Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Ancaman Penyakit Dari Es Batu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


Anda orang yang suka minum dengan es batu? Sekarang Anda harus lebih berhati-hati. Proses pembuatan es ternyata tidak higienis dan menggunakan sejumlah zat berbahaya. Sejumlah produsen es batu bahkan menggunakan bahan air mentah yang berasal dari sungai.

Memang menyantap minuman dingin setelah dicampur es batu menjadi kegemaran sebgaian besar masyarakat, apalagi jika menikmatinya di saat cuaca panas. Rasa dahaga hilang langsung hilang berbarengan dengan air dingin yang membasahi tenggorokan.

Tetapi/ tidak semua penggemar es mengetahui kebersihan bahan pendingin minuman mereka. Meski banyak es yang berasal dari air mentah, para penggemar es menganggap es bebas dari penyakit karena bakteri tidak bisa hidup pada titik beku.

Es batu yang digunakan sebagai pendingin atau bahan dasar minuman dibuat di sejumlah pabrik di kawasan timur Ibukota. Proses pembuatan dilakukan sepanjang hari dan biasanya dipasarkan saat malam hari.

Kebanyakan es batu atau es balok dibuat menggunakan air mentah. Tak jarang airnya berasal dari sungai yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Karenanya harga satu es balok cukup murah hanya Rp 6.000 sampai Rp 7 ribu.

Selain menggunakan bahan berbahaya, proses pembuatan es batu di pabrik tidak dilakukan secara bersih dan steril. Menurut ahli pangan, bakteri yang ada dalam air mentah tidak serta-merta mati meski dalam kondisi beku. Bakteri baru bisa mati jika lama berada di lingkungan beku. Jika masuk ke dalam tubuh, bakteri ini bisa membahayakan kesehatan.

Sejak dibuat sampai ke tangan pembeli, es balok selalu tidak dilengkapi kemasan yang baik, padahal bakteri atau virus penyebab penyakit selalu mengancam di tempat yang tidak terlindungi.

Saat disimpan di depot, es hanya ditutup oleh kain atau karung yang tidak dijamin kebersihannya. Masyarakat juga sulit membedakan es batu yang sehat dan tidak. Karena itu kewaspadaan dari para konsumen yang menjadi penentunya.
Sumber : MNC TV news

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Alokasikan 14% DD Tangani Covid-19

    Pemkab Madina Alokasikan 14% DD Tangani Covid-19

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina akan mengalokasikan 14 persen Dana Desa (DD) tahun 2020 untuk penanganan dan penanggulangan dampak virus Corona atau Covid-19. Hal ini telah dirapatkan dan segera di terbitkan surat edara Bupati Mandailing Natal (Madina) terkait penggunaan DD. Itu diungkap Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution kepada Wartawan usai memimpin rapat penanganan […]

  • Ratusan Hektar Sawah di Huraba Dilantak Banjir

    Ratusan Hektar Sawah di Huraba Dilantak Banjir

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang masih tinggi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tak saja mengakibatkan longsor tebing jalan di sejumlah kecamatan, arael persawahan juga menjadi korban amukan banjir. Di Desa Huraba Kecamatan Siabu diperkirakan ratusan hektar areal persawahan berisi tanaman padi berumur satu sampai tiga minggu terendam banjir. Ketinggian air mencapai satu […]

  • Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

    Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Peranan trio anak Mandailing (Adam Malik, Pangulu Lubis, Rahmat Nasution) dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jarang dipublikasi. Padahal berita itu sangat vital dan disiarkan satu setengah jam sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, Jakarta. (Dikutip dari buku Madina Madani ditulis Basyral Hamidi Harahap) Perlu dicatat peranan anak Mandailing: Adam Malik, Pangulu […]

  • KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dosen di Universitas Utrecht, Blanda Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M menyatakan Kampoeng Kaos Madina (KKM) memiliki peran mengkonversi kebudayaan Mandailing ke dunia industri. “Saya terkesan melihat kesungguhan dan komitmen yang diperlihatkan Sobir Lubis dari Kampoeng Kaos Madina yang nota bene seorang pengusaha, tetapi memiliki perhatian serius dalam pengembangan kebudayaan,” katanya usai […]

  • Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana, Tanggung Jawab Negara

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Srg, M.Pd.I Dosen dan Pegiat Opini Islam Sudah hampir dua bulan penuh pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar), tetapi kondisi lapangan menunjukkan bahwa kinerja pemerintah dinilai lambat. Negara memang hadir dalam menyahuti keinginan dan harapan warga yang terdampak bencana banjir dan longsor yang telah menelan […]

  • Maestro Cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti Meninggal Dunia

    Maestro Cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dunia sastra kembali kehilangan sosok handal yang juga dikenal sebagai maestro cerpen Indonesia. Beliau adalah Hamsad Rangkuti, meninggal dunia di usia 75 tahun karena sakit komplikasi yang diidapnya. Pria kelahiran Medan 1943 silam itu terbaring selama sekitar 50 hari di rumah sakit sebelum mulai rawat jalan di rumahnya akhir Juli lalu. “Masuk rumah sakit […]

expand_less