang bagi siswa untuk melanjutkan cita-citanya karena akan mengalami beban mental,” ungkapnya.

Ortu dan Siswa Sambut Baik

Sementara itu, sejumlah siswa dan para orang tua di wilayah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, juga menyambut baik dan mendukung dengan adanya wacana dan rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang standar kelulusan siswa.

Salah seorang siswa, Ahmad (17), kepada METRO, Senin (18/10), mengaku sangat senang mendengar kabar tersebut. “Kalau memang ada seperti itu bang, saya pribadi sangat senang dan bahagia mendengar. Sebab, saya tidak lagi takut menghadapi UN mendatang,” sebutnya. Hal senada juga diungkapkan, Putri (18). Menurutnya, wacana dari BSNP tentang nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan dapat disetujui pihak terkait. Salah seorang orang tua siswa, Amril Hasibuan (49), menambahkan, pihaknya mendukung BSNP yang merencanakan nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan.

Di tempat terpisah, salah seorang guru, Lintang Kholidi, mengaku baru mengetahui adanya wacana tersebut dan ia berharap rencana tersebut berhasil dan segera disosialisasikan ke daerah-daerah terpencil. (thg)
Sumber:METROTABAGSEL

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKT Bukti Komersialisasi Pendidikan Tinggi?

    UKT Bukti Komersialisasi Pendidikan Tinggi?

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Tinggi di Indonesia kembali menuai kontroversi. Pasalnya, terjadi polemik yang sangat menyita perhatian publik terkait biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang semakin tinggi. Meskipun tidak semua PTN maupun PTS memberlakukan biaya UKT dengan angka yang tinggi, tetapi sejumlah PTN yang sejatinya adalah plat merah, seperti menyaingi biaya kuliah perguruan […]

  • Muslimat NU Sinunukan Sahata Pembangunan Dilanjutkan

    Muslimat NU Sinunukan Sahata Pembangunan Dilanjutkan

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Muslimat NU Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sahata (sepakat) pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan itu dilanjutkan. Hal itu mereka sampaikan ketika mendengarkan orasi politik calon wakil bupati Madina nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution di Desa Widodaren, Senin (21/10/2024). “Pembangunan di pantai barat cukup masif […]

  • Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rekreasi Sambil Menjala Ikan di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Serangan Hama Tikus, Diperkirakan 20 Ton Produksi Padi Turun

    Serangan Hama Tikus, Diperkirakan 20 Ton Produksi Padi Turun

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam sebulan terakhir hama tikus melantak sejumlah kawasan persawahan di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Akibatnya, sekitar 20 hektar tanaman padi rusak dengan rincian 13 hektar kerusakan ringan, 5 hektar kerusakan sedang, dan 2 hektar kerusakan berat. Penyusutan produksi padi di kawasan Panyabungan musim ini diperkirakan 2 ton akibat serangan […]

  • Mahasiswa dan Pelajar Galang Dana Untuk Korban Banjir Siabu

    Mahasiswa dan Pelajar Galang Dana Untuk Korban Banjir Siabu

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan pelajar melakukan gerakan pengumpulan dana, Sabtu (26/10/2019) untuk korban banjir di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Penggalangan dilakukan di pusat kota Padangsidimpuan. Organisasi yang bergiat itu meliputi Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN); Serikat Mahasiswa Tapanuli Selatan (Serma Tapsel); Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Tapsel. Aksi penggalangan dana […]

  • Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta,( Mandailing Online ): 10 September 2025 — Sebuah fajar baru menyingsing di cakrawala kepemimpinan pelajar Indonesia di seluruh dunia. Dalam pertarungan head-to-head yang memukau, Andika Ibrahim Nasution telah mengukir sejarah sebagai Koordinator PPI Dunia 2025/2026. Kemenangan ini bukan sekadar pergantian tampuk pimpinan, melainkan sebuah revolusi senyap, sebab untuk pertama kalinya, PPI Dunia dipimpin oleh […]

expand_less