Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Plt Bupati Tapteng Khawatir Nasib 300 Warga Dekat Lokasi Longsor

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Pelaksana Tugas Bupati Tapanuli Tengah M Syukran Tanjung mengaku khawatir dengan sekitar 300 warga yang berada di dekat lokasi longsor di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangan, yang tadi pagi telah memakan korban.

 

“Kalau lima keluarga yang ada di dekat lokasi longsor sudah keluar semua. Tapi di atas mereka itu ada lagi 300 warga yang tinggal. Saya khawatir juga,” katanya saat dihubungi Tribun Medan, Sabtu (22/11/2014).

Syukran yang mengaku baru kembali dari lokasi longsor mengatakan, pihaknya telah meminta agar warga di daerah kritis itu berhati-hati.

Menurutnya, di Desa Sibio-bio banyak bermukim warga pendatang terutama asal Nias yang bekerja di perkebunan karet.

“Kami sudah mengingatkan masyarakat agar jangan bermukim di pinggir sungai. Tapi, ya mau bagaimana lagi? Tapi mereka ini tetap tinggal disana. Banyak yang seperti itu. Sampai Sungai Batangtoru,” katanya.

Syukran mengatakan, himbauan tinggal himbauan. Sekarang, katanya, keputusan diserahkan kepada warga.

“Tergantung mereka. Kalau masih mau hidup lama, sebaiknya tidak tinggal di pinggiran sungai,” katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pers rilis yang diterima Tribun Medan, mengatakan sebanyak lima unit rumah di tebing tertimbun longsor, empat orang tewas tertimbun longsor dan seorang bayi berusia 4 bulan masih belum ditemukan karena  terbawa longsor dan arus sungai.

Kelima korban itu terdiri dari dua kepala rumah tangga yang rumahnya tertimbun longsor dan terseret arus sungai, yaitu: 1) Saut Marita Zebua (L, 28), 2) Ariyani Telaumbanua (P, 20), 3) Daliato Zebua (L, 20), 4) Yunita Telaumbanua (P, 18), dan 5) Butet (4 bulan, anak pasangan Dalizato dan Yunita).

“Tim SAR telah berhasil mengevakuasi empat korban dalam kondisi meninggal tertimbun longsor. Sedangkan pencarian korban bayi masih dilakukan dengan menyusuri sungai. Kondisi medan berat karena perbukitan dan hutan,” katanya.

Sumber : tribun-medan.com

 

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV Temukan Obat-obatan TA 2013 Belum Disalurkan

    Komisi IV Temukan Obat-obatan TA 2013 Belum Disalurkan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina) menemukan obat-obatan pada tahun anggaran 2013 masih belum disalurkan Dinas Kesehatan Madina ke puskesmas-puskesmas. Temuan itu ketika Komisi IV melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Madina, Senin (17/11). Inspeksi mendadak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Madina Erwin Efendi Lubis […]

  • Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS Psp

    Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS Psp

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mahasiswa Kumpul Bukti SIDIMPUAN- Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) Kota Padangsidimpuan (Psp) sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemko Psp tahun 2010. Pengumpulan bukti-bukti ini sesuai permintaan dan informasi yang diterima dari beberapa pelamar CPNS. “Kita belum bisa beritahukan formasi apa dan siapa nama CPNS yang lulus […]

  • Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Berawal dari rasa iba melihat kampung halamnnya Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) tertinggal dari desa lain yang ada disekitarnya, Sarmadi Hasibun nekat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa. Alhasil pada 21/8/2023 kemaren, Sarmadi Hasibuan berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa Aek Nabara. Pada Mandailing Online Kamis […]

  • FPI juga protes istilah ‘sapi berjanggut’

    FPI juga protes istilah ‘sapi berjanggut’

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal istilah Sapi Berjanggut yang digunakan untuk mengaitkan kasus dugaan suap dalam impor daging sapi. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon menilai istilah tersebut tidak tepat. Janggut merupakan syariat Islam yang tidak boleh dilecehkan. “Istilah daging terlalu melecehkan umat Islam, […]

  • Pemalsu Pupuk Diciduk

    Pemalsu Pupuk Diciduk

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SERGAI- Dua orang tersangka pelaku pemalsu pupuk ditangkap Polres Sergai dari kediamannya masing masing. Dari lokasi penangkapan (TKP) petugas mengamankan 140 karung berisi pupuk palsu yang siap edar serta peralatan untuk produksi, Senin (18/4). Menurut keterangan yang diperoleh wartawan koran ini, awalnya polisi mendapat info bahwa tersangka Herianto alias Ateng (34), warga Dusun IV, Desa […]

  • Atika: “ke sekolah tetap prokes ya”

    Atika: “ke sekolah tetap prokes ya”

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) -Sejumlah sekolah dasar (SD) dan SMP di Mandailing Natal memulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sejak hari ini, Rabu (1/9/2021). Proses belajar mengajar ini tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. PTMT ini berdasar Surat Bupati Mandailing Natal (Madina) Nomor 420/1989/DISDIK/2021 tanggal 20 Agustus 2021 Tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Wakil Bupati Madina, Atika […]

expand_less