Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Merantau ke Semenanjung Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
  • print Cetak

Pengukuhan kekuasaan colonial di Madina menimbulkan guncangan budaya yang kedua setelah kehadiran Paderi di Madina. Guncangan yang paling menonjol ialah menurunnya marwah raja-raja setempat. Pengadilan sebagai satu lembaga yang merupakan ujud sahala harajaon telah diambil alih oleh penguasa colonial.
Sehingga charisma raja-raja terus pudar lebih-lebih setelah mereka digaji dan diberi tugas sebagai pemungut belasting, pajak, dikalangan rakyatnya sendiri.
Keadaan itu berlangsung sampai pada dasawarsa kedua abad XX. Banyk raja-raja yang merasa terteka, karena target jumlah pungutan pajak itu tidak mudah dicapai. Ada di antara raja-raja itu yang terpaksa meninggalkan Madina terus merantau ke Tano Doli, Tanah Deli, bahkan ke Semenanjung Malaya.

Flora, nama samaran Kepala Kuria Tamiang, Sutan Kumala Bulan, menulis di Pewarta Deli edisi I Juni 1917, bahwa ada beberapa Kepala Kuria yang dipecat karena dianggap tidak cakap menjalankan tugasnya. Pemecatan itu disebabkan para Kepala Kuria itu tidak mampu mencapai target setoran pajak kepada penguasa colonial. Salah seorang di antara Kepala Kuria itu, Mangaraja Gunung Mandailing, Kepala Kuria Hutasiantar, yang karena malu atas pemecatan itu menjual harta bendanya, kemudian hijrah ke Negeri Perak di Semenanjung Malaya dan hidup dalam keadaan yang sederhana di sana (Said, 198?:143).

Yang menarik perhatian adalah migran Mandailing di Tanah Semenanjung pada abad XIX dipimpin oleh raja-raja dan tokoh-tokoh masyarakat, Namora Natoras. Mereka meninggalkan kampong halaman yang rusuh terus. Para tokoh itu adalah antara lain: Raja Asal, Raja Bilah, Sutan Puasa, Raja Brayun [sic], Raja Barnang, Raja Othman [sic], Raja Ira [sic], Samaripun, Imam Perang Raja Berungun [sic], Imam Peri Seri Handalan, Panglima Raja,Panglima Muda Segara, Imam Perang Sebaghdad, Panglima Muda dan Imam Perang Malim. Banyak orang Mandailing yang kini berdiam di Malaysia adalah keturunan para migrant awal itu, termasuk diantaranya Abdu-Razzaq Lubis, pemerhati social budaya Mandailing yang berdiam di Pulau Pinang (Lubis, 2001:61).

Kerja paksa yang disebut rodi dialami penduduk Madina. Pekerja paksa dari Sihepeng memerlukan waktu 2,5 hari berjalan kaki untuk mencapai tempat rodi. Para suami pergi, sedangkan isteri harus membayar pajak dan kerja paksa untuk Burgerlijke Openbare Werken. Hal ini antara lain diungkapkan oleh Flora di dalam tulisannya yang dimuat harian Pewarta Deli tanggal 25 April 1917 (Said, 198?: 106).

Patut dicatat satu prestasi gemilang keturunan perantau Mandailing di Malaysia, ialah posisi yang diraih oleh Tun Haji Abdul Aziz bin Haji Abdul Majid Fakta menunjukkan bahwa setiap perantau memiliki kelebihan di bandingkan dengan rata-rata masyarakat yang ditinggalkannya dan masyarakat yang di datanginya. Kelebihan itu antara lain etos kerja yang ditampilkan dalam kemauan bekerja keras, cita-cita yang tinggi untuk memperbaiki mutu kehidupan, ketegaran menegakkan kebenaran, patriotisme, kepemimpinan, lebih mengutamakan orientasi masa depan, berpikir kritis, ulet, berjiwa pelopor, berani, suka belajar, mampu mengadaptasi nilai-nilai baru, inventif, adaptif, religius, hemat, arif dan bijaksana. Kepribadian seperti itu kelak menampilkan orang Mandailing sebagai contoh teladan di kalangan warga masyarakat yang didatanginya. Sejarah perkembangan masyarakat Melayu modern di Malaysia telah membuktikan hal itu.(MO/MP/red)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Hasan : Aswin Parinduri Selalu Dampingi Saya ke Jakarta

    Dahlan Hasan : Aswin Parinduri Selalu Dampingi Saya ke Jakarta

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa Aswin Parinduri merupakan tokoh yang memiliki perhatian kuat dalam pembangunan Mandailing Natal. Aswin Parinduri selama ini sangat banyak meluangkan waktu membantunya di Jakarta untuk meyakinkan pemerintah Indonesia dalam memperoleh dukungan pembangunan daerah. “Pak Aswin lah yang selama ini selalu mendampingi saya ke Jakarta,” ungkap […]

  • Jumlah Pemilih di Aek Nabara Hanya 27 Orang

    Jumlah Pemilih di Aek Nabara Hanya 27 Orang

    • calendar_month Jumat, 29 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Desa Aek Nabara, Panyabungan Timur, Mandailing Natal termasuk rendah populasi penduduknya. Akibatnya, jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di ajang Pilgubsu 2018 ini hanya sekitar 27 orang. Terdiri dari 14 pria, 13 perempuan. Desa ini memang tergolong terpencil. Lokasi pemukimannya masuk ke dalam kawasan hutan, teramat sulit dijangkau kenderaan roda dua. […]

  • Penghujan Tengah Berlangsung, Warga Dihimbau Waspada Longsor dan Banjir

    Penghujan Tengah Berlangsung, Warga Dihimbau Waspada Longsor dan Banjir

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kawasan Mandailing Natal seperti halnya di beberapa wilayah Sumatera Utara tengah memasuki musim penghujan. Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal, Mukhsin Nasution menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (20/9/2024) bahwa berdasar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi hujan lebat […]

  • Sejumlah Raja Kawasan Indonesia Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Budaya Mandailing

    Sejumlah Raja Kawasan Indonesia Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Budaya Mandailing

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah perwakilan raja dari berbagai kawasan di Indonesia datang menghadiri pengukuhan pengurus Lembaga Adat Budaya Mandailing (LABM) Kabupaten Mandailing Natal di Pidoli Lombang, Panyabungan, Selasa (28/2/2107). Perwakilan raja itu antara lain, YM Kanjeng Rhesi Herbayu mewakili Kerajaan Mataram dari Yogyakarta. Shri Lalu Gde Pharma dari Asosiasi Kerajaan dan Kraton se Indonesia […]

  • Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

    Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Sidimpuan Mi instan, siapa orang Indonesia yang tak pernah merasakan kenikmatannya? Harganya murah, memasaknya praktis, rasanya maknyus. Hampir semua kalangan menyukainya. Namun yang paling sering mengkonsumsinya adalah masyarakat kalangan menengah bawah. Mereka tidak lagi memikirkan bahaya mengkonsumsi mi instan setiap hari, pertimbangannya adalah daripada tidak makan. Begitulah kondisi […]

  • Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK (Mandailing Online) – Bupati/Walikota beserta wakil masing-masing menadatangani komitmen bersama KPK. Komitmen itu berupa pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing. Dari Mandailing Natal (Madina) ikut meneken adalah bupati Ja’far Sukhairi Nasution dan wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Penandatangan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintahan Kabupaten/Kota Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, […]

expand_less