Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

DPRD Psp Kunjungi Kantor Satu Atap di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


SIDIMPUAN- DPRD dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Pemko Psp), Kamis (18/11) lalu berkunjung ke Kantor Pelayanan Satu Atap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kedatangan mereka untuk mematangkan rencana diterapkannya kantor pelayanan satu atap di Kota Psp, yang saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang organisasi dan tata kerja kantor pelayanan perizinan terpadu Kota Psp sedang dibahas.

Ketua Badan Legislasi DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution SE, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mendapatkan pelajaran tentang penerapan sistem pelayanan izin terpadu satu atap. “Sebagai daerah yang terus berkembang, kami akam terus mengambil pelajaran dari daerah yang sudah terlebih dahulu menerapkan ssstem ini,” katanya.

Kunjungan ini dilakukan untuk merampungkan pembahasan ranperda tentang organisasi dan tata kerja kantor pelayanan perizinan terpadu Kota Psp yang saat ini sedang dibahas.

Dikatakannya lagi, tanpa studi banding ke daerah lain yang sudah menerapkan sistem ini terlebih dahulu, maka ranperda tersebut tidak bisa disahkan menjadi perda.

Kemudian, salah satu syarat untuk penerapan sistem tersebut harus ada studi banding dengan daerah lain, karena tanpa studi banding maka dikhawatirkan pelaksanaan atau penerapannya tidak maksimal malah tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Selama ini tidak ada punya sistem seperti itu. Jadi, untuk memantapkan penerapannya nanti di Kota Psp kita harus terlebih dahulu studi banding dengan mempelajarinya di daerah yang sudah terlebih dahulu menerapkannya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Khoir, demikian sapaan akrabnya, kunjungan ini dilakukan juga untuk mengambil perbandingan sebelum keluarnya Undang-Undang (UU) nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi.

Sementara itu Ketua Komisi I, Khoiruddin Rambe SSos, menambahkan penerapan sistem pelayanan satu atap ini akan dapat meminimalisir adanya kebocoran anggaran di tingkat SKPD. Namun, sistem ini dapat berjalan maksimal dan sesuai dengan harapan jika Wali Kota Psp memberikan ketegasan perihal kewenangan masing-masing SKPD.

“Kalau tidak ada ketegasan dari wali kota, saya pikir program ini bakalan batal, karena umumnya masing-masing SKPD itu mempunyai ego tersendiri, sehingga diperlukan ketegasan dari kepala daerah,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Samakmur MM, menambahkan, banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dalam studi banding tersebut. Karena dari studi banding itu dapat menambah wawasan dan akumulasi problematika tentang system pelayanan satu atap.

“Pastinya semua kelebihan dan kelemahan tentang pelayanan satu pintu harus kita ketahui, agar dalam pelaksanannya bisa berjalan maksimal. Karena, menurutnya dengan diterapkannya hal tersebut di Kota Psp maka aliran PAD yang selama ini dikelola oleh masing-masing SKPD akan lebih transparan,” sebutnya.

Kunjungan 11 anggota DPRD Psp dari badan legislasi ini bersama beberapa pimpinan SKPD berlangsung selama sehari dengan mengunjungi dan mempelajari tara cara pelayanan dan perizinan di Kantor Pelayanan Satu Atap Kabupaten Madina. (phn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    Rahma Mengharapkan Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejam Ibu Kota Lebih Kejam Ibu Tiri PANYABUNGAN (Berita): Kejamnya ibu kota lebih kejam ibu tiri, ayah aku tak punya ibu pun tak punya siapapun aku tak punya hanya airmatalah yang selalu bercerita, kata pepatah dan lagu ini sangat tepat apa yang dialami Rahma boru Lubis (28) kelahiran Desa Tangga Bosi II Kecamatan Siabu Kabupaten […]

  • Kerugian Petani Simpang Duhu Lombang 120 Juta

    Kerugian Petani Simpang Duhu Lombang 120 Juta

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gambar tanaman padi yang dilantak arus sungai Aek Sabut di Desa Simpang Duhu, Ulu Pungkut PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kerugian petani di Desa Simpang Duhu Lombang, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina) diperkirakan 120 juta rupiah pasca mengamuknya sungai Aek Sabut yang meluluhlantakkan tanaman padi sekira 8 hektar. Data itu dilansir Kepala Dinas Pertanian dan […]

  • Kapolri : Pengamanan Pemudik Menjadi Prioritas Polri

    Kapolri : Pengamanan Pemudik Menjadi Prioritas Polri

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Semarang, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyatakan pengamanan pemudik pada Lebaran 2011 menjadi prioritas seluruh jajaran Polri. “Pengamanan pemudik menjadi prioritas, dan kami telah melakukan berbagai antisipasi berkaitan dengan kemungkinan adanya gangguan keamanan terhadap pemudik,” kata Kapolri di sela kunjungan pengecekan kesiapan pelayanan mudik Lebaran 2011 di Stasiun Tawang Semarang bersama Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan […]

  • SBY korbankan rakyat sendiri

    SBY korbankan rakyat sendiri

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aboe Bakar Al Habsyi berpendapat pemberian pembebasan bersyarat kepada terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby, sama seperti mengorbankan rakyat sendiri. Corby merupakan salah satu terpidana kasus narkoba jaringan internasional yang berpotensi merusak masa depan rakyat Indonesia. “Ini tidak memberikan efek jera terhadap para pengedar narkoba, padahal Corby adalah Ratu Marijuana yang […]

  • Kadin dan KTNA Madina Satu Visi Penguatan Sektor Agrobisnis

    Kadin dan KTNA Madina Satu Visi Penguatan Sektor Agrobisnis

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Madina menyatukan visi dalam upaya mengembangkan dan memperkuat basis-basis agrobisnis dan agroindustri di Mandailing Natal (Madina). Kedua lembaga ini bertemu di Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Senin (18/7). Pertemuan itu juga dihadiri oleh asosiasi Perikanan Ikan Mas. Pertemuan itu […]

  • 700 Guru Bersertifikasi di Madina Diminta Dievaluasi

    700 Guru Bersertifikasi di Madina Diminta Dievaluasi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sebanyak 700-an guru yang sudah bersertifikasi di Kabupaten Mandailing Natal diminta suoaya dievaluasi. Sebab dinilai guru-guru yang bersertifikasi tidak memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Madina. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPC PKB madina Abdul waris Rangkuty kepada Analisa, di Panyabungan, Sabtu (4/12). Dia mengatakan, sampai sejauh ini tidak diketahui tolok […]

expand_less