Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Padangsidempuan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
  • print Cetak

Padangsidempuan – Warga kembali resah akibat langkanya gas elpiji isi 3 kilogram di tingkat pengecer. Tidak itu saja, harga gas 3 kilogram juga naik mencapai Rp 20 ribu per tabung di tingkat pengecer. "Tidak ada gas elpiji ditemukan di sejumlah lopo pengecer," kata seorang warga Tajuddin Nasution (56) kepada Medan Bisnis sambil menenteng tabung gas 3 kg yang kosong kembali pulang kerumah, di Lingkungan IV Kelurahan Sihitang, Padangsidimpuan, Jum"at (19/12).

Dikatakan, kelangkaan tabung gas 3 kilogram ini sudah terjadi beberapa hari terakhir. Masyarakat mulai mencarinya sampai ke tingkat agen di kota Padangsidimpuan.

"Kita sudah cari sampai ke pasar kota Padangsidimpuan, namun di tempat ini juga gas elpiji isi 3 kg tidak ada," katanya.

Hal senada juga di keluhkan Nurlaila (34) warga kelurahan Sihitang. Gas elpiji isi 3 kg ini sudah tiga hari menunggu kabar dari pengecer pedagangan yang sudah menjadi langganannya selama ini.

Namun kata dia, akhir-akhir ini pedagang langganan tersebut sudah tidak lagi berjualan gas elpiji karena distributor tidak datang mengatar. "Sambil menunggu gas elpiji kembali ada dijual di pedagang eceran, saya memasak memakai kopor biasa saja," katanya.

PT Bintang Tapanuli melalui Supervisor (Admin), Sindi membenarkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg sudah terjadi sejak pertengahan minggu ini.
"Di sini tabung gas elpiji 3 kg juga kosong, yang ada tabung gas isi 12 kg saja," katanya kepada Medan Bisnis, Jum"at (19/12).

Dikatakan, biasanya setiap harinya 50 tabung gas isi 3 kg diantar ke toko namun belakangan ini sepertinya tidak datang.

"Semalam ada, namun kemarinnya tidak ada," katanya sambil mengatakan kalau gas 3 kg bukan mereka agennya namun di antar dari indra Angkola (agen gas elpiji 3 kilogram).

Menurutnya, gas 3 kg berselang datangnya, namun itu tidak bisa menutupi permintaan pasar. "Makanya banyak warga yang datang meminta gas 3 kilogram namun barangnya tidak ada," katanya.

Sementara untuk harga gas 3 kg di toko kami hanya menjual Rp.16 ribu per tabung sedangkan harga gas isi 12 kilogram Rp125 ribu per tabung.
Menurut, Sindi, hilangnya gas 3 kg ini bisa dipicu, banyaknya masyarakat pengguna gas 12 kg beralih ke 3 kilogram.

"Gas 3 kg ini di subsidi pemerintah, sementara gas 12 kilogram tidak disubsidi," katanya sambil mengatakan kalau PT. Bintang Tapanuli merupakan agen gas 12 kilogram, dan stoknya masih banyak. (medanbisnis)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Maut Di Panyabungan, 3 Tewas 1 Kritis

    Kecelakaan Maut Di Panyabungan, 3 Tewas 1 Kritis

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 13Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua sepeda motor adu kambing menyebabkan 3 orang tewas dan satu kritis di jalur lintas Sumatra titik Parbagunan, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekitar 22:30 WIB, Selasa (17/9/2013). Nama korban tewas, Devi (15) warga Jalan Abri, Kelurahan Panyabungan yang masih duduk di Kelas II SMA Negeri 1 Tanobato; Rahmad Ali (17) […]

  • Rezeki di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Rezeki di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Atika : Industri Berbasis Bahan Baku Mutlak Tumbuh di Madina

    Atika : Industri Berbasis Bahan Baku Mutlak Tumbuh di Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri berbasis bahan baku lokal merupakan satu dari struktur ekonomi daerah yang harus dikembangkan di Mandailing Natal (Madina). UMKM serta UKM merupakan jenis industri yang relatif tepat di daerah ini. Semakin tumbuh industri tersebut akan berdampak baik terhadap posisi pangsa pasar hasil-hasil pertanian petani. Karena semakin banyak kelahiran industri  berbasis bahan […]

  • Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

    Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polri masih mendalami otak pelaku di balik kebakaran hutan di Riau yang mengakibatkan bencana asap. Saat ini, Polri telah menetapkan 24 tersangka dari 17 laporan (LP) yang masuk. “Polda Riau masih mencari pelaku yang menyuruh melakukan pembakaran. Pendalaman hasil pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat penyidikan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F […]

  • Panyabungan-Natal Rusak Parah

    Panyabungan-Natal Rusak Parah

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dinas Jalan dan Jembatan Provinsi Sumtera Utara diminta supaya mengalokasikan anggaran Tahun 2011 untuk peningkatan jalan penghubung mulai dari Panyabungan Selatan hingga Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal itu disampaikan Anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar Wildan kepada wartawan di Panyabungan, Ahad (02/01/2011). Dikatakannya, jalan provinsi tersebut sudah seharusnya diperbaiki sebab kondisi jalan […]

  • Kompolnas Minta Polda Tegas Tangani Perkara Laporan Ramli Lubis

    Kompolnas Minta Polda Tegas Tangani Perkara Laporan Ramli Lubis

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online) – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polda Sumut tegas dan tidak ragu-ragu dalam menangani satu perkara, termasuk kasus pemalsuan akta autentik RUPS-LB PT Rizkina Mandiri Perdana (PT RMP) yang dilaporkan Ramli Lubis Mantan Walikota Medan. “Tentang pengalihan saham perkebunan seluas sekitar 10 ribu Ha di Kab Madina yang melibatkan Ramli Lubis dan […]

expand_less