Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

Hanya Kalimantan aman gempa di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jul 2012
  • print Cetak

peta gempa

JAKARTA – Jika Anda ingin selamat dari gempa, cari daerah yang tidak tertutupi tinta hijau neon pada peta ini. Sayang, sebagian besar wilayah Indonesia hampir hilang tertutup tinta hijau pada peta wilayah gempa sejak 1898 ini. Pulau Kalimantan masih bisa terlihat jelas dengan beberapa titik kecil hijau.

Peta ini menunjukkan lokasi gempa terbesar yang menggoncang sejak 1898. Wilayah sekitar Samudra Pasifik menjadi daerah paling berbahaya. Secara keseluruhan, ada 203.186 titik daerah rawan di penjuru dunia.

Peta berwarna neon dibuat sebagai bagian dari proyek pemetaan oleh manager IDV Solutions, John Nelson. Dia bekerja untuk pembuat piranti lunak visualisasi data, IDV Solutions. Perancang peta asal Michigan, Amerika Serikat ini menjelaskan prosesnya dalam blog IDV.

“Saya menelusuri sumber umum resiko yang dapat terjadi dan menampilkannya melalui peta tematik. Jadi, peta gempa hanya persoalan waktu,” tulisnya seperti dilansir dari Daily Mail.

“Di peta ini, data dari NCEDC.org, USGS, dan Universitas California Berkeley dibagi berdasarkan besarnya gempa. Hasilnya ditempelkan pada gambar Visual Bumi dari NASA. Semuanya dikemas ke dalam proyeksi Times dan berpusat pada bagian paling menarik,” imbuhnya.

Peta gempa Nelson memuat gempa hebat San Francisco, AS yang membunuh 3.000 orang. Bencana tahun lalu di Christchurch, Selandia Baru yang membunuh 185 orang juga sudah dimuat.

Selain gempa, Nelson juga membuat peta jejak setiap tornado di AS selama enam dekade. Dia menggunakan skala Fujita atau skala F yang digunakan untuk mengukur tornadi berdasar tingkat kerusakan pada bangunan dan vegetasi.

Nelson akan mengembangkan versi terbaru dan interaktif yang memuat data 2012. Anda bisa menyaring data pada peta berdasarkan kekuatan, tahun, lokasi, musim, dan faktor lainnya.

Sedikitnya ada 13 wilayah yang paling rawan diayun gempa teknonik bahkan tsunami, karena berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.

Pakar Geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Lono Satrio mengatakan, wilayah itu secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk yang membentuk zona gempa bumi. “Dinamika lempeng-lempeng tersebut membentuk zona gempa,” katanya.

Wilayah yang rawan gempa adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua.

Sementara Kalimantan, lanjut Satrio, masih tergolong wilayah aman dari gempa bumi.

Dia menambahkan, gempa bumi terjadi berawal dari gerakan lempeng benua yang mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi, sehingga menyebabkan penumpukan energi di zona tumbukan (subduksi) dan zona patahan yang menimbulkan tekanan, tarikan dan geseran.

Pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. “Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi,” sebut Lono.

Menurutnya, bencana gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi namun kita hanya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dengan melakukan mitigasi. Mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa, tak mendirikan bangunan di atas atau bawah tebing.

Penting bagi Pemerintah juga untuk membuat Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbang aspek kebencanaan, menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi.

Lono melanjutkan, saat terjadi gempa, masyarakat yang berada di tempat-tempat umum yang ramai seperti di mal, bioskop atau hotel jangan pernah membuat kepanikan namun pilihlah cara menyelamatkan diri yang benar.

Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar, Mata Ie Syahnan mengatakan, intensitas gempa di Aceh cukup tinggi. “Dalam sehari rata-rata terjadi tiga sampai lima kali gempa, tapi banyak yang tidak merasakan,” kata dia. “Gempa ini tergolong gempa mikro, kekuatannya hanya di bawah 3 SR.”(okz)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • THR PNS Lebih Besar dari Tahun Lalu, Cair H-10 Lebaran

    THR PNS Lebih Besar dari Tahun Lalu, Cair H-10 Lebaran

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA (Mandailing Online) – Tahun ini Pemerintah menambah pagu THR PNS, nilainya lebih besar dari tahun lalu. Pemerintah juga menetapkan jawal pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur negara (PNS) dan pensiunan, yakni H-10 Idulfitri 2022, atau mulai 22 April 2022. “Pencairan THR direncanakan mulai periode H-10 Idulfitri. Jika terjadi beberapa kasus jika […]

  • Kebakaran di Padang, 18 Bangunan Hangus

    Kebakaran di Padang, 18 Bangunan Hangus

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padang. Kebakaran hebat melanda kebakaran_di_padang_18_bangunan_hangus Sumatera Barat, Sabtu (16/7) malam. Sedikitnya 18 bangunan hangus dilalap api. Jilatan api juga mengakibatkan seorang warga menderita luka bakar. Berdasarkan keterangan saksi mata, Rudi (40), kobaran api berasal dari toko foto copy. Api dengan cepat menjalar ke bangunan lain karena pada saat yang sama angin bertiup cukup kencang. Kasi […]

  • Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos. Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri. Semua […]

  • Hati-Hati, Jalur Roburan-Sirambas Berbahaya

    Hati-Hati, Jalur Roburan-Sirambas Berbahaya

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sudah 3 Tahun Lamanya, Pemerintah Tatap Membiarkan     PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) : Jalur Kayu Laut-Roburan-Sirambas  sangat berbahaya dilalui kenderaan akibat satu titik tebing jalan yang longsor. Titik longsor tepat di Desa Aek Ngali, Kecamatan Panyabungan Selatan. Panjang badan jalan yang longsor sekitar 8 meter. Berada di tikungan badan jalan. Kasus longsor ini […]

  • Pelajar Terbaik Dapat Kado Di Hut Madina

    Pelajar Terbaik Dapat Kado Di Hut Madina

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Memperingati HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-14, pemerintah daerah memberikan pengghargaan kepada putra putri Madina yang telah menoreh prestasi dan mengharumkan nama daerahnya dalam bidang pendidikan. Bupati Madina, Hidayat Batubara langsung yang menyerahkan hadiah dan piagam kepapa para pelajar di ruang paripurna DPRD Madina, Jum’at (8/3) didampingi Wakil Ketua DPRD Madina, […]

  • Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    Pemkab Madina Akui M3 Ambil Kayu

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal, Drs. Mara Ondak Harahap mengakui PT. Madina Madani Mining (M3) melakukan pemanfaatan kayu sebanyak 46,5000 meter kubik untuk bangunan barak karyawan sebanyak yang terdiri dari 15 unit barak karyawan. PT. Madina Madani Mining adalah perusahaan yang berinvestasi di sektor pertambangan emas di Madina pada […]

expand_less