Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peristiwa penangkapan dan pemukulan oleh warga terhadap oknum polisi yang diduga berbuat mesum di Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) harus dilihat dari esensi kearifan lokal Mandailing.

Itu dikatakan Camat Panyabungan, Hafizuddin pada acara silaturrahim Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto dengan tokoh-tokoh masyarakat Sipolu-polu, Munggu (22/9/2013) di rumah makan Paranginan 2, Sipolu-polu, Panyabungan.

“Persoalan sebetulnya hanya jam malam yang sebetulnya merupakan hukum adat yang tidak tertulis yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. Jadi kita berharap juga nantinya hukum adat tentang jam malam ini mendapat pengakuan dari aparat penegak hukum,” harap Hafizuddin.

Pada kesempatan itu camat menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolres serta jajaran polres atas kejadian pada Jum’at (20/9) yang menurutnya bahwa pada dasarnya warga Sipolu-polu maupun masyarakat Panyabungan umumnya tidak menginginkan kejadian tersebut.

Kapolres sendiri menyatakan bahwa oknum polisi tersebut akan menyelesaikannya dengan perwakilan masyarakat Sipolu-polu sesuai dengan adat dan kearifan lokal di Sipolu-polu.

Kapolres juga menyatakan pihaknya tidak akan menuntut warga Sipolu-polu atas peristiwa pelemparan terhadap mapolsek dan unit lantas oleh ratusan warga pada Jum’at (20/9) sebagai buntut dugaan perbuatan mesum oknum polisi itu di Sipolu-polu.

Camat juga menyatakan gembira atas adanya ketulusan dari kapolres dan masyarakat Sipolu-polu untuk menyatukan persepsi menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak berlarut-larut lagi.

“Kita sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pak Kapolres Madina dalam menyelesaiakan persoalan,” katanya.

Ketua Naposo Nauli Bulung Sipolu-Polu, Nasrullah pada kesempatan itu menyampiakan terima kasih kepada kapolres yang telah melakukan silaturahmi dengan masyarakat Sipolu-polu dan pihaknya juga meminta maaf kepada seluruh jajaran Polres Madina atas kejadian pada Jum’at (20/9).

“Pada awalnya juga kami sebagai generasi muda yang ada tidaklah menginginkan kejadian itu, namun kami berharap agar kejadian itu tidak terulang lagi, ada saling pengertian, baik orang luar yang akan tinggal di kelurahan kami untuk lebih menghormati hukum-hukum adat yang ada ditengah-tengah masyarakat,” ungkap Nasrullah.

Mantan Sekretaris KNPI Madina, Saparuddin Haji yang ikut di pertemuan itu menyampaikan sangat mengapresiasi sikap yang telah ditunjukkan oleh kapolres Madina yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Sikap yang ditunjukkan kapolres ini harus diapresiasi, beliau tidak mengedepankan egonya untuk membela anggotanya, namun bagaimana agar persoalan dapat terselesaikan dengan baik, beliau lebih mengedepankan sikap untuk mengayomi masyarakat,” kata Saparuddin.

Peristiwa itu terjadi Kamis malam (19/9) ketika warga menangkap dan memukul satu oknum polisi yang diduga melakukan perbuastan mesum di rumah seorang wanita malam hari.

Buntutnya, ratusan warga Sipolu-polu melempari Mapolsek dan Unit Lantas Panyabungan, Jum’at (22/9) dipicu munculnya issu bahwa polisi akan melakukan sweeping ke Sipolu-polu terkait peristiwa Kamis malam.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Belum Tarik Pajak Galian C AMP

    Pemkab Madina Belum Tarik Pajak Galian C AMP

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pajak Gailan C dari perusahaan-perusahaan pabrik pencampur aspal (AMP) di Madina belum masuk ke pundi Pendapatan Asli Daerah. Postur PAD di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mandailing Natal  TA 2018 maupun 2019 tidak terlihat pajak galian C dari perusahaan-perusahaan AMP. Padahal, pajak Galian C dari AMP (Asphalt Mixing Plant) […]

  • Terdakwa Kasus Taman Raja Batu Bebas Dari Seluruh Dakwaan

    Terdakwa Kasus Taman Raja Batu Bebas Dari Seluruh Dakwaan

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu (TRB) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dibebaskan dari seluruh dakwaan. Hakim memerintahkan agar para terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan. Pasalnya dua dari tiga orang tim majelis hakim yang menangani perkara ini di Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/1/2020) menyatakan tuntutan […]

  • Kasus Sibanggor, DPR Lebih Resfon Dibanding DPRD Madina

    Kasus Sibanggor, DPR Lebih Resfon Dibanding DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPR RI lebih resfon dibanding DPRD Mandailing Natal terkait kasus keracunan warga Sibanggor menewaskan 5 orang di lokasi PT SMGP. Buktinya, hingga kini pihak DPRD Mandailing Natal belum melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan manajemen PT SMGP. Sementara Komisi VII DPR RI hari ini, Rabu (3/2/2020) telah melakukan RDP dengan memanggil […]

  • Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pola  tumpang sari dinilai satu-satunya upaya menyelamatkan petani ditengah apatisme terhadap harga komoditi karet alam yang tak kunjung membaik. Harga karet alam yang tak kunjung lagi menunjukkan kenaikan akan terus menyeret penduduk Mandailing Natal di jurang kemiskinan. Mayoritas penduduk daerah ini  tergantung pada komoditi karet alam. “Tak ada jalan lain, mau […]

  • FKDT Madina: Dukung Penguatan ‘Sikola Maktab’

    FKDT Madina: Dukung Penguatan ‘Sikola Maktab’

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – FKDT Madina meminta kepada semua pihak dan segenap lapisan masyarakat Madina mendukung upaya penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sikola Maktab). Salah satunya, dengan mendorong agar setiap anak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah tingkat awaliyah sebelum memasuki jenjang pendidikan SLTP dan sederajat. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Najamuddin […]

  • Menunggu Janji yang Tak Pasti

    Menunggu Janji yang Tak Pasti

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi, tinggal di Medan Pemimpin itu adalah pengayom bagi rakyatnya, dalam dirinya ada kepercayaan dan kebanggaan rakyat yang harus dijaga. Pemimpin itu dihargai dan dihormati, bukan untuk dibuly apalagi dicaci-maki. Sontak terkejut saat melihat trending topik di berbagai media masa, tagar Presiden terburuk sepanjang sejarah, (Rabu 21/7). Netizen ramai-ramai membahas […]

expand_less